RONA BUDAYA

Joseon, Periode Emas Kerajaan Korea Referensi Sinema

CNN Indonesia | Minggu, 21/02/2021 11:06 WIB
Joseon menjadi dinasti yang paling sering diadaptasi dalam pembuatan drama dan film Korea Selatan, yang terbaru adalah Mr. Queen. Istana Kyeongbokgung dari Dinasti Joseon. Joseon menjadi dinasti yang paling sering diadaptasi dalam pembuatan drama dan film Korea Selatan, yang terbaru adalah Mr. Queen. (AFP/KIM JAE-HWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Joseon menjadi dinasti yang paling sering diadaptasi dalam pembuatan drama dan film Korea Selatan dalam hal ini adalah sageuk, yang terbaru adalah Mr. Queen. Joseon merupakan dinasti Konfusianisme terakhir dan yang paling lama berkuasa di Korea.

Tak hanya itu, Joseon juga menjadi dinasti yang memiliki catatan sejarah paling lengkap dibandingkan dinasti-dinasti lainnya. Riwayat seluruh raja Dinasti Joseon dari 1397-1910 tercatat lengkap hingga masuk Memory of the World UNESCO.

Mereka ialah Taejo, Jeongjong, Taejong, Sejong, Munjong, Danjong, Sejo, Yejong, Seongjong, Yeonsangun, Jungjong, Injong, Myeongjong, Seonjo, Gwanghaegun, Injo, Hyojong, Hyeonjong, Sukjong, Gyeongjong, Yeongjo, Jeongjo, Sunjo, Heonjong, Cheoljong, Gojong, dan Sunjong.


Dalam periode ini pula, menurut Korean Culture and Information Service (KOCIS), banyak temuan penting nan bersejarah mengubah Korea. Salah satunya adalah alfabet Korea (hangeul) yang dibuat Raja Sejong.

Awal Mula Joseon

Menjelang akhir abad ke-14, Goryeo berada dalam situasi sulit akibat masalah internal dan eksternal. Jenderal Yi Seong-gye menjadi populer karena berhasil mengusir penjajah asing. Dia menggulingkan Dinasti Goryeo dan mendirikan dinasti baru, Joseon.

Sebagai Raja Taejo pertama Joseon, ia memilih Hanyang atau yang sekarang disebut Seoul, menjadi ibu kota dinasti baru karena dinilai menguntungkan berdasarkan prinsip feng shui. Ibu kota baru itu juga mudah diakses karena Sungai Han (Hangang) mengalir langsung ke tengah kota.

Di bawah kepemimpinannya, Istana Gyeongbok, kuil Jongmyo, jalan, dan pasar-pasar dibangun.

People dressed in traditional Joseon dynasty uniforms attend a Cultural Properties Administration's reappearance ceremony in Changgyeong Palace in Seoul on 21 October 2001.  This is an annual cultural ceremony to show traditional loyalty to the king in days past. AFP PHOTO (Photo by KIM JAE-HWAN / AFP)Ilustrasi masyarakat Korea dengan pakaian tradisional era Joseon. Joseon menjadi dinasti yang memiliki catatan sejarah paling lengkap dibandingkan dinasti-dinasti lainnya. (AFP/KIM JAE-HWAN)

Seperti yang terlihat dalam banyak drama, orang-orang terutama dalam Kerajaan saat hendak keluar dan masuk kawasan kerap menunjukkan tanda pengenal atau yang disebut hopae.

Sistem itu diterapkan Raja Taejong, raja ketiga sekaligus anak pendiri dinasti, untuk mengetahui populasi dan menstabilkan sistem pemerintahan terpusat.

Raja Taejong juga membentuk badan eksekutif yang disebut Enam Kementerian Joseon: Personalia (Ijo), Perpajakan (Hojo), Ritus (Yejo), Urusan Militer (Byeongjo), Hukuman (Hyeongjo), dan Pekerjaan Publik (Gongjo), yang harus melapor langsung kepada raja.

Kegemilangan Joseon

Kepemimpinan kemudian dilanjutkan Raja Sejong, putra Taejong. Dalam kepemimpinannya, Dinasti Joseon berada di era kemakmuran politik, sosial, dan budaya yang kuat.

Para cendikiawan di Jiphyeonjeon (Hall of Worthies) mengembangkan kebijakan yang kuat dan efektif.

Jiphyeonjeon merupakan lembaga ilmu pengetahuan yang menghimpun para sarjana, ahli, cendekiawan dalam dinasti ini. Lokasinya terletak di kompleks Istana Gyeongbok.

Raja Sejong pula yang kemudian membuat alfabet Korea (hangeul) pada 1443 dan diresmikan menjadi sistem penulisan nasional pada 1446. Selama berabad-abad, orang Korea selalu menggunakan aksara China Tradisional.

Cerita kegemilangan Joseon bersambung ke halaman berikutnya..

[Gambas:Video CNN]



Cerita Hangeul dan Pengaruhnya pada Budaya

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK