Surat Pram Dibacakan Sang Cucu di Gala Premier Bumi Manusia

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 10/08/2019 19:25 WIB
Surat Pram Dibacakan Sang Cucu di Gala Premier Bumi Manusia Surat Pramoedya Ananta Toer untuk istrinya Maimunah Thamrin, saat masih ditahan di Pulau Buru dibacakan oleh sang cucu, Angga Okta Rahman sebelum pemutaran perdana film Bumi Manusia.(CNN Indonesia/ Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sepucuk surat yang ditulis sastrawan Pramoedya Ananta Toer untuk keluarga saat ditahan di Pulau Buru, dibacakan dalam acara gala premier Bumi Manusia di Surabaya Town Square, Jawa Timur, Jumat (9/8) malam.

Surat itu dibacakan cucu Pram, Angga Okta Rahman, tepat sebelum film dimulai pada pukul 21.00 WIB.

"Saya akan membacakan salah satu surat pak Pram untuk istrinya, Maimunah Thamrin, saat masih dalam pembuangan di Pulau Buru," katanya mengawali.


"Ma, aku minta perhatiannya yang sungguh-sungguh. Jangan sampai anak-anak tumbuh menyimpang, akan sia-sia kita punya anak. Karena itu, wajibkan anak-anak menulis buku harian setiap hari. Dan kau yang mengontrol tulisannya," tutur Angga membacakan surat sang kakek.

Dia melanjutkan, "Katakan pada mereka, kalau aku pulang aku akan memeriksanya. Aku sudah bisa mengetik lagi, kau bisa melihat pada surat ini, dan aku pun sedang menulis lagi. Semoga tidak dirampas."

Lebih lanjut, dalam surat itu Pram juga menanyakan pada sang istri tentang kondisi kediaman keluarganya yang disandera. Dia juga membahas tentang kebutuhannya selama di sana.

"Bagaimana rumah kita di Rawamangun utara, apakah sudah dikembalikan? Kau tak usah pikirkan aku. Hiduplah berbahagia dengan anak-anak. Bukankah sudah pernah kukatakan padamu, kamu harus berani. Kau pun tak perlu kirimi aku apa-apa. Kau tak usah memikirkan keperluanku. Pakaian ku mencukupi, pakaian luar hampir-hampir tak' pakai. Sebagian besar sudah ku berikan kepada kawan-kawan yang lebih membutuhkan. Kalau ada yang kuperlukan hanyalah obat-obatan dan vitamin. Itu saja."

Surat itu kemudian ditutup Pram dengan pesan kerinduan serta doa yang tak lepas dia panjatkan untuk keselamatan istri dan anak-anaknya.

"Cium untuk anak-anak dan sampaikan pada mereka, setiap akan tidur ku perlukan mengenang mereka dan berdoa untuk keselamatan mereka. Peluk cium untuk semua, dan kau sendiri," ucap Angga mengakhiri surat.

Selain pembacaan surat milik Pram, acara gala premier itu juga dimeriahkan penampilan Iwan Fals dan Once yang menyanyikan Ibu Pertiwi, lagu tema film Bumi Manusia.

Bumi Manusia merupakan buku pertama dari Tetralogi Buru karya Pram yang pertama kali diterbitkan oleh Hasta Mitra pada 1980. Buku ini ditulisnya ketika masih diasingkan di Pulau Buru bersama ribuan tahanan politik lain karena dicap sebagai komunis.

Bumi Manusia bercerita tentang Minke, salah satu anak pribumi yang sekolah di HBS. Pada masa itu, yang dapat masuk ke sekolah HBS adalah orang-orang keturunan Eropa. Namun Minke, selain anak seorang pesohor, juga pribumi yang pandai. Ia sangat piawai menulis.

Melihat kondisi di sekitarnya, Minke tergerak untuk memperjuangkan nasib pribumi melalui tulisan, yang menurutnya membuat suaranya tidak akan padam ditelan angin.

Selain tokoh Minke, buku ini juga menggambarkan seorang 'nyai' bernama Nyai Ontosoroh.

Pada saat itu, nyai dianggap sebagai perempuan yang tidak memiliki norma kesusilaan karena statusnya sebagai istri simpanan. Status seorang nyai telah membuatnya sangat menderita, karena ia tidak memiliki hak asasi manusia sepantasnya.

Nyai Ontosoroh sadar betul akan kondisi itu dan berusaha keras belajar agar dapat diakui.

Melalui buku, Pram juga menggambarkan kondisi masa kolonialisme Belanda pada saat itu. Ia memasukkan secuil demi secuil detail ke dalam tulisannya sehingga mirip dengan kondisi asli dan bisa dijadikan salah satu referensi sejarah meskipun fiktif.

Nantinya, dalam film Bumi Manusia, Ayu akan beradu akting dengan aktor dan aktris seperti Iqbaal Ramadhan, Mawar Eva de Jongh, Ayu Laksmi, Donny Damara, Jerome Kurnia, Giorgino Abraham, Bryan Domani, Christian Sugiono, Ciara Brosnan, dan Hans de Krekker.

Film yang naskahnya ditulis Salman Aristo itu dijadwalkan tayang bersamaan dengan film Perburuan, yang juga diangkat dari novel Pram, pada 15 Agustus mendatang.

(vws/vws)