Mesir Temukan Skrip Kuno, Diduga Contekan Firaun ke Alam Baka

CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2021 17:45 WIB
Para arkeolog di Mesir menemukan rangkaian naskah kuno dalam gulungan papirus berusia sekitar 3.000 tahun di areal penggalian situs pemakaman Saqqara. Peti mati kayu beserta naskah kuno Buku Orang-orang mati zaman Mesir Kuno ditemukan di Saqqara. (AFP/KHALED DESOUKI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para arkeolog Mesir menemukan rangkaian naskah kuno dalam gulungan papirus berusia sekitar 3.000 tahun di areal penggalian situs pemakaman Saqqara.

Sejumlah arkeolog seperti dilansir Live Science menduga rangkaian skrip itu merupakan semacam buku panduan orang yang sudah meninggal. Di antara skrip itu diduga merupakan contekan Firaun yang dimakamkan di makam tersebut.

Para arkeolog sebelumnya berhasil menemukan sejumlah peti mati di daerah pekuburan Saqqara, selatan Kairo.


Penggalian itu berhasil menemukan 54 peti mati kayu yang diduga berasal dari periode Kerajaan Baru Mesir. Dikutip dari Reuters, arkeolog terkenal Zahi Hawass mengungkapkan makam itu Saqqara merupakan pekuburan bagi Firaun Mesir, Teti.

Teti merupakan Firaun atau Raja dari dinasti keenam Kerajaan Mesir Baru. Di sampung iitu, ditemukan pula kuil pemakaman Ratu Neit di dekat piramida suaminya.

Dikutip dari Live Science, temuan yang cukup menarik arkeolog adalah gulungan papirus setinggi empat meter yang ditemukan di dalam liang kubur tersebut. Gulungan papirus yang sudah tak utuh itu ditengarai berisi Bab 17 Buku Orang-orang Mati.

Tujuan buku tersebut bagi kepercayaan Mesir Kuno merupakan petunjuk untuk membimbing arwah yang sudah mati termasuk Firaun menuju alam baka.

Tertulis pula Pwkhaef yang diduga merupakan nama dari pemilik gulungan papirus tersebut.

Para peneliti masih terus meneliti teks tersebut. Namun, skrip itu diduga terdiri dari pertanyaan dan jawaban, contekan bagi orang yang sudah meninggal menuju ke alam baka.

Temuan lain di kompleks pemakaman itu adalah papan permainan, kapak perunggu, patung Osiris, dan sejumlah mumi termasuk mumi wanita. Mumi tersebut diduga meninggal karena demam Mediterani yang menyebabkan demam berulang dan peradangan pada perut, persendian, dan paru-paru.

Sebuah kuil khusus untuk sesembahan kepada Dewa Anubis juga ditemukan di areal pemakaman itu.

(bac/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK