Pandemi Covid-19 Buat Box Office Jepang Anjlok 45 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 29/01/2021 13:50 WIB
Pandemi Covid-19 membuat pendapatan box office Jepang turun 45 persen pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya. Ilustrasi bioskop. (AFP/JUNG YEON-JE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi Covid-19 membuat pendapatan box office Jepang turun 45 persen pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya. Kendati demikian, angka itu membuat Jepang menjadi salah satu negara dengan box office terkuat yang bertahan di kala pandemi.

Berdasarkan data Motion Picture Producers Association of Japan (Eiren), box office Jepang sepanjang 2020 mendapatkan 143 miliar yen atau turun 45 persen dari pendapatan 2019 sekitar 261 miliar yen.

Comscore pada akhir Desember memperkirakan penerimaan negara-negara dengan box office besar akan anjlok 57-76 persen pada 2020. Namun, Jepang masih bertahan meski turun 45 persen.


Seperti dilansir Variety, alasan utama di balik kondisi itu adalah perilisan animasi hit Demon Slayer The Movie: Mugen Train yang menduduki puncak box office tahun ini dengan US$350 juta. Film itu menyumbang 25 persen dari penghasilan box office selama setahun.

Demon Slayer dirilis pertama kali pada Oktober 2020 di 403 layar jaringan bioskop Aniplex dan Toho di Jepang. Film tersebut sudah mengantongi US$100 juta hanya dalam 10 hari penayangan di box office lokal.

Film ini juga berhasil menggeser posisi Spirited Away sebagai film terlaris di Jepang sepanjang sejarah.

Pada Sabtu (27/12), film animasi garapan Haruo Sotozaki itu berhasil memecahkan rekor di box office Jepang dengan pendapatan sekitar US$302,3 juta atau senilai Rp4,2 triliun, pada pekan kesepuluh penayangan.

Selain Demon Slayer The Movie: Mugen Train, film asal AS Star Wars: The Rise of Skywalker juga dinilai sebagai penyelamat. Film yang baru tayang di Jepang pada awal 2020 tersebut mengumpulkan US$70 juta jauh sebelum pandemi dimulai dan berujung penutupan massal bioskop pada April 2020.

Sementara itu, Tenet yang menjadi salah satu film paling dinantikan pada 2020 hanya mengumpulkan US$27,3 juta. Film tersebut awalnya dijadwalkan rilis pada 17 Juli. Namun, pandemi membuat film terbaru Christopher Nolan itu baru tayang 18 September di Jepang.

Pemerintah Jepang tidak memiliki kewenangan penuh untuk menutup bioskop. Namun, hampir semua industri termasuk bioskop mengikuti kebijakan pemerintah dan bekerja sama menutup sementara usahanya demi meredam penyebaran virus corona.

(chri/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK