2021 Diprediksi Kering Drama Korea karena Pandemi Covid-19

CNN Indonesia | Selasa, 10/11/2020 17:09 WIB
Jumlah drama Korea pada 2021 diperkirakan akan berkurang akibat pandemi Covid-19 yang membuat produksi tayangan tersendat. Foto ilustrasi. (Istockphoto/Tero Vesalainen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah drama Korea pada 2021 diperkirakan akan berkurang akibat pandemi Covid-19 tahun ini yang membuat produksi tayangan tersendat.

Pengamat budaya Kim Heon-shik berpendapat bahwa kekurangan ini dapat berkaitan dengan biaya produksi drama Korea yang meningkat di tengah wabah virus corona.

"Karena pandemi virus yang masih terjadi, akan semakin sulit dan mahal untuk memproduksi drama Korea di televisi," kata Kim Heon-shik.


Lembaga penyiaran publik yang tidak memiliki studio produksi sendiri, seperti KBS dan MBC, diperkirakan hanya memiliki 10 drama tahun depan.

Angka ini terbilang kecil. Berdasarkan data industri pada 2019, rata-rata 12 drama ditayangkan di 10 saluran televisi Korea Selatan pada 2019.

Saat ini, baru beberapa serial tahun depan yang mendapatkan sorotan sejak 2020, seperti Jirisan yang akan dibintangi Jun Ji-hyun dan tayang di tvN, Vincenzo (Song Joong-ki), serta Kingdom: Ashin of the North (Netflix).

Pada pertengahan 2020, studio televisi dan penyiaran memang menunda produksi sejumlah drama dan acara lainnya ketika Korsel sedang gencar bertarung melawan virus corona.

Perusahaan hiburan besar Korea, CJ ENM, dan studio produksi drama, Studio Dragon, sempat menunda syuting drama yang tayang di saluran televisi OCN dan tvN selama satu pekan pada Agustus 2020. Hal serupa juga dilakukan KBS dan SBS.

Seperti dilansir Yonhap, penundaan proses syuting disebabkan peningkatan peraturan pemerintah terkait jaga jarak di tengah pandemi Covid-19.

Tak hanya itu, Kim Heon-shik juga menganggap jumlah drama Korea di televisi lokal berkurang karena banyak penonton yang mulai berpaling ke layanan streaming serta YouTube dalam mencari tontonan baru.

"Drama televisi yang diproduksi mahal dengan artis-artis besar tak lagi menjamin rating yang tinggi. Para bintang juga mulai lebih tertarik untuk tampil di layanan streaming yang disaksikan penonton lebih dari 100 negara," kata Kim Heon-shik.

[Gambas:Video CNN]

Ia mencontohkan drama It's Okay to Not Be Okay yang bertabur banyak bintang besar, seperti Kim Soo-hyun, salah satu aktor termahal di Korea Selatan.

Drama tersebut hanya mendapatkan rating rata-rata 4-6 persen setiap pekannya. Rating tersebut dinilai mengecewakan karena It's Okay to Not Be Okay merupakan drama pertama yang menampilkan Kim Soo-hyun setelah hiatus karena wajib militer.

Sementara itu, serial orisinal Netflix, seperti Kingdom seperti Extracurricular, mendapatkan perhatian penonton dari banyak negara karena tayang di layanan streaming global. 

(chri/has/bac)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK