Jakarta, CNN Indonesia -- Musisi senior Iwan Fals melalui akun Twitter mengomentari Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) KPK.
Iwan Fals juga mengunggah tangkapan layar berita dari Detik soal Giri yang tercatat sebagai pengajar wawasan kebangsaan, namun dinyatakan tak lolos TWK.
"Aneh juga ya," demikian tulis Iwan Fals dalam akun Twitter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengunggah tangkapan layar infografis media tersebut soal rekam jejak Giri dengan judul: "Ironi Seorang Giri."
Dalam rekam jejak itu, Giri juga tercatat mengajar wawasan kebangsaan di Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Sesko-AD, Kemhan, dan lembaga lainnya.
Sontak, kicauan Iwan Fals mendapatkan respons dari sejumlah netizen. Di antara pengguna sosial menanggapinya dengan guyonan nama-nama ikan.
"Mungkin dia ga bisa nyebut nama nama ikan, makanya gagal, coba kalo bisa sebut nama ikan pasti lulus," demikian komentar salah satu netizen.
Ada pula yang mempertanyakan kembali soal-soal TWK yang dianggap aneh oleh pengguna Twitter lainnya.
"tes wawasan kebangsaan koq pertanyaannya; "shalat pakai qunut apa tidak?" tulis salah satu netizen.
Perlawanan Giri Suprapdiono baca di halaman berikutnya...
Giri Terus Melawan
Giri Suprapdiono terima tantangan debat dengan Ketua KPK Firli Bahuri soal wawasan kebangsaan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Giri sendiri terus melawan upaya pihak-pihak yang dinilainya sengaja ingin menyingkirkan sejumlah pegawai KPK di jabatan strategis melalui TWK.
Terbaru, ia bersedia menerima tantangan salah satu netizen untuk berdebat dengan Ketua KPK, Firli Bahuri, tentang wawasan kebangsaann.
"Bagaimana jika Firli vs Giri diadu one-on-one debat dan pamer track record soal Wawasan Kebangsaan di forum terbuka? @MataNajwa bisa fasilitasi," tulis akun @Nephilaxmus.
Cuitan itu lalu ditanggapi Mantan Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah. Melalui akun twitter-nya, Febri bertanya kepada Giri, apakah bersedia menerima tantangan itu.
"Dengan senang hati. Syaratnya kalau kalah, Mundur dan meletakkan jabatan. Bisa gitu gak?," jawab Giri melalui akun twitter-nya.
Febri menegaskan bahwa debat itu perlu diwujudkan dalam forum agar publik mengetahui siapa yang paham soal wawasan kebangsaan.