CERITA DI BALIK LAYAR

Cerita dan Ambisi Kreator di Balik Sukses Film 365 Days

Tim, CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 02:38 WIB
365 Days / 365 Dni Forbes pada 29 Juni lalu melaporkan bahwa film 365 Days memecahkan rekor Netflix. (dok. Next Films/Netflix via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penulis Blanka Lipinska memiliki segudang imajinasi dan ambisi terkait karya debutnya yang fenomenal, buku dan film 365 Days (365 Dni).

Film yang berkisah soal asmara antara Massimo Torricelli dan Laura Biel itu menghentak dunia, termasuk Indonesia, kala dirilis di bioskop Polandia pada 7 Februari dan di Netflix pada Juni.

Dalam wawancara dengan media Polandia, Onet pada akhir Januari 2020 lalu, Lipinska bahkan masih tak percaya bahwa buku debutnya yang dirilis pada 2018 itu menjadi film layar lebar.


Dirinya mengklaim bukan hanya menjadi penulis novel yang karyanya diangkat menjadi layar lebar. Lipinska juga mengaku menjadi penulis naskah hingga menentukan jenis kaus kaki dan sepatu yang akan dikenakan oleh Michele Morrone sebagai Massimo.

"Bila ada keuntungan apapun dari situasi penulisnya ada di lokasi syuting, yaitu bila ada peluang untuk membuat sebuah perubahan, penulis bisa segera melakukannya," kata Lipinska.

"Bersyukur bahwa faktanya saya dapat mengubah sesuatu, saya menambahkan banyak hal dalam film yang tidak ada di bukunya, namun sudah saya pikirkan ketika menulis," lanjutnya.

"Apa yang dilakukan Massimo ketika Laura tak melihatnya? Bukunya ditulis dari sudut pandang sang karakter perempuan, dan di film, kami juga belajar dari sudut pandang si Massimo," kata perempuan kelahiran 22 Juli 1985 tersebut.

Blanka Lipinska, penulis 365 DaysKreator 365 Days, Blanka Lipinska menyebut bahwa dirinya punya banyak peran dan visi terkait kisah asmara Massimo dan Laura yang fenomenal tersebut. (Screenshot via Instagram/@blanka_lipinska)

Lipinska menyebut hal itu bukan hanya sekadar perwujudan dari imajinasi, melainkan juga sebagai 'bonus' kepada para penggemar novelnya. Ia bahkan mengaku membuka sisi "istimewa" dari Massimo alih-alih sekadar menampilkan sosok pewaris mafia yang menculik Laura.

Segala bayangan Lipinska itu pun rilis dan membuat heboh dunia. Kebanyakan, para penonton tak percaya bahwa 365 Days mampu menampilkan aksi erotis dengan eksplisit. Bahkan bagi sebagian pihak, film tersebut dianggap mengagungkan kekerasan seksual.

Belum lagi berbagai kritikan pedas dari para pengulas film. Bahkan, di laman agregator Rotten Tomatoes, 365 Days mendapatkan rating 0 persen yang berarti tak ada satupun kritikus berbaik hati memberikan ulasan bagus bagi film ini.

Perolehan itu bahkan lebih rendah dari peraih Film Terburuk dalam Raspberry Awards yang menjadi inspirasi kisah ini, Fifty Shades of Grey yang mendapatkan rating 25 persen.

Serial 365 Days

Agaknya Lipinska tak khawatir akan berbagai kritikan yang timbul dari novel juga filmnya tersebut. Bahkan, ia memiliki ambisi yang lebih besar dan mungkin akan membuat para pengkritik film ini menggeleng-gelengkan kepala: sebuah serial.

Sebelum menjadi penulis novel, Lipinska merupakan ahli kecantikan dengan mengambil spesialisasi kosmetika dan kemudian bekerja sebagai hipnoterapis. Ia juga terkenal di antara netizen Polandia karena kegemarannya akan olahraga berlayar juga kebugaran.

Namun, ia, yang mengaku sebagai "penulis yang tak bisa menulis" tersebut mencoba peruntungan dengan menuangkan segala fantasi dan pengetahuannya soal seks ke dalam novel erotis bertajuk 365 Dni.

Sejak awal akan menelurkan 365 Dni, Lipinska mengaku mengalami banyak tantangan, salah satunya pandangan sebelah mata terhadap karyanya.

"Saya menerbitkan buku ini karena seseorang mengatakan kepada saya bahwa itu akan sulit, saya tak bisa melakukannya. Ya baiklah. Kemudian saya mendengar di rumah penerbit bahwa buku ini tak biasa, jadi bisa sulit untuk terjual. Baiklah, kita lihat saja,"

"Kemudian mereka mengatakan ini akan sulit untuk diangkat jadi film. Ya, sebulan kemudian saya menandatangani sebuah kontrak film. Kini, kami membuatnya jadi film, namun saya butuh proyek lainnya," kata perempuan 34 tahun itu.

[Gambas:Instagram]

Berkat kekuatan imajinasi, dua novel lanjutannya, Ten dzien (Today) dan Kolejne 365 Dni (365 Days More), juga disebut akan diangkat ke layar lebar.

Beberapa waktu lalu, Michele Morrone pun mengonfirmasi dalam sebuah video kepada fan yang diterima oleh TMZ, bahwa ia akan kembali dalam sekuel 365 Days. Namun proyek pembuatan film kedua dikabarkan terhambat karena pandemi.

"Bila bagian terakhir dari trilogi muncul pada 2022, apa selanjutnya? Saya harus merencanakan apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Dan saya menginginkannya dalam bentuk serial," kata Lipinska.

"Sebagai seorang awam, saya menulis naskah dengan keyakinan bahwa saya dapat dengan utuh menerjemahkan buku itu menjadi gambar film. Ketika saya menemukan realitanya bahwa itu sulit, saya langsung terpikir: saya mau serial!"

"Apakah akan memungkinkan dalam bentuk serial? Bisa saja. Serial akan memberikan saya kesempatan untuk menunjukkan seutuhnya, sebagai seorang penulis, segalanya yang saya mau," lanjutnya, dikutip dari Onet.

365 Days/ 365 DniBukan hanya 365 Dni yang bakal diangkat ke layar lebar. Namun dua novel lanjutannya, Ten dzien (Today) dan Kolejne 365 Dni (365 Days More), juga disebut akan diangkat ke layar lebar. (dok. Ekipa via imdb)

Box Office

Blanka Lipinska tentu bisa berharap banyak terkait kelanjutan kisah ini. Meski mendapatkan cacian dan penilaian buruk, toh film ini terbilang sukses dari segi komersial.

Dalam laporan Box Office Mojo, 365 Days secara keseluruhan mampu menghasilkan US$9,4 juta kala rilis 7 Februari lalu. Sebanyak US$8,9 juta berasal dari Polandia.

Angka itu terbilang fantastis mengingat film ini dirilis di bioskop ketika pandemi Covid-19 yang membuat nyali semua studio besar Hollywood ciut dan urung merilis film.

Perolehan box office itu belum termasuk dari Netflix. Forbes pada 29 Juni lalu melaporkan bahwa film 365 Days memecahkan rekor di layanan streaming itu. 365 Days terus bertahan di posisi puncak pencarian dan terpopuler Netflix selama tiga hari akhir pekan pertama kala dirilis.

[Gambas:Youtube]

Kemampuan 365 Days yang terkenal karena viral di TikTok tersebut belum selesai.

Film sensasional ini ogah minggir dari puncak tangga popularitas platform tersebut. Forbes menyebut, film ini melakukan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya; 365 Days menjadi satu-satunya film yang berhasil merajai puncak popularitas Netflix dua kali.

Film 365 Days tercatat jadi nomor satu pada 10 Juni dan bertahan selama akhir pekan. Kemudian turun ke nomor dua kala film Da 5 Bloods karya Spike Lee rilis. Namun kembali ke nomor satu di pekan selanjutnya.

Bukan hanya di Amerika Serikat, film ini tercatat masuk daftar tiga teratas paling ditonton di Netflix Jerman, Arab Saudi, Lithuania, Swiss, Belanda, Belgia, Turki, Swedia, Austria, Republik Ceko, Yunani, Romania, Afrika Selatan, Portugal, Pakistan, Bangladesh, India, Uni Emirat Arab, Inggris Raya, Kanada, Israel, Selandia Baru, dan Malaysia.

[Gambas:Instagram]

Onet pun melaporkan, berkat sensasi filmnya, novel 365 Days kebanjiran pesanan untuk menerbitkannya dalam bahasa Inggris.

"Film kami adalah sebuah film erotis, dan fenomena dari buku saya menunjukkan ada jurang dalam topik ini," kata Lipinska.

"Buku saya, buku debutan dari yang tak bisa menulis, jadi buku terlaris di Polandia. Kritikus dan orang Polandia mencercanya, namun itu sampai ke diri mereka semua. Mengapa kita suka menonton acara realitas? Karena itu hiburan sederhana yang kita semua butuhkan." lanjutnya.

(end)