Obama: Musik Rap Tingkatkan Dukungan Kulit Hitam untuk Trump

CNN Indonesia | Rabu, 18/11/2020 20:25 WIB
Mantan Presiden Barack Obama mengatakan bahwa citra yang dibentuk musik rap masa kini memicu peningkatan dukungan warga kulit hitam terhadap Donald Trump. Mantan Presiden Barack Obama mengatakan bahwa citra yang dibentuk musik rap masa kini memicu peningkatan dukungan warga kulit hitam terhadap Donald Trump. (Spencer Platt/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Presiden Barack Obama mengatakan bahwa citra yang dibentuk dalam musik rap masa kini memicu peningkatan dukungan warga kulit hitam terhadap Donald Trump dalam pemilihan umum Amerika Serikat.

Dalam wawancara khusus dengan The Atlantic, Obama mengatakan bahwa ia mulai menyoroti kecenderungan ini setelah melihat data terbaru mengenai dukungan warga kulit hitam dalam beberapa pemilu belakangan.

Obama kemudian mulai menyadari pergeseran konten rap masa kini yang kebanyakan hanya mementingkan harta dan perempuan.


"Saya harus mengingatkan diri sendiri bahwa ketika kalian mendengar musik rap, sekarang semuanya hanya membahas perhiasan berkilau, perempuan, dan uang," kata Obama.

Ia kemudian berkata, "Banyak video-video rap menggunakan tolok ukur kesuksesan yang sama dengan Donald Trump. Semuanya harus berlapis emas. Ini semua menyerap tanpa disadari dan mereka terisap ke dalam budaya tersebut."

Menurut Obama, kecenderungan ini memang mulai bergulir secara perlahan jika merujuk pada data-data yang tersaji di berbagai media.

Berdasarkan data terakhir NBC, Joe Biden meraup 80 persen suara warga kulit hitam dalam pemilu 2020 lalu. Angka tersebut turun dari perolehan Hillary Clinton yang mendapatkan 82 persen suara warga kulit hitam dalam pemilu melawan Trump pada 2016.

Angka Clinton sendiri sebenarnya sudah merosot dari dukungan warga kulit hitam terhadap Obama dalam pemilu 2008 dan 2012 yang mencapai 95 persen dan 87 persen.

"Amerika selalu punya sistem kasta, yaitu kaya dan miskin. Bukan hanya secara rasial, tapi juga ekonomi. Namun, tidak selamanya semua hanya berdasarkan warna kulit," ucap Obama.

Menjelaskan maksudnya, Obama berkata, "Ketika kalian menonton Lifestyles of the Rich and Famous, ada kesan bahwa kalian harus mendapatkannya atau kalian menjadi pecundang. Donald Trump merupakan wajah dari gerakan budaya tersebut yang meresap dalam di kebudayaan Amerika sekarang."

[Gambas:Video CNN]

Setelah The Atlantic merilis wawancara khusus ini, langsung muncul perdebatan di jejaring sosial. Sebagian warganet mendukung pernyataan Obama, sementara yang lain menganggap presiden kulit hitam pertama di AS itu terlalu kolot.

"Orang-orang mengatakan kepada Obama bahwa musik rap kontemporer memang berbeda. Orang ini berusia 60 tahun. Pengetahuan musik terbarunya sudah usang. Dia tidak mengerti apa yang dia katakan," kata salah satu warganet.

Seorang warganet lainnya mengatakan bahwa ia juga tidak setuju ketika ada yang mengatakan bahwa semua ini terjadi karena Obama tak melakukan apa pun untuk warga kulit hitam. Namun, ia juga tak setuju jika Obama menyalahkan musik rap dalam hal ini.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK