Keok di AS, Box Office Tenet Tertolong Pasar Internasional

Tim, CNN Indonesia | Senin, 14/09/2020 13:23 WIB
Kondisi box office Tenet di pasar AS tak sesuai harapan karena tercekik pandemi, namun terbantu dari pendapatan di pasar internasional. Kondisi box office Tenet di pasar AS tak sesuai harapan karena tercekik pandemi, namun terbantu dari pendapatan di pasar internasional. (dok. Warner Bros Pictures via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Film karya Christopher Nolan, Tenet dilaporkan telah tembus box office US$200 juta secara global, terbantu pendapatan dari luar negeri karena pasar domestik Amerika Serikat tercekik pandemi.

Film tersebut hanya mampu mendapatkan US$6,7 juta di pasar domestik Amerika Utara ketik pada pekan kedua perilisan. Angka tersebut terjun 29 persen dari angka pekan pembukaan.

Awalnya, Warner Bros selaku studio mengklaim film tersebut mendulang US$20 juta di pekan pembukaan. Namun Variety menyebut pengkajian mendalam menunjukkan angka itu lebih banyak berasal dari pemutaran pratinjau pada hari kerja dan akhir pekan panjang.


Faktanya, Tenet hanya mampu membuat debut US$9 juta pada pekan pertamanya.

Film Tenet dan Warner Bros juga menjadi sorotan setelah pihak studio berusaha melindungi pembahasan pendapatan film Christopher Nolan tersebut, terutama di ranah domestik Amerika Serikat.

Biasanya, pihak studio akan membagikan informasi box office secara harian, namun hal itu tak terjadi dengan film ini.

Variety melaporkan Warner Bros menaruh pertaruhan besar dengan merilis Tenet dan membuat film ini menjadi proyek besar yang rilis kala pandemi.

Akan tetapi, Variety menyebut pihak studio ingin memastikan media dan saingannya tidak memberikan konteks secara tidak adil atas hasil box office tersebut dan menyebutnya sebagai film gagal.

Pihak studio disebut mengetahui film tersebut akan memulai box office secara lambat karena pandemi, namun mereka jelas berharap bahwa film ini akan memiliki performa lebih baik di Amerika Serikat.

Namun performa Tenet yang di bawah ekspektasi membuat Warner Bros sadar dan akhirnya memutuskan untuk menunda film besar lainnya, Wonder Woman 1984, hingga akhir tahun.

Sebanyak 65-75 persen teater di Amerika Serikat telah dibuka. Namun pasar terbesar seperti Los Angeles, New York, dan San Fransisco masih tutup akibat pandemi.

Warner Bros mengatakan mereka optimis pendapatan Tenet akan membaik kala pasar kembali dibukan nantinya, terutama di lokasi-lokasi baru.

[Gambas:Youtube]


Tenet diketahui diputar di lebih dari 100 lokasi baru dibandingkan pekan lalu, dengan total lebih dari 2.910 bioskop di Amerika Serikat. Angka tersebut diharapkan akan bertumbuh seiring lebih banyak lagi kota yang mengizinkan pembukaan bioskop.

Sementara itu, penjualan tiket Tenet di pasar internasional mencapai US$177,5 juta dan US$207 juta secara global. Mengingat bujet produksi mencapai US$200 juta, pihak studio setidaknya harus mencapai US$400 juta untuk mencapai titik impas alias break even, dan US$450 juta untuk mencapai posisi pendapatan yang "aman".

Variety melaporkan Tenet berhasil mendulang US$10 juta di China, pasar film terbesar kedua di dunia, pada pekan lalu dan mendorong pendapatan film ini menjadi US$50 juta di negara tersebut.

Perolehan Tenet di China berada di urutan kedua setelah Mulan dan film perang lokal The Eight Hundred.

(end)

[Gambas:Video CNN]