Lingkungan Kerja Toksik, 'Ellen DeGeneres Show' Diinvestigasi

CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2020 14:30 WIB
WarnerMedia menggelar penyelidikan setelah menerima laporan mengenai rasisme hingga intimidasi di lingkungan kerja program Ellen DeGeneres Show. WarnerMedia menggelar penyelidikan setelah menerima laporan mengenai rasisme hingga intimidasi di lingkungan kerja program Ellen DeGeneres Show. (AFP/Kevin Winter)
Jakarta, CNN Indonesia --

WarnerMedia menggelar penyelidikan setelah menerima laporan mengenai rasisme hingga intimidasi di lingkungan kerja program Ellen DeGeneres Show.

Pihak perusahaan menyatakan bahwa mereka melibatkan serikat pekerja WarnerMedia serta pihak ketiga untuk mewawancarai staf hingga mantan karyawan tentang pengalaman selama berada di lokasi.

Variety melaporkan bahwa pengumuman penyelidikan ini tercantum dalam memo dari Executive Vice President Telepictures, Donna Redier Linsk dan Vice President of Human Resources WBTV, Donna Hancock Husband, dengan nama konsultan pihak ketiga tidak diungkap secara jelas.


Salah satu sumber yang tahu tentang dokumen tersebut mengungkap bahwa kedua perusahaan menggarisbawahi komitmen mereka untuk menyediakan lingkungan di mana karyawan dapat berkembang.

Isu ini pertama kali terkuak pada pertengahan Juli lalu, ketika BuzzFeed menerbitkan laporan yang menyebutkan bahwa banyak tindakan rasisme dan intimidasi di lingkungan kerja Ellen DeGeneres Show.

Buzzfeed ini membeberkan perilaku rasisme ini termasuk hinaan hingga lelucon dengan mengira dua karyawan perempuan kulit hitam bergaya rambut sama.

Kala itu, Produser Eksekutif The Ellen DeGeneres Show, yaitu Ed Glavin, Andy Lassner, serta Mary Connelly, langsung menyampaikan pernyataan mereka tentang tuduhan tersebut.

"Kami benar-benar patah hati dan menyesal mengetahui bahwa satu orang sekalipun dalam keluarga produksi kami memiliki pengalaman negatif. Ini bukanlah diri kami dan apa yang kami perjuangkan, dan juga bukan misi yang Ellen tetapkan untuk kami," demikian pernyataan mereka kepada BuzzFeed.

Pernyataan ini berlanjut, "Sebagai catatan, tanggung jawab Ellen dari hari ke hari sepenuhnya berada di tangan kami. Kami menanggapi semua ini dengan sangat serius dan menyadari bahwa kami perlu berbuat, berkomitmen, dan akan melakukan lebih baik, seperti yang dipelajari banyak orang di dunia."

April lalu, Variety juga melaporkan tentang kesulitan dan amarah para anggota kru akibat komunikasi buruk dan pemotongan gaji di tengah pandemi Covid-19. Namun kemudian, staf dilaporkan kembali menerima upah secara penuh.

(agn/has)


ARTIKEL TERKAIT