Penyair AS Louise Gluck Raih Nobel Sastra 2020

CNN Indonesia | Kamis, 08/10/2020 18:38 WIB
Penyair Amerika Serikat, Louise Gluck diumumkan menjadi penerima Nobel Sastra pada tahun ini. Penyair Amerika Serikat, Louise Gluck diumumkan menjadi penerima Nobel Sastra pada tahun ini. (AFP/Robin Marchant)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak Swedish Academy mengumumkan memberikan penghargaan prestise Nobel untuk bidang Sastra pada tahun ini kepada penyair asal Amerika Serikat, Louise Gluck.

"Nobel Sastra 2020 diberikan kepada penyair Amerika Louise Gluck atas 'suara puitis dengan keindahan yang sederhana membuat keberadaan individu menjadi universal'," kata pihak Swedish Academy dalam pengumumannya, Kamis (8/10).

Gluck sebelumnya memenangkan penghargaan Pulitzer pada 1993 berkat karyanya, The Wild Irish, dan the National Book Award pada 2014.


Lahir pada 1943, Gluck merupakan seorang profesor sastra Inggris di Yale University. Pihak Swedish Academy menggambarkan dirinya "mencari yang universal, dan dalam hal ini ia mengambil inspirasi dari mitos dan motif klasik, yang ada di sebagian besar karyanya."

Mereka mengatakan karya Gluck pada 2006, Averno, merupakan "koleksi para ahli, interpretasi visioner dari mitor turunnya Persefone ke neraka dalam momen penawanan Hades, sang dewa kematian."

Tahun lalu, pihak the Academy memberikan penghargaan Nobel Sasra kepada novelis Peter Handke yang mengundang banyak kritikan.

Kritikan dan hujatan datang karena Handke diketahui sebagai pendukung pemimpin Serbia, Slobodan Milosevic dalam perang Balkan dan menganggap enteng kasus kekerasan oleh tentara Milosevic.

Pihak the Academy menyebut pilihan tersebut dibuat semata-mata atas dasar kesusastraan tanpa melihat pertimbangan politik.

Penghargaan Nobel Sastra diberikan bersamaan dengan sebuah medali dan hadiah senilai 10 juta krona Swedia atau setara dengan Rp16,6 miliar.



Memenangkan Nobel Sastra, Louise Gluck mestinya menerima penghargaan tersebut dari Raja Carl XVI Gustaf dalam sebuah acara resmi di Stockholm pada 10 Desember mendatang.

Acara itu sendiri bertepatan dengan kematian ilmuwan Alfred Nobel pada 1896 yang membuat penghargaan ini dalam wasiat terakhirnya.

Namun acara pertemuan langsung tersebut telah dibatalkan pada tahun ini karena pandemi virus corona dan diganti dengan acara melalui televisi yang menunjukkan penerima penghargaan menerima plakat mereka di rumah masing-masing.

(AFP/end)

[Gambas:Video CNN]