Mengenal #FreeBritney, Upaya 'Pembebasan' Britney Spears

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 00:39 WIB
LOS ANGELES, CA - DECEMBER 02: Singer Britney Spears performs onstage during 102.7 KIIS FM's Jingle Ball 2016 presented by Capital One at Staples Center on December 2, 2016 in Los Angeles, California.   Kevin Winter/Getty Images for iHeartMedia/AFP Para penggemar Britney Spears menyerukan FreeBritney karena idola mereka berada di bawah konservatori selama 12 tahun terakhir. (Kevin Winter/Getty Images for iHeartMedia/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tagar FreeBritney atau FreeBritneySpears kembali menggema di media sosial sejak beberapa hari lalu. Tagar tersebut adalah bukti kepedulian penggemar atas kondisi dan kemelut dalam hidup Britney Spears yang digemakan nyaris setiap tahun.

Tujuan tagar itu masih sama setiap tahunnya, yaitu para penggemar menuntut Britney Spears memiliki kebebasan untuk bertindak dan membuat keputusan atas pertimbangan dirinya sendiri.

Para penggemar menyerukan gerakan ‘pembebasan’ tersebut karena idola mereka berada di bawah konservatori selama 12 tahun terakhir.


Konservatori merupakan konsep hukum perwalian di Amerika Serikat berupa wali yang ditunjuk sesuai keputusan pengadilan atas seorang individu yang dianggap tak bisa membuat keputusannya sendiri.

Metro menyebut, biasanya konservatori ini ditujukan untuk mewakili kelompok lansia, rentan, atau menderita masalah kejiwaan serius seperti schizophrenia atau demensia.

Dalam kasus Britney, konservatori yang menyangkut urusan keuangan dan medis dipegang oleh ayahnya dan perwakilan yang ditunjuk oleh hukum.

Jutaan Dolar

Urusan keuangan yang ada di bawah kendali konservatori ini juga termasuk atas dana SJB Revocable Trust.

ET melaporkan, Britney Spears mengajukan SJB Revocable Trust pada 2004 untuk melindungi asetnya yang senilai berjuta-juta dolar dan dana untuk masa depan dua putranya.

Dana tersebut juga dibuat untuk “memegang dan mengelola aset keuangan materialnya selama masa hidup, dan menyediakan distribusi aset setelah kematiannya.”

Para penggemar percaya, konservatori atas Britney Spears tersebut membuat sang penyanyi kerap mengalami masalah tekanan dan kesehatan mental karena tak memiliki kebebasan atas hidupnya sendiri.

LAS VEGAS, NV - NOVEMBER 21: Singer Britney Spears arrives at a Christmas tree-lighting ceremony at The LINQ Promenade on November 21, 2015 in Las Vegas, Nevada.   David Becker/Getty Images/AFPBritney Spears mengajukan SJB Revocable Trust pada 2004 untuk melindungi asetnya yang senilai berjuta-juta dolar dan dana untuk masa depan dua putranya. (David Becker/Getty Images/AFP)

Bahkan, para penggemar yakin Britney Spears kerap memberikan kode meminta tolong dalam unggahan di media sosial.

Metro menyebut, sebuah petisi pernah diajukan para penggemar untuk membebaskan konservatori atas Britney Spears dan ditandatangani sekitar 134 ribu orang.

Gerakan FreeBritney pernah diwujudkan dalam dunia nyata melalui sebuah demo pada April 2019. Kala itu, sekelompok penggemar berdemo di depan Balai Kota West Hollywood untuk menuntut Britney dibebaskan dari fasilitas kesehatan.

Kala itu, sekelompok fan tersebut melakukan demo sembari membawa sejumlah poster bertuliskan #FreeBritney, "Hands off, Britney", dan "Justice for Britney".

Variety menyebut mereka yakin bahwa Britney Spears tengah dicegah membuat keputusan atas dirinya sendiri dan dipaksa masuk fasilitas kesehatan setelah mengalami sejumlah gangguan emosional.

Bukan hanya itu, para penggemar menuntut konservatori atas Britney dihapus karena dianggap sebagai cara untuk mengendalikan dan memanipulasi kehidupan pelantun Toxic tersebut.

Jelang Habis Berlaku

Britney Spears sendiri diketahui pertama kali ditempatkan di bawah konservatori sejak 2008 ketika menderita sejumlah gangguan mental secara bertuntun yang membuat dirinya menerima intervensi medis.

Konservatori Britney menunjuk James ‘Jamie’ Spears selaku ayah kandung dari sang biduan sebagai pemegang konservatori. Bukan hanya sebagai wali, Jamie juga mewakili Britney dalam urusan keuangan hingga urusan rekam jejak medis.

Namun kewenangan Jamie berakhir pada September 2019 setelah mengajukan petisi kepada pengadilan untuk memindahtangankan perwalian atas Britney, dengan pertimbangan masalah kesehatan mental sang penyanyi.

[Gambas:Instagram]

Seorang hakim menyetujui permohonan Jamie dan menunjuk Jodi Montgomery, manajer yang telah lama menangani Britney sebagai konservator baru hingga kini.

“[Montgomery] berhak memiliki kewenangan untuk berkomunikasi dengan perawat dan personel ahli medis lainnya perihal [Britney], dan memiliki akses untuk seluruh riwayat perawatan medis Britney dalam bentuk apa pun, baik diagnosis maupun pengujian,” tulis dokumen pengadilan dalam pengesahan Montgomery.

Pada awal 2020, konservatori atas Britney Spears diperpanjang hingga setidaknya 22 Agustus dan akan dikaji kembali ketika sudah masuk tenggat waktu tersebut.

Dengan tenggat waktu konservatori Britney yang tinggal sebulan lagi, para penggemar pun terus menggemakan tagar FreeBritney dengan harapan idola mereka akan kembali meraih kemerdekaan secara individu.

Infografis Timbul Tenggelam Karier Britney SpearsInfografis Timbul Tenggelam Karier Britney Spears (CNN Indonesia/ Astari Kusumawardhani)

(end)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK