Uya Kuya Cerita Pengalaman Hidup-Mati Kena Covid-19

CNN Indonesia | Senin, 15/02/2021 13:15 WIB
Selebritas Uya Kuya berbagi cerita pilu saat ia dan dua anggota keluarganya menderita Covid-19 beberapa waktu lalu. Selebritas Uya Kuya berbagi cerita pilu saat ia dan dua anggota keluarganya menderita Covid-19 beberapa waktu lalu. (Detikcom/Veynindia E. Pardede)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selebritas Uya Kuya berbagi cerita pilu saat ia dan dua anggota keluarganya menderita Covid-19 beberapa waktu lalu.

Sambil bercucuran air mata, Uya dan istrinya, Astrid Khairunsha, berpesan agar pengalaman buruk yang mereka alami jadi pelajaran bagi yang lain.

"Jadi tanggal 10 Januari saya mengalami demam, enggak enak badan. Enggak tahu kenapa, saya berpikir udah kena Covid ini. Saya bilang ke Astrid," kata Uya mengawali ceritanya melalui video yang diunggah di kanal YouTube resminya, Minggu (14/2).


Saat mendengar kabar itu, Astrid tidak percaya karena mereka termasuk keluarga yang taat protokol kesehatan. Mereka juga melakukan swab PCR secara berkala setiap 10 hari hingga dua minggu sekali.

"Akhirnya, saya putuskan enggak syuting karena demam. Lalu kita swab, hasilnya positif," kata Uya.

"Saya juga CT Scan paru dan cek darah di rumah sakit. Hasil CT scan saya aman, lalu kita pindah apartemen buat isolasi mandiri."

Uya terus mengalami demam tinggi selama menjalani isolasi mandiri bersama Astrid. Hingga suatu malam, Astrid mendapati Uya dalam keadaan yang pucat dan berteriak-teriak seperti orang panik.

Astrid yang kebingungan hanya mampu memberikan obat penurun panas. Baru keesokan harinya, dokter datang bersama suster untuk memeriksa keadaan Uya.

Dokter pun menyarankan Uya untuk dibawa ke rumah sakit karena saturasi oksigen yang terus turun hingga di bawah 90. Namun, beberapa rumah sakit yang dituju menolak dengan alasan semua kamar perawatan pasien Covid-19 sudah penuh.

"Kita berdua bingung tuh. Sampai akhirnya, ada teman kita yang bantu masuk ke sebuah rumah sakit. Kita masuk, Alhamdulilah langsung dapat kamar. Gimana pas masuk rumah sakit gue enggak inget. Sampe akhirnya, gue membaik ternyata itu udah 5-6 hari, padahal gue ingetnya baru sehari," kata Uya.

Saat dirawat, Uya juga mengalami efek yang berbeda dari kebanyakan orang hingga membuatnya kesulitan untuk mendapatkan asupan makanan.

"[Covid-19] ini nyerangnya maag gue. Jadi gue eneg, tiap kali makan mau muntah, padahal orang Covid kan harus makan terus, jadi akhirnya makanan itu masuk lewat infus, obat juga lewat infus," kata Uya.

Kehadiran Astrid yang ikut dirawat karena positif Covid-19 membuat Uya sedikit tenang.

"Karena aku juga kena [Covid] jadi dokter nyaranin aku dirawat juga. Dokter bilang Mas Uya sama Mbak Astrid dirawat berdua, jadi bisa saling menjaga," kata Astrid.

Ibu dua anak ini pun menyaksikan pengalaman yang buruk selama berada di satu ruangan dengan Uya Kuya.

"Uya kan dipasang oksigen. Pas saturasi turun, alatnya bunyi. Nah, tiap malam aku enggak bisa tidur karena setiap dia tidur, saturasi oksigen dia turun terus. Kalau udah gitu, aku panggil suster," kata Astrid.

Astrid bahkan masih ingat momen saat dokter begitu panik dan terus menerus mengecek karena saturasi oksigen suaminya selalu turun.

"Jadi, buat yang isolasi mandiri, kalian coba beli alat oksigen, pengukur saturasi oksigen. Jangan sampe di bawah 90 karena banyak yang isolasi mandiri, tapi mereka enggak tahu kadar oksigennya turun dan sampai akhirnya dibawa ke rumah sakit, telat," kata Uya.

Perjuangan Uya dan Astrid untuk sembuh semakin berliku saat mengetahui dua asisten yang merawat anak mereka, Nino dan Cinta, juga dinyatakan positif Covid-19. Uya dan Astrid menangis saat mengetahui kedua anaknya harus tinggal tanpa pengawasan orang dewasa.

Cobaan Uya dan Astrid semakin berat saat Nino juga dinyatakan positif Covid-19 sehingga menyisakan Cinta tinggal di apartemen seorang diri.

"Bayangin, anak sekecil itu mesti tinggal tanpa orang tua. Astrid juga enggak bisa sering-sering cek kondisinya karena fokus sama gue," ujar Kuya sambil berurai air mata.

Situasi itu bahkan sempat membuat kondisi kesehatan Uya turun karena memikirkan nasib Cinta, terlebih ia sudah menyiapkan kejutan ulang tahun untuk anaknya yang akan menginjak usia 17 pada 2 Februari itu.

[Gambas:Youtube]

Selagi Nino dan dua karyawan menjalani isolasi mandiri, Uya dan Astrid terus memberikan semangat untuk Cinta agar tidak takut tinggal sendiri.

Melihat Cinta gigih dan tidak cengeng, serta Nino yang juga mandiri untuk sembuh, Uya dan Astrid pun semangat agar dapat cepat kembali.

Hingga di hari kesembilan tinggal di rumah sakit,Uya dan Astrid akhirnya diperbolehkan pulang. Namun, ia harus melakukan isolasi mandiri sebelum bertemu dengan kedua buah hati mereka.

Meski sudah sembuh, Uya juga masih mengeluh sesak napas ringan, dan sesekali gemetaran. Kejadian ini membuat Uya dan Astrid banyak memetik hikmah dan berpesan kepada masyarakat untuk tidak menyepelekan Covid-19.

"Ini [Covid-19]penyakit yang kejam. Ini enggak kayak yang orang-orang bilang yang biasa-biasa aja, 'Ah, ini penyakit Covid bisa [disembuhkan], tinggal isolasi mandiri di rumah, tapi itu buat orang tanpa gejala. Nah, tapi buat yang tanpa gejala juga hati-hati, lho," kata Uya.

Di akhir videonya, Uya dan Astrid kembali mengingatkan agar semua yang menonton selalu taat pada protokol kesehatan terutama rajin memakai masker.

Uya juga ikut mendukung langkah stasiun TV nasional yang mulai mewajibkan seluruh pemain dan kru di studio untuk selalu mengenakan masker.

(Tim/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK