Sederet momen kemenangan terbaik tercipta, namun ada pula hal buruk hingga ter-enggak jelas terjadi di Oscar 2021. (Robyn Beck / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --
Oscar 2021 rampung digelar pada Senin (26/4) siang waktu Indonesia. Sederet momen kemenangan terbaik tercipta, namun ada pula hal buruk hingga terabsurd terjadi di ajang penghargaan tertinggi perfilman tahun ini tersebut.
Dalam Oscar 2021, Nomadland berhasil membawa pulang trofi paling utama dalam ajang ini: Best Picture. Bukan hanya itu, film ini juga menjadi film dengan kemenangan terbanyak dalam ajang tahun ini.
Terlepas dari kemenangan besar Nomadland, sejumlah kebingungan terjadi pada tahun ini. Terutama, ketika pengumuman Best Actor oleh Joaquin Phoenix yang diatur di bagian akhir acara menggantikan kategori Best Picture.
Penonton tak akan percaya dengan akhir kalimat dari Phoenix mulai menyebut "and the Oscar goes to..". Alih-alih nama mendiang Chadwick Boseman atas perannya dalam Ma Rainey's Black Bottom yang dielu-elukan meraih kategori tersebut, justru piala Oscar jatuh pada Anthony Hopkins yang bahkan tak datang di acara tersebut.
Dunia maya pun riuh dengan akhir 'enggak jelas' dari Oscar 2021. Editor televisi LA Times, Matt Brennan bahkan membandingkan acara ini dengan Game of Thrones.
Berikut sejumlah momen terbaik, terburuk, dan paling membingungkan dari Oscar 2021.
Terbaik: Kemenangan 'Nenek' Minari
Kemenangan Youn Yuh-jung sebagai Soon-ja, nenek keluarga Yi dalam Minari, menjadi yang terbaik dan mengundang gelak tawa dalam Oscar 2021. Ia memecahkan rekor sebagai aktor Korea pertama yang berhasil membawa pulang Oscar.
Ketika namanya diumumkan sebagai pemenang, Youn Yuh-jung tampak tak percaya. Bahkan hingga di atas panggung. Namun hal yang membuat tertawa datang setelahnya, ketika ia menyapa Brad Pitt yang juga sebagai eksekutif produser dari Minari.
"Tuan Brad Pitt, akhirnya. Senang bertemu dengan Anda. Di mana Anda ketika kami syuting?" kata Youn Yuh-jung yang disambut gelak tawa nomine lainnya.
"Sebuah kehormatan bertemu dengan Anda," lanjutnya sembari tersipu-sipu.
Dalam pidato kemenangannya, Youn Yuh-jung dengan rendah hati mengucapkan rasa syukurnya bisa memenangkan Oscar dan menyebut bahwa tak ada kompetisi dalam nominasi Oscar. Setiap nomine adalah pemenang dari masing-masing film, katanya.
"Namun saya lebih beruntung dari kalian," katanya yang membuat undangan tertawa.
Momen terbaik dari Oscar 2021 juga datang ketika Daniel Kaluuya berhasil memenangan Best Supporting Actor untuk Judas & The Black Messiah.
Kaluuya mewujudkan keinginan produser Oscar 2021 yang sengaja memperpanjang momen pidato kemenangan para pemenang demi menunjukkan sebuah cerita yang menyentuh alih-alih hanya sekadar menyebutkan nama.
Kaluuya mengisahkan bagaimana para pemain di Black Panther (2018) membantu dirinya untuk mencintai dirinya sendiri. Hal itu yang kemudian membuat dia terus mengembangkan dirinya sendiri.
Namun cerita personal Kaluuya agaknya terlalu jauh. Ketika dirinya berusaha mengajak undangan untuk ikut merayakan kehidupan, ia mencontohkannya dengan ibu dan ayahnya sendiri. Kebetulan, sang ibunda dan saudarinya hadir di ruangan tersebut.
"Kita harus merayakan kehidupan, bung. Kita bernapas. Kita berjalan. Ini menakjubkan. Ini menakjubkan. Seperti ketika ibu saya bertemu ayah saya, mereka berhubungan seks! Itu luar biasa! Makanya saya di sini!," kata Kaluuya yang disambut tawa penonton.
Ketika Kaluuya membocorkan rahasia dapur orang tuanya sendiri itu, kamera sedang menyoroti sang ibunda yang kebingungan dan saudarinya yang tak percaya Daniel Kaluuya bisa membahas masalah ranjang di atas podium Oscar.
Meski sejumlah pidato kemenangan para aktor dan aktris bisa mengundang tawa, namun Oscar 2021 ini sejatinya kekurangan bahan komedi yang biasanya rajin disiapkan penyelenggara.
Sejumlah momen jenaka pernah terlahir dari ajang Oscar. Ambil contoh kelakuan Ellen DeGeneres beberapa tahun lalu, mulai dari membagi-bagikan piza hingga swafoto bersama-sama.
Atau pada tahun lalu, sejumlah gimmick seperti aksi James Corden mengenakan kostum kucing yang membuat suasana menjadi tidak terlalu 'kaku'.
Tapi tahun ini, produser tampaknya ingin membuat Oscar yang terasa seperti perenungan akan esensi para sineas terjun ke dunia film.
Permintaan untuk para pemenang menceritakan kisah mereka di atas panggung dan memperpanjang durasinya tanpa mengimbangi unsur hiburan yang lain benar-benar membuat Oscar tahun ini lebih serius dibanding sebelumnya.
Terburuk: Kurang Musik
Satu hal yang membuat Grammy Awards masih terasa menyenangkan adalah karena ada pertunjukan musik dari para nominenya. Oscar sebenarnya juga punya trik yang sama, namun tahun ini berbeda.
Pihak produser Oscar 2021 memutuskan untuk memindahkan penampilan musisi di sesi pra-acara utama. Di sana, sejumlah musisi tampil, mulai dari Molly Sanden hingga H.E.R.
Padahal, selain selipan-selipan komedi, Oscar akan terasa lebih menghibur karena pertunjukan musik. Seperti aksi Lady Gaga dan Bradley Cooper pada Oscar 2019 lalu yang bikin baper penonton.
Akhir Oscar memang kadang membingungkan, namun kali ini benar-benar bikin bengong. Keputusan produser memindahkan pembacaan Best Picture lebih dulu dibanding Best Actor sebenarnya jadi keheranan yang pertama.
Biasanya, Best Picture sebagai hadiah tertinggi dalam Oscar dibacakan paling akhir sekaligus penutup juga puncak acara. Sebelum Best Picture, akan ada Best Actress dan diikuti Best Actor.
Namun keputusan merombak susunan pembacaan ini bisa dipahami sebagai bumbu dinamisasi dalam pelaksanaan ajang Oscar.
Apalagi, banyak pihak sudah menduga bahwa mendiang Chadwick Boseman akan membawa pulang piala sebagai penghormatan, sehingga biar lebih 'mantap', sesi itu ditempatkan di akhir. Semua berubah ketika Joaquin Phoenix membacakan pemenang Best Actor.
Pengumuman Anthony Hopkins sebagai Best Actor jelas menegaskan akhir acara yang anti klimaks. Oscar 2021 bukan hanya ditutup dengan akhir yang hambar, melainkan juga menimbulkan pertanyaan besar atas kemenangan Anthony Hopkins dan penghormatan terhadap Chadwick Boseman.
Akhir Oscar 2021 jelas lebih absurd dibanding ketika kesalahan pembacaan pemenang Best Picture pada Oscar 2017 oleh Warren Beatty dan Faye Dunaway. Sekadar pengingat, kala itu La La Land diumumkan sebagai pemenang namun kemudian diralat karena salah amplop dan Moonlight disebut sebagai Best Picture sesungguhnya.
Oscar 2021 rampung digelar pada Senin (26/4) siang waktu Indonesia. Sederet momen kemenangan terbaik tercipta, namun ada pula hal buruk hingga terabsurd terjadi di ajang penghargaan tertinggi perfilman tahun ini tersebut.
Dalam Oscar 2021, Nomadland berhasil membawa pulang trofi paling utama dalam ajang ini: Best Picture. Bukan hanya itu, film ini juga menjadi film dengan kemenangan terbanyak dalam ajang tahun ini.
Terlepas dari kemenangan besar Nomadland, sejumlah kebingungan terjadi pada tahun ini. Terutama, ketika pengumuman Best Actor oleh Joaquin Phoenix yang diatur di bagian akhir acara menggantikan kategori Best Picture.
Penonton tak akan percaya dengan akhir kalimat dari Phoenix mulai menyebut "and the Oscar goes to..". Alih-alih nama mendiang Chadwick Boseman atas perannya dalam Ma Rainey's Black Bottom yang dielu-elukan meraih kategori tersebut, justru piala Oscar jatuh pada Anthony Hopkins yang bahkan tak datang di acara tersebut.
Dunia maya pun riuh dengan akhir 'enggak jelas' dari Oscar 2021. Editor televisi LA Times, Matt Brennan bahkan membandingkan acara ini dengan Game of Thrones.
Berikut sejumlah momen terbaik, terburuk, dan paling membingungkan dari Oscar 2021.
Terbaik: Kemenangan 'Nenek' Minari
Kemenangan Youn Yuh-jung sebagai Soon-ja, nenek keluarga Yi dalam Minari, menjadi yang terbaik dan mengundang gelak tawa dalam Oscar 2021. Ia memecahkan rekor sebagai aktor Korea pertama yang berhasil membawa pulang Oscar.
Ketika namanya diumumkan sebagai pemenang, Youn Yuh-jung tampak tak percaya. Bahkan hingga di atas panggung. Namun hal yang membuat tertawa datang setelahnya, ketika ia menyapa Brad Pitt yang juga sebagai eksekutif produser dari Minari.
"Tuan Brad Pitt, akhirnya. Senang bertemu dengan Anda. Di mana Anda ketika kami syuting?" kata Youn Yuh-jung yang disambut gelak tawa nomine lainnya.
"Sebuah kehormatan bertemu dengan Anda," lanjutnya sembari tersipu-sipu.
Dalam pidato kemenangannya, Youn Yuh-jung dengan rendah hati mengucapkan rasa syukurnya bisa memenangkan Oscar dan menyebut bahwa tak ada kompetisi dalam nominasi Oscar. Setiap nomine adalah pemenang dari masing-masing film, katanya.
"Namun saya lebih beruntung dari kalian," katanya yang membuat undangan tertawa.
Momen terbaik dari Oscar 2021 juga datang ketika Daniel Kaluuya berhasil memenangan Best Supporting Actor untuk Judas & The Black Messiah.
Kaluuya mewujudkan keinginan produser Oscar 2021 yang sengaja memperpanjang momen pidato kemenangan para pemenang demi menunjukkan sebuah cerita yang menyentuh alih-alih hanya sekadar menyebutkan nama.
Kaluuya mengisahkan bagaimana para pemain di Black Panther (2018) membantu dirinya untuk mencintai dirinya sendiri. Hal itu yang kemudian membuat dia terus mengembangkan dirinya sendiri.
Namun cerita personal Kaluuya agaknya terlalu jauh. Ketika dirinya berusaha mengajak undangan untuk ikut merayakan kehidupan, ia mencontohkannya dengan ibu dan ayahnya sendiri. Kebetulan, sang ibunda dan saudarinya hadir di ruangan tersebut.
"Kita harus merayakan kehidupan, bung. Kita bernapas. Kita berjalan. Ini menakjubkan. Ini menakjubkan. Seperti ketika ibu saya bertemu ayah saya, mereka berhubungan seks! Itu luar biasa! Makanya saya di sini!," kata Kaluuya yang disambut tawa penonton.
Ketika Kaluuya membocorkan rahasia dapur orang tuanya sendiri itu, kamera sedang menyoroti sang ibunda yang kebingungan dan saudarinya yang tak percaya Daniel Kaluuya bisa membahas masalah ranjang di atas podium Oscar.
Sederet momen kemenangan terbaik tercipta, namun ada pula hal buruk hingga ter-enggak jelas terjadi di Oscar 2021. (AFP Photo/Robyn Beck)
Terburuk: Kering Komedi
Meski sejumlah pidato kemenangan para aktor dan aktris bisa mengundang tawa, namun Oscar 2021 ini sejatinya kekurangan bahan komedi yang biasanya rajin disiapkan penyelenggara.
Sejumlah momen jenaka pernah terlahir dari ajang Oscar. Ambil contoh kelakuan Ellen DeGeneres beberapa tahun lalu, mulai dari membagi-bagikan piza hingga swafoto bersama-sama.
Atau pada tahun lalu, sejumlah gimmick seperti aksi James Corden mengenakan kostum kucing yang membuat suasana menjadi tidak terlalu 'kaku'.
Tapi tahun ini, produser tampaknya ingin membuat Oscar yang terasa seperti perenungan akan esensi para sineas terjun ke dunia film.
Permintaan untuk para pemenang menceritakan kisah mereka di atas panggung dan memperpanjang durasinya tanpa mengimbangi unsur hiburan yang lain benar-benar membuat Oscar tahun ini lebih serius dibanding sebelumnya.
Terburuk: Kurang Musik
Satu hal yang membuat Grammy Awards masih terasa menyenangkan adalah karena ada pertunjukan musik dari para nominenya. Oscar sebenarnya juga punya trik yang sama, namun tahun ini berbeda.
Pihak produser Oscar 2021 memutuskan untuk memindahkan penampilan musisi di sesi pra-acara utama. Di sana, sejumlah musisi tampil, mulai dari Molly Sanden hingga H.E.R.
Padahal, selain selipan-selipan komedi, Oscar akan terasa lebih menghibur karena pertunjukan musik. Seperti aksi Lady Gaga dan Bradley Cooper pada Oscar 2019 lalu yang bikin baper penonton.
Akhir Oscar memang kadang membingungkan, namun kali ini benar-benar bikin bengong. Keputusan produser memindahkan pembacaan Best Picture lebih dulu dibanding Best Actor sebenarnya jadi keheranan yang pertama.
Biasanya, Best Picture sebagai hadiah tertinggi dalam Oscar dibacakan paling akhir sekaligus penutup juga puncak acara. Sebelum Best Picture, akan ada Best Actress dan diikuti Best Actor.
Namun keputusan merombak susunan pembacaan ini bisa dipahami sebagai bumbu dinamisasi dalam pelaksanaan ajang Oscar.
Apalagi, banyak pihak sudah menduga bahwa mendiang Chadwick Boseman akan membawa pulang piala sebagai penghormatan, sehingga biar lebih 'mantap', sesi itu ditempatkan di akhir. Semua berubah ketika Joaquin Phoenix membacakan pemenang Best Actor.
Pengumuman Anthony Hopkins sebagai Best Actor jelas menegaskan akhir acara yang anti klimaks. Oscar 2021 bukan hanya ditutup dengan akhir yang hambar, melainkan juga menimbulkan pertanyaan besar atas kemenangan Anthony Hopkins dan penghormatan terhadap Chadwick Boseman.
Akhir Oscar 2021 jelas lebih absurd dibanding ketika kesalahan pembacaan pemenang Best Picture pada Oscar 2017 oleh Warren Beatty dan Faye Dunaway. Sekadar pengingat, kala itu La La Land diumumkan sebagai pemenang namun kemudian diralat karena salah amplop dan Moonlight disebut sebagai Best Picture sesungguhnya.