Pemilik Bar Musik di Iklan Kampanye Biden Dapat Ancaman

CNN Indonesia | Jumat, 23/10/2020 09:19 WIB
Pemilik bar musik yang tampil dalam iklan kampanye calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, menuai ancaman. Ilustrasi. (Unsplash/Desi Mendoza)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemilik bar musik yang tampil dalam iklan kampanye calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, menuai ancaman.

Rolling Stone melaporkan bahwa dampak ancaman tersebut begitu besar hingga akhirnya tim kampanye Biden terpaksa mencabut iklan kampanye tersebut dari YouTube.

Iklan menampilkan wawancara dengan pemilik kelab musik di Michigan bernama Blind Pig, Joe Malcoun. Ia bercerita betapa sulit mempertahankan bisnisnya di tengah pandemi Covid-19 karena tak dapat menggelar acara musik yang mengumpulkan banyak orang.


Ia kemudian menyatakan bahwa industri musik butuh bantuan pemerintah. Menurutnya, banyak bisnis musik yang terpaksa gulung tikar karena pemerintahan Donald Trump gagal dalam merespons pandemi Covid-19.

"Ini adalah ekonomi Donald Trump. Tidak ada rencana dan kalian tidak tahu bagaimana caranya untuk maju," ucap Malcoun.

Tak lama setelah iklan itu dirilis, banyak warganet dari kubu konservatif langsung melontarkan cacian dan ancaman terhadap Malcoun dan keluarganya.

Menurut mereka, bisnis musik di negara bagian tersebut mati karena kesalahan Gubernur Michigan, Gretchen Whitmer. Kader Partai Demokrat itu melarang perkumpulan di dalam ruangan tertutup demi mencegah penyebaran Covid-19.

Sebagian warganet juga menyoroti bahwa Malcoun sendiri merupakan investor dan wirausahawan yang sangat kaya.

Ia juga menerima warisan dari kakek istrinya yang merupakan investor real estate. Sebagian besar uang itu digunakan untuk merenovasi Blind Pig dan diinvestasikan di berbagai bisnis lain.

The New York Times melaporkan bahwa para warganet lantas melakukan "doxing" atau penggalian data pribadi terhadap Malcoun dan keluarganya.

Di tengah kisruh ini, tim kampanye Biden menyatakan, "Harga yang harus dibayar karena punya suara dalam proses politik kita seharusnya bukan ancaman. Namun, itulah yang diterima Joe Malcoun dan keluarganya."

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK