7 Cara Raisa-Hamish Daud Lindungi Buah Hati Selama Pandemi

CNN Indonesia | Sabtu, 24/07/2021 18:54 WIB
Raisa dan Hamish Daud berusaha menghadirkan menyenangkan di dalam rumah di masa pandemi covid-19 ini bersama sang buah hati, Zalina. Hamish Daud dan Raisa punya cara tersendiri bersama sang buah hati saat banyak berdiam diri di rumah di masa pendemi. (Detikcom/Palevi S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Semua orang tua pasti sempat mengalami stres lantaran keterbatasan selama pandemi covid-19. Pasangan penyanyi Raisa dan Hamish Daud pun harus bergulat dengan stres sembari tetap menjaga kesehatan diri juga buah hati mereka, Zalina.

"Cara paling baik untuk menjaga kesehatan fisik Zalina, ya kami harus sehat mental dan fisik, itu yang sangat berpengaruh," ujar Raisa dalam bincang virtual bersama aplikasi layanan kesehatan, Sabtu (24/7).

Mereka berdua pun kian kompak untuk menjaga Zalina sebab hingga kini memang belum ada vaksin Covid-19 untuk anak di bawah 12 tahun. Berbagai macam cara dilakukan termasuk menjaga kesehatan baik fisik maupun mental mereka sebagai orang tua.


1. Membuat segala sesuatu jadi menyenangkan

Hamish berkata sang buah hati sedang menyukai sesuatu bernuansa kesehatan seperti bermain dokter-dokteran. Ini pun jadi kesempatan dirinya dan Raisa untuk mengajarkan anak menjaga kebersihan diri.

"Buat saya kebersihan, jadi jangan taruh tangan di mulut, pakai hand sanitizer. Terlalu muda sih buat ngajarin dia tentang pandemi. Kalau protokol kesehatan, dia tahu banget. Dia suka pakai masker. It's fun for her," ujar Hamish.

2. Pemberian suplemen berupa bee pollen

Umumnya anak usia sekitar 2 tahun sulit untuk mengonsumsi suplemen makanan atau vitamin. Namun Raisa cukup beruntung sebab Zalina tidak sulit diberi asupan suplemen makanan berupa bee pollen. Bee pollen sendiri merupakan serbuk sari lebah yang merupakan campuran dari sari bunga, madu, enzim dan lainnya.

3. Libatkan anak

Proteksi terhadap anak juga dilakukan demi menjaga kesehatan mentalnya. Hamish berkata Zalina kerap dilibatkan dalam gaya hidup atau aktivitas dirinya maupun Raisa.

"Kalau pagi, kan saya manasin mobil, jadi dia masukin kuncinya, kami bikin pancake buat sarapan, dia yang pilih buah yang dia suka, mau stroberi, blueberry," ungkapnya.

4. Gadget sarana aktivitas bersama keluarga

Raisa mengungkapkan dirinya dan Hamish merasa beruntung sebab Zalina belum masuk usia sekolah. Ia sulit membayangkan sang buah hati harus sekolah dari rumah dan banyak menghabiskan waktu dengan gawai.

Akan tetapi bukan berarti sang anak benar-benar dijauhkan dari gawai atau teknologi lain. Ia menyiasatinya dengan menjadikan gawai sebagai sarana aktivitas bersama keluarga.

"Kalau nonton, enggak boleh di ponsel, ponsel punya orang tua. Kalau mau nonton, di televisi, bareng-bareng, lalu diobrolin. Kegiatan nonton televisi itu salah satu kegiatan keluarga. Kalau pakai tablet, itu ada mainan edukasi, sambil main tetap ada interaksi dengan orang tuanya," jelasnya.

5. Orang tua tetap waras dengan melakukan hobi

Pelantun 'Kali Kedua' ini sedang menyukai aktivitas do it yourself atau membuat sesuatu sendiri yang sederhana termasuk artwork. Namun seperti profesinya, Raisa memang memiliki hobi menyanyi. Dia pun mengajak Zalina untuk terlibat dalam pertunjukan kecil-kecilan di rumah.

Sang suami, Hamish, mengaku cuma jadi penonton yang memeriahkan suasana. Dia sendiri menyukai aktivitas yang berhubungan dengan alam. Tinggal di Bali membuatnya mudah mengakses pantai dan menikmati laut.

"Kerja, cek startup baru soal sampah plastik dan gelas, work from home. Sebagian orang mungkin bosan, tapi saya enggak karena passion-nya di situ," kata Hamish.

6. Tak perlu cepat stres karena rumah berantakan

Menghabiskan hampir seluruh waktu di rumah memang selalu ada konsekuensinya. Rumah kotor dan berantakan apalagi memiliki anak yang masih batita. Menurut Raisa, kondisi rumah yang kotor atau berantakan tidak perlu dibawa stres berlebih.

"Pokoknya yang penting jangan cepat stres kalau lihat rumah kotor. Kan lebih banyak berkegiatan di rumah, [kalau takut kotor] jadinya nanti enggak bisa ngapa-ngapain," imbuhnya.

7. Variasi kegiatan buat anak

Orang tua hendaknya tidak cepat 'mentok' dengan satu kegiatan lalu menyerah saat anak merasa bosan. Raisa sendiri selalu mengerahkan segala cara saat anak mulai bosan.

"Segala cara [biar anak enggak bosan]. Pas main bosan? Baca buku, keluar rumah siram tanaman, main sama kucing. Apapun asal kita benar-benar hadir, niat, pasti bisa," katanya.

Berdiam diri di rumah adalah pilihan paling bijak di masa pandemi covid-19 saat ini. Apalagi pemerintah tengah menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.

Jika memang harus keluar rumah untuk urusan penting, protokol kesehatan 5M harus jadi syarat mutlak untuk menghindari penularan virus covid-19.

(els/sur)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK