Salvator Mundi Disebut 'Terancam' di Perahu Pangeran Salman

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 18:40 WIB
Lukisan Salvator Mundi karya Leonardo da Vinci disebut pernah dipajang di perahu milik Pangeran Salman selama beberapa tahun. Lukisan Salvator Mundi karya Leonardo da Vinci. (AFP PHOTO/Drew Angerer/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lukisan Salvator Mundi karya Leonardo da Vinci yang terjual US$450 juta pada November 2017 lalu dilaporkan dibeli oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Bukan hanya itu, lukisan tersebut juga disebut dalam ancaman.

Sejak dibeli oleh pembeli misterius pada 2017, The Wall Street Journal baru-baru ini memberitakan bahwa lukisan termahal itu ternyata selama ini digantung di perahu superyacht setinggi 134 meter milik Salman, Serene, hingga akhir 2020.

Serene merupakan salah satu kapal pesiar pribadi terbesar di dunia. Kapal seharga US$600 juta itu dibeli Putra Mahkota pada 2016 dari taipan vodka asal Rusia.


Keputusan Salman menggantung Salvator Mundi di perahunya dinilai amat membahayakan lukisan tersebut. Konservator seni, Steven Erisoty, menjelaskan air laut yang mengelilingi kapal pesiar jadi ancaman bagi lukisan berusia 500 tahun tersebut.

"Lukisan itu kompleks, struktur berlapis, dan lebih baik di tempat yang stabil. Lukisan itu sebenarnya sudah tidak stabil," kata Erisoty mengacu pada upaya restorasi sebelumnya, seperti dilansir Middle East Eye.

Dia juga mengingatkan kalau lapisan kayu dan pigmen cat lukisan tersebut bisa rusak apabila terus menerus mengalami suhu yang berfluktuasi saat berada dalam kapal pesiar tersebut.

Menurutnya, lukisan itu lebih baik dipajang dalam ruangan dengan suhu dan kelembapan yang selalu terkontrol dan ketat.

Pada 2021, lukisan tersebut dikabarkan telah dipindahkan ke lokasi rahasia setelah kapal Serene dipindahkan ke galangan kapal Belanda untuk pemeliharaan.

Salvator Mundi di Tengah Prancis-Saudi

Selain dilaporkan dalam bahaya, lukisan Salvator Mundi rupanya pernah berada dalam ketegangan dua negara: Prancis dan Arab Saudi.

Sederet kurator Prancis dilaporkan bekerja selama satu dekade untuk mempersiapkan pameran besar untuk memperingati 500 tahun kematian Leonardo da Vinci pada 2019 lalu.

Akan tetapi, lukisan Salvator Mundi yang menjadi karya termahal itu sama sekali tak terlihat sepanjang pameran.

Beberapa pertanyaan muncul kala itu, mulai dari kemungkinan Museum Louvre tak mengakui lukisan itu bukan karya Leonardo atau Putra Mahkota Mohammed bin Salman tak mau menyertakannya dalam pameran.

Visitors wait to see the Leonardo da Vinci's painting Mona Lisa, in Paris, Monday, July 6, 2020. The home of the world's most famous portrait, the Louvre Museum in Paris, reopened Monday after a four-month coronavirus lockdown. (AP Photo/ Thibault Camus)Pengunjung Museum Louvre antre melihat Mona Lisa. (AP/Thibault Camus)

The New York Times baru-baru ini melaporkan seluruh dugaan itu tak benar. Putra Mahkota disebut telah mengirimkan Salvator Mundi ke Louvre pada 2018. Tim ilmuwan Prancis pun telah melakukan pemeriksaan forensik berminggu-minggu.

Namun pada akhirnya, lukisan tersebut tak jadi dipamerkan. Terlepas dari berbagai dugaan yang telah beredar, penyebab sesungguhnya disebut New York Times adalah ketidaksepakatan atas permintaan pihak Salman untuk menempatkan lukisan itu di sebelah Mona Lisa.

Selama ini, lukisan Mona Lisa dikenal memiliki ruangan pamerannya sendiri tanpa ada lukisan lain di sekitarnya.

Pihak Museum Louvre menganggap Mona Lisa tidak bisa dipindahkan atau pun ada lukisan lain di sampingnya. Hal ini didasarkan bahwa lukisan itu memiliki pengamanan yang tinggi dan begitu banyak perhatian serta kerumunan besar di sekitarnya.

Menteri Kebudayaan Prancis kala itu selama berminggu-minggu disebut mencoba menengahi keadaan dengan membuat Salvator Mundi bisa berada lebih dekat dengan Mona Lisa. Namun usaha itu tak membuahkan hasil.

(chri/end)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK