Media Sosial, Cara Cardi B Hindari Narkoba

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 04/12/2020 11:16 WIB
Cardi B mengaku bahwa kebiasaannya bersuara lantang di media sosial adalah caranya untuk tetap eling dan tak terjebak pada narkoba. Cardi B mengaku bahwa kebiasaannya bersuara lantang di media sosial adalah caranya untuk tetap eling dan tak terjebak pada narkoba. (Rob Kim/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cardi B mengaku bahwa kebiasaannya bersuara lantang di media sosial adalah caranya untuk tetap eling dan tak terjebak pada narkoba dan obat-obatan.

Hal itu diungkapkan Cardi B kepada Billboard terkait dengan label Woman of the Year dari majalah tersebut kepada dirinya untuk edisi tahun ini.

"Bila saya tak menyuarakan perasaan saya, saya mungkin bakal menggunakan obat-obatan," kata ibu satu anak ini. "Saya tak pakai narkoba, saya merokok rokok kecil di sana-sini, minum sedikit wine dan Hennessy, tapi narkoba tidak sama sekali,"


Pernyataan itu keluar ketika Cardi mengisahkan latar belakang sejumlah video dirinya yang kontroversial di media sosial, terutama kala membahas Pemilu AS 2020.

Cardi B mengaku bahwa pilpres yang dimenangkan oleh Joe Biden itu membuatnya cemas kala sebelum pemilihan yang dilaksanakan pada 3 November lalu.

"Saya sedang bersenang-senang dengan anak saya, namun kemudian saya melihat Instagram sana mulai gelisah," kata Cardi B.

[Gambas:Instagram]



"[Sebelum pemilihan] saya merasa yakin Biden akan menang. Kemudian Hari Pemilihan tiba, dan saya melihat banyak negara bagian merah [dimenangkan Donald Trump], titik," lanjutnya.

"Ini kejutan buat saya ketika mendengar orang di sekeliling saya bilang 'oh, gue enggak dukung Trump'. [Masalahnya] ada orang lain yang enggak berpikiran seperti kita. Jutaan orang tidak sepaham dan tidak mengerti apa yang dia [Trump] lakukan adalah salah dan mengapa saya amat gelisah karenanya," kata Cardi, dikutip dari Aceshowbiz.

Pada September lalu, Cardi B sempat dituntut oleh sejumlah pendukung Donald Trump. Bukan hanya Cardi B yang dituntut, tetapi juga saudaranya, Hennessy Caroline.

Kakak beradik itu dianggap menghina kelompok pendukung Trump dengan menyebut mereka sebagai orang-orang penuh rasisme.

Dalam surat tuntutannya, para pendukung Trump atas nama Peter Caliendo, Pauline Caliendo, dan Manuel Alarcon tersebut menjabarkan bahwa kasus ini bermula ketika mereka terlibat adu mulut dengan Cardi B dan Caroline di Hamptons pada awal September.

Cardi B sendiri dikenal sebagai pendukung rival Trump dalam pemilihan umum November mendatang, Joe Biden. Ia berharap Biden tidak seperti Trump yang kerap pura-pura peduli, padahal tidak.

"Saya rasa bila Trump menang lagi, saya akan benar-benar mengalami gangguan mental. Jujur, saya akan sedih dan menangis. Saya rasa semua orang akan begitu. Kami lelah," kata Cardi B.

Bahkan Cardi B menggunakan judul lagu kolaborasinya dengan BLACKPINK, Bet You Wanna, untuk menyindir Donald Trump agar memakai masker setelah Presiden Amerika Serikat itu mengumumkan terpapar virus corona.

(end)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK