Mengenang Akhir Slam Dunk yang Kontroversial

CNN Indonesia | Sabtu, 03/10/2020 15:11 WIB
Salah satu manga yang akhir ceritanya kontroversial adalah Slam Dunk, episode terakhir komik itu tepat hari ini. Ilustrasi Slam Dunk. (Dok. Toei Animation via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu manga yang akhir ceritanya kontroversial adalah Slam Dunk. Sebagian banyak yang menyayangkan akhir yang seperti tiba-tiba, sebagian menganggap akhir seperti itu justru membuat Sakuragi dan Rukawa seolah hidup abadi di dalam benak penggemarnya.

Membaca Slam Dunk adalah salah satu cara mendapat cerita yang mengharukan sekaligus komedi yang terus menerus dari volume-volume buku yang berjalan.

Slam Dunk menceritakan tentang sosok Hanamichi Sakuragi pertama kali rilis di Shonen Jump pada 1 Oktober dan berakhir sebagai sebuah manga di volume 31 pada 3 Oktober. Sakuragi diceritakan sebagai sosok jagoan sekolah sejak SMP.


Sakuragi punya kemampuan fisik yang luar biasa. Ia sama sekali tak menyukai basket hingga akhirnya Haruko membuatnya mengikuti klub basket di SMA.

Di SMA Shohoku, terdapat sosok Kaede Rukawa yang masuk kategori pemain super sejak SMP. Sakuragi yang tak sadar diri dan Rukawa yang bersosok dingin namun mengesalkan jadi perpaduan yang membuat komik ini penuh canda tawa.

Tiap karakter di Tim Shohoku juga sangat kuat. Takenori Akagi adalah sosok kapten yang sangat mencintai bola basket. Ia bisa hilang kendali hanya karena ada yang menghina basket.

Ryota Miyagi adalah point guard dengan kecepatan luar biasa. Ia termasuk anak berandalan di sekolah tetapi justru tak berkutik bila berhadapan dengan manajer tim basket, Ayako, sosok perempuan yang disukainya.

Sementara itu Hisashi Mitsui adalah sosok pemain bintang yang jatuh terpuruk karena cedera.

Karakter-karakter kuat ini yang membuat cerita Slam Dunk sangat layak dinikmati, diresapi, dan bahkan tetap menimbulkan tawa meskipun dibaca berulang kali.

Dengan cerita yang dibangun, Takehiko Inoue sebagai pengarang tidak langsung mengubah Sakuragi sebagai tokoh utama menjadi jenius basket seperti yang sering diklaim olehnya sendiri dalam waktu singkat.

Sakuragi yang memang punya bekal fisik luar biasa dibentuk jadi pemain yang jago rebound dan slam dunk, dua hal yang seolah alamiah ada pada diri pemain dengan fisik yang luar biasa.

Dengan kemampuan rebound, Sakuragi akhirnya bisa masuk tim inti Shohoku yang berisikan pemain-pemain yang jauh lebih hebat darinya. Namun kepercayaan diri Sakuragi yang berlebihan ini yang justru membuat cerita tim Shohoku menjadi sangat hidup.

Saat cerita Slam Dunk tengah panas dan seru-serunya, tiba-tiba komik volume ke-31 disebut sebagai volume terakhir Slam Dunk.

Di cerita itu, Shohoku sukses mengalahkan Sannoh Kogyo yang merupakan tim paling hebat di level SMA. Namun setelah menang dari Sannoh, Shohoku diceritakan secara off-screen bahwa mereka kalah telak dari Aiwa Gakuin karena kelelahan.

Cerita ditutup dengan Sakuragi yang bakal kembali ke basket setelah menjalani terapi cedera yang diperolehnya di laga lawan Sannoh. Selesai. Titik.

Ending Slam Dunk yang seperti ini yang kemudian menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar.

Perdebatan tersebut terus mengalir, dan mungkin tak akan berakhir selama Slam Dunk terus diperbincangkan.

Banyak pihak yang menyayangkan akhir cerita Slam Dunk. Cerita Slam Dunk seolah putus cinta saat sedang sayang-sayangnya. Slam Dunk seolah dihentikan tiba-tiba oleh Inoue ketika penggemar Slam Dunk sedang larut dan dibutakan oleh cinta mereka terhadap kehebohan Sakuragi dan kejeniusan Rukawa.

Slam Dunk berhenti ketika masih banyak pertanyaan di kepala, utamanya adalah soal sosok Hiroshi Morishige. Morishige diceritakan punya kekuatan sangat dahsyat yang bahkan membuat Sakuragi terpental.

Cerita tentang rencana duel Sakuragi vs Morishige yang tak berlanjut ini yang kemudian jadi salah satu perdebatan bahwa cerita Slam Dunk memang tak selayaknya usai di volume ke-31.

Namun sebagian penggemar menganggap cerita Slam Dunk sudah tepat dihentikan karena segalanya sudah terpenuhi. Sakuragi sudah membuktikan diri bisa bermain basket dan mengakhiri pertandingan lewat tembakan middle range shot yang susah payah dipelajarinya. Sakuragi sudah membuktikan bahwa ia benar-benar tulus menyukai basket, bukan lagi menyenangi basket demi mengejar Haruko.

Sakuragi juga sudah menunjukkan bahwa kolaborasi dengan Rukawa, bila itu dilakukan, bakal jadi kekuatan dahsyat untuk Shohoku.

Di mata mereka, akhir Slam Dunk adalah open ending dan bukan sad ending. Sepanjang tak ada chapter baru dari Slam Dunk, penggemar bebas membayangkan bagaimana kolaborasi dahsyat Rukawa dan Sakuragi di kelas dua dan seterusnya.

(ptr/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK