Gelombang Dua Corona, Bioskop Barcelona Terpaksa Tutup Lagi

CNN Indonesia | Senin, 20/07/2020 17:21 WIB
Interior of empty dark cinema with rows of red seats with cup holders and popcorn. Concept of entertainment. 3d rendering toned image Ilustrasi bioskop. Kemunculan kasus Covid-19 gelombang kedua di Spanyol membuat Pemerintah Catalan menutup lagi bioskop di Barcelona, padahal baru kembali buka 26 Juni lalu. (Istockphoto/ismagilov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bioskop di Barcelona harus kembali ditutup karena gelombang kedua wabah virus corona. Penutupan terjadi kurang dari sebulan setelah bioskop di sana dibuka untuk pertama kali pada 26 Juni usai 'mati suri' akibat pandemi Covid-19.

Penutupan tersebut disampaikan Generalitat, pemerintah untuk wilayah Catalan, pada 18 Juli waktu setempat. Polisi Barcelona juga diwajibkan menutup sebagian besar kawasan pantai yang selama ini menjadi tempat favorit untuk berjemur sejak 19 Juli.

Keputusan pemerintah Catalan terkait penutupan bioskop berdampak pada sekitar 267 layar di 28 bioskop yang setara dengan 63 juta euro atau sekitar Rp1,06 triliun (1 euro= Rp16,9 ribu) bila mengacu pada box office 2019. Spanyol merupakan pasar film terbesar kelima di Eropa.


"Penutupan bioskop merupakan bencana," kata Camilo Tarrazon, Presiden Serikat Pekerja Pameran Catalan, seperti dilansir Variety.

Penutupan kembali bioskop, kata Camilo, bisa menghalangi distributor untuk merilis film-film terbaru mereka dalam waktu dekat. Padahal, kehadiran film baru merupakan salah satu cara untuk menghidupkan kembali bioskop yang terdampak pandemi.

Box office Spanyol baru saja mulai melihat pertumbuhan pasca lockdown lewat penayangan perdana Scoob! pada 15 Juli dan langsung mengantongi 107 ribu euro atau sekitar Rp1,8 miliar.

Penjualan itu membuat pendapatan kotor box office Spanyol meningkat 43 persen dibandingkan satu pekan sebelumnya.

Tak hanya itu, penutupan bioskop untuk yang kedua kali dianggap seperti memberikan sinyal kepada masyarakat bahwa bioskop merupakan tempat yang tidak aman.

"Padahal kami menerapkan langkah-langkah keselamatan dengan cermat. Sementara itu, rekreasi lainnya yang juga berakibat penularan dan infeksi seperti acara dan pesta di jalan juga masih diperbolehkan di Barcelona," tutur Camilo.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, Spanyol kini berada di posisi ke-12 negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia. Spanyol telah melaporkan 260.255 kasus dengan catatan 150.376 orang pulih dan 28.420 orang meninggal dunia.

[Gambas:Youtube]



(chri/end)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK