Harry Terima Permintaan Maaf Soal Artikel Palsu

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 30/12/2020 06:10 WIB
Harry menerima pernyataan dari media Mail on Sunday berisi maaf dan pencabutan artikel yang membuat informasi palsu mengenai suami Meghan Markle itu. Harry menerima pernyataan dari media Mail on Sunday berisi maaf dan pencabutan artikel yang membuat informasi palsu mengenai suami Meghan Markle itu. (AFP/ADRIAN DENNIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harry menerima permintaan maaf dan pencabutan artikel dari media Mail on Sunday, setelah mantan anggota senior Kerajaan Inggris itu menggugat surat kabar itu soal informasi palsu terkait dirinya.

Diberitakan oleh ET, sebuah pernyataan dari Mail on Sunday menjabarkan bahwa pada 25 Oktober lalu, Pangeran Harry dilaporkan memiliki hubungan yang buruk dengan Angkatan Laut Kerajaan terkait dengan keputusan mundur dari militer pada awal tahun.

Atas kabar tersebut, pada awal Desember 2020, Harry menggugat media tersebut dan perusahaan penaungnya, Associated Newspaper Limited (ANL).


"Kami kini memahami bahwa Harry telah berkomunikasi secara pribadi dengan individu di militer, termasuk Angkatan Laut Kerajaan," kata pernyataan tersebut. "Kami meminta maaf kepada Pangeran Harry dan telah membuat donasi kepada the Invictus Games Foundation,"

Gugatan yang dilayangkan oleh Harry soal berita hubungan yang buruk dengan militer tersebut hanyalah satu dari sekian laga tarung dirinya dan istrinya, Meghan Markle, terhadap jaringan media itu.

Pasangan tersebut sebelumnya juga menggugat jaringan media itu atas lima artikel yang dirilis pada Februari 2019, termasuk penayangan surat bertulis tangan yang ditulis Meghan Markle kepada ayahnya, Thomas, setelah menikah dengan Harry pada 2018.

Pada April 2020, Harry dan Meghan Markle memblokir empat tabloid besar Inggris dengan alasan menuding mereka telah memuat berita yang "dikarang, salah, dan invasif tanpa alasan".

Media Inggris the Guardian dikutip AFP melaporkan bahwa pasangan tersebut mengirim surat kepada pemimpin redaksi the Sun, Daily Mail, Mirror, dan Express.

Dalam surat itu, Harry dan Meghan mengatakan "tak ada pembenaran dan tak akan ada keterikatan" dengan tabloid tersebut.

"Kebijakan ini bukan tentang menghindari kritik. Ini bukan menghentikan percakapan publik atau sensor pada laporan akurat," menurut salinan surat yang diklaim dari pasangan tersebut dan disebarkan oleh jurnalis Financial Times, Mark Di Stefano, di media sosial.

Meski begitu, Harry dan Meghan menyatakan mereka tak ingin digunakan sebagai "sumber ekonomi dari clickbait dan pengarangan."

"Duke dan Duchess of Sussex telah menyaksikan orang yang mereka kenal, serta orang asing, memiliki kehidupan yang terasingkan tanpa alasan yang jelas, selain fakta bahwa gosip yang nyeleneh meningkatkan pendapatan iklan," kata ahli publisis the Guardian.

(end)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK