Koalisi Seni Respons Dorongan DPR Gelar Konser Lagi

CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 06:30 WIB
Sejumlah koalisi pekerja seni buka suara mengenai dorongan DPR untuk kembali menggelar konser seiring dengan antusiasme warga mengikuti vaksinasi Covid-19. Ilustrasi. (Unsplash/Desi Mendoza)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah koalisi pekerja seni buka suara mengenai usulan DPR untuk kembali menggelar konser seiring dengan antusiasme warga mengikuti vaksinasi Covid-19.

Manajer Komunikasi Koalisi Seni, Bunga Manggiasih, mengatakan bahwa jika usulan tersebut memang akan dijalankan, semua harus dilakukan bertahap dengan pertimbangan matang.

"Sebaiknya jangan langsung diselenggarakan atau diperbolehkan semua. Perlu ada uji coba, entah itu di tempat milik pemerintah seperti taman budaya, semacam Jakarta Salihara, atau Mbloc," kata Bunga kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (2/3).


Tak hanya itu, Bunga menilai pemerintah juga perlu memantau secara ketat pelaksanaan konser tersebut jika memang akhirnya terlaksana, mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga indikator lain di lapangan.

"Selama ini juga agak kucing-kucingan, ya. Sudah banyak teman-teman seniman pertunjukan yang sudah melakukan kegiatan lagi walaupun secara resmi tidak diperbolehkan. Nah, daripada dilarang tapi colong-colongan, memang lebih baik diperbolehkan tapi dipantau," kata Bunga.

Selain memantau, pemerintah juga perlu menyediakan perlengkapan terkait kesehatan lainnya, seperti hand sanitizer, masker, dan informasi yang jelas agar warga dapat dapat menaati protokol kesehatan.

"Setelah uji coba, [tunjukkan] hasilnya bagaimana, dan jika hasilnya buruk, banyak penyebaran setelah dilakukan tracing, tentu lebih baik dipertimbangkan lagi," ujar Bunga.

Selain isu soal ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai di lokasi, Bunga juga menyoroti tata tertib massa di area konser.

"Satu concern lagi, kalau dari dari pekerja seni lebih bisa dipantau, tapi kalau penonton kan susah. Sebelum pandemi saja penonton ada yang masukin senjata tajam dan rokok ke konser, apalagi sekarang kalau misalnya mereka lepas masker gitu gimana? Apa ada sanksinya? Jadi dilematis," ujar Bunga.

"Belum soal jarak. Kalau ada kursinya lebih mudah diatur, tapi kalau kursinya enggak dipaku, masih bisa dipindahin. Nah, kalau misal diciduk, malah drama, viral."

Namun Bunga tidak menampik bahwa sudah ada negara yang telah mengizinkan konser di tempat terbuka. Ia mencontohkan Jepang yang telah membuka konser dengan memasang kursi untuk penonton.

Namun, warga Jepang tidak bisa disamakan dengan kondisi masyarakat di Indonesia yang belum sepenuhnya menerapkan budaya tertib aturan.

Ilustrasi konser musikIlustrasi. (Pixabay/dantetg)

Bunga melontarkan pernyataan ini untuk menanggapi usulan Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda yang mendorong industri kreatif, khususnya seni pertunjukan seperti konser musik, kembali dibuka.

Syaiful mendorong penyelenggaraan kembali konser setelah melihat antusiasme warga untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Selain itu, menurut Syaiful, Indonesia juga sudah berhasil menekan penularan Covid-19.

"Kami mendukung kembali bergeraknya Industri kreatif di tanah air seiring tingginya antusiasme vaksinasi Covid-19 dan terus menurunnya kasus aktif dalam beberapa minggu terakhir," kata Huda dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/3).

(nly/has/has)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK