Jejak Panas Kakek Sugiono di Industri Film Dewasa Jepang

CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 21:00 WIB
Aktor film dewasa Jepang, Shigeo Tokuda alias Kakek Sugiono, menjadi perbincangan karena fotonya terpampang dalam kolase dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Ilustrasi. (Istockphoto/Pagadesign)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktor film dewasa asal Jepang, Shigeo Tokuda, alias Kakek Sugiono tengah menjadi perbincangan karena fotonya terpampang dalam kolase dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Jauh sebelum menjadi sorotan di Indonesia, Kakek Sugiono sebenarnya tak pernah menyangka kehidupannya akan menjadi seperti sekarang ini.

Bila melihat ke masa lalu, Tokuda sebenarnya tidak sengaja menjadi aktor film panas. Pria yang lahir pada 1934 ini mulanya bekerja di perusahaan agen perjalanan yang bermarkas di Ibu Kota Jepang, Tokyo.


Semasa menjadi agen perjalanan, Tokuda kerap membeli video film-film dewasa. Ia membeli video itu langsung di kantor rumah produksi film.

Secara tidak sengaja, kegiatan itu mempertemukan Tokuda dengan sutradara dari salah satu rumah produksi yang membuat film dewasa. Sutradara itu menyarankan agar Tokuda membintangi film dewasa untuk kategori lansia.

"Ketika memulai, saya baru berusia 59 tahun jadi saya tidak benar-benar berperan untuk orang tua. Meski demikian, tidak banyak aktor seusia saya dalam bisnis ini dan berlanjut sejak saat itu," kata Tokuda seperti dilansir South China Morning Post, 2017 lalu.

Ia tidak langsung berhenti dari perusahaan perjalanan ketika mulai berkecimpung dalam industri film dewasa pada 1993. Tokuda baru benar-benar berhenti dari perusahaan perjalanan pada 2004, dan sejak itu sepenuhnya menjadi aktor film dewasa.

Sampai saat ini, Tokuda sudah tampil dalam kurang lebih 400 judul film dewasa. Pada 2004, ia mendapat penghargaan dari Guinness World Records sebagai aktor tertua yang bekerja dalam industri film dewasa.

Baginya, kesulitan menjadi aktor film dewasa adalah tidak diberikan informasi dari jauh hari sebelum syuting, berbeda dengan sang aktris. Ia sering kali diberi tahu cerita dan lawan mainnya setelah sampai di lokasi syuting.

"Setelah saya mengetahui apa yang harus dilakukan dan dengan siapa, saya harus mempersiapkan karakteristik aktris yang berbeda, mencari tahu apa yang membuat film ini berhasil dan detail yang diperlukan agar film ini sukses," kata Tokuda.

Selain itu, Tokuda juga mengaku kesulitan berkomunikasi dengan aktris muda yang berusia kisaran 20 tahun. Ia tidak tahu bahan pembicaraan dengan lawan main yang usianya terpaut jauh.

Karena itu, ia lebih nyaman beraksi dengan aktris berusia pertengahan 30 tahun sampai 50 tahun. Namun, tak banyak aktris di rentang usia tersebut yang masih aktif menjadi pemain film dewasa.

Director watching actors playing fight scene while shooting movie on stage setIlustrasi. (Istockphoto/EvgeniyShkolenko)

Namun, Tokuda tetap menekuni bidang tersebut. Setelah berkarier dalam industri film dewasa selama 27 tahun, Tokuda mengaku bangga dengan pekerjaannya. Setiap kali mendapat tawaran dalam film porno, ia selalu berusaha memberikan penampilan terbaik.

"Sangat menyenangkan untuk merasa diinginkan atas keterampilan yang saya miliki dan saya akan terus bekerja (dalam industri film dewasa) selama saya diinginkan," kata Tokuda.

Jepang sendiri merupakan negara yang terbuka dengan film dewasa. Regulasi pembuatan film dewasa diatur dengan ketat. Rumah produksi yang tidak mengikuti regulasi bisa mendapat sanksi.

Gambaran industri film dewasa Jepang bisa dilihat dalam serial Naked Director garapan Netflix yang diadaptasi dari kisah nyata. Selain industri film dewasa, serial itu juga memperlihatkan persaingan antar-produsen.

(adp/has)