Film Godzilla vs Kong Dijadwalkan Tayang Maret 2021

CNN Indonesia | Selasa, 19/01/2021 00:40 WIB
Pertarungan dua monster legendaris, Godzilla vs. Kong diperkirakan bisa disaksikan lebih cepat dari rencana. Pertarungan dua monster legendaris, Godzilla vs. Kong diperkirakan bisa disaksikan lebih cepat dari rencana. (Dok. Legendary Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pertarungan dua monster legendaris, Godzilla vs. Kong diperkirakan bisa disaksikan lebih cepat dari rencana. Hal itu disebabkan Warner Bros. mempercepat jadwal penayangan film tersebut dari Mei menjadi 26 Maret 2021.

Seperti dilansir Hollywood Reporter, film Godzilla vs. Kong bisa disaksikan di bioskop lokal dan HBO Max pada saat bersamaan. Kondisi itu menjadi hasil strategi baru Warner Bros. setelah terdampak pandemi Covid-19 hampir satu tahun.

Langkah itu pertama kali diberlakukan pada Wonder Woman 1984. Film itu dirilis di Amerika Serikat (AS) dan Kanada pada 25 Desember, bersamaan dengan perilisan di HBO Max.


Namun, Wonder Woman 1984 hanya tersedia di HBO Max selama satu bulan sejak perilisan. Kemudian film yang dibintangi Gal Gadot ini tayang di pasar internasional pada tanggal 16 Desember, termasuk Indonesia.

Sementara itu, Godzilla vs. Kong merupakan seri keempat dari semesta monster legendaris. Film ini akan dibintangi Alexander Skarsgard, Millie Bobby Brown, Rebecca Hall, dan Brian Tyree Henry.

Semesta monster ini sudah dilengkapi dengan kehadiran Godzilla (2004), Kong: Skull Island (2017), dan Godzilla: King of the Monsters (2019).

Dua film di awal waralaba, yakni Godzilla dan Kong: Skull Island, dinilai cukup sukses secara finansial. Godzilla mendapatkan sekitar US$524 juta dan Kong: Skull Island meraup US$566 juta.

Sayangnya, film ketiga dari waralaba tersebut, Godzilla: King of Monsters, tak sesukses pendahulunya. Film itu mendapatkan US$386,6 juta dari box office dunia. Hal itu dianggap mengecewakan untuk film dengan bujet US$200 juta.

Kendati demikian, ketiga film tersebut sukses besar di China. Secara keseluruhan waralaba tersebut telah meraup US$1,478 miliar di mana China merepresentasikan 26 persen dari pendapatan kotor global.

(chri/end)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK