Ilustrasi. Review One Piece 1.024 (Foto: CNN Indonesia/Hanna Azarya)
Jakarta, CNN Indonesia --
Fokus utama di One Piece chapter 1.024 adalah adegan pertarungan antara ayah dan anak, yaitu Kaido dan Yamato.
Yamato yang masih menggunakan mode hybrid dari buah iblis yang dia konsumsi tampak kewalahan menghadapi sang ayah.
Jurus Narikabura yang dilancarkan Yamato tak membuat Kaido bertekuk lutut, tapi malah dibalas dengan jurus serupa yang jauh lebih kuat oleh kapten Beast Pirates tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaido melancarkan Kongo Kabura yang membuat Yamato terhempas hingga menabrak bebatuan. Di tengah pertarungan itu, Yamato membuka pembicaraan dengan sang ayah.
Dia menuding sejak dulu Kaido memang sudah berniat untuk membunuhnya.
Kata-kata Yamato itu diamini oleh Kaido yang menyebut bahwa alasan dia ingin sekali membunuh anaknya itu adalah karena Yamato sangat mengidolakan Kozuki Oden.
Di momen tersebut, adegan pun mundur ke puluhan tahun lalu, dan flashback singkat soal masa lalu Yamato diceritakan.
Yamato yang masih kecil tampak babak belur dihajar Kaido, tapi meski tangannya diborgol dia bisa membuat sejumlah anggota Beast Pirates pingsan tak berdaya.
Usut punya usut, Yamato ternyata punya Haoshoku Haki yang membuat dia bisa mengalahkan anak buah Kaido hanya dengan kekuatan ambisi.
Kaido muda pun mengatakan bahwa kemampuan Yamato itu sebenarnya bisa sangat berguna, tapi karena sejak kecil Yamato sudah mengidolakan Oden maka kaido tak punya pilihan lain selain membunuh anaknya sendiri.
Namun karena masih ada rasa sayang terhadap anaknya, Kaido malah memasukkan Yamato ke sebuah penjara dan memberi waktu sebulan untuk mengubah pikirannya.
Di penjara itu, Yamato disatukan dengan tiga samurai yang disebut Kaido sebagai para pendekar terkuat di Negeri Wano.
Dia pun berharap para samurai itu mau mengkhianati kesetiaan terhadap Oden dan membelot jadi anak buah Kaido.
Kaido mencoba menggoyahkan mental para samurai dengan tidak memberi mereka makan, dan baru kali ini dia mau memberi makan.
Hanya saja, Kaido hanya menyiapkan satu menu makanan dan beberapa pedang untuk digunakan para samurai.
Harapannya, para samurai akan saling bunuh demi makanan itu dan siapapun yang lolos dari kematian akan jadi anak buah Kaido.
Dan bukan hanya para samurai, survival game yang dilakukan Kaido itu juga melibatkan Yamato.
Yamato yang merasa lapar sangat ingin memakan makanan yang disiapkan oleh Kaido, tapi dia pun takut akan dibunuh oleh para samurai karena dia adalah anak dari Kaido, orang yang telah membunuh Oden.
Namun ternyata pikiran buruk Yamato tak terbukti. Para samurai yang kelaparan menghunus pedang bukan untuk membunuh Yamato melainkan untuk memotong rantai yang mengikat tangan Yamato dan mempersilakan anak kecil itu untuk makan.
Simak lanjutan review One Piece 1.024 di halaman berikutnya..
Salah satu samurai mengatakan bahwa seorang samurai tak pernah merasa lapar dan Yamato dipersilakan untuk memakan makanan yang disiapkan oleh Kaido.
Mendengar itu, Yamato senang bukan kepalang dan langsung menghabiskan makanan itu. Dia pun jadi akrab dengan ketiga samurai yang enggan menyebutkan namanya tersebut.
Hanya saja, salah satu dari samura itu tampak sangat mirip dengan Zoro. Apakah dia Shimotsuki Ushimaru yang di chapter 1.023 disebut sangat mirip dengan Zoro? Atau dia adalah samura biasa?
Terlepas dari itu, setelah selesai makan, Yamato meminta tolong kepada para samurai untuk membaca sebuah buku yang dia bawa.
Buku itu tidak lain dan tidak bukan adalah catatan perjalanan Oden selama dia berlayar di lautan bersama Shirohige dan Gol D. Roger.
Para samurai yang kaget Yamato memiliki buku itu dengan senantiasa membantu dia membaca buku itu. Mata Yamato dan para samurai pun berbinar saat melihat apa yang ditulis Oden di jurnal tersebut.
Sepuluh hari berlalu, Yamato tampak sudah sangat lemah karena sudah lama dia tak makan.
Para samurai pun mulai mengkhawatirkan kondisi Yamato, mereka takut Yamato akan mati dan dia tak bisa melihat perang yang disebut Oden akan terjadi 20 tahun dari saat itu.
Di tengah rasa lapar, Yamato mengatakan bahwa dia akan terus hidup dan akan bertarung untuk negeri Wano di perang 20 tahun mendatang tersebut.
Dia pun punya impian untuk mengarungi lautan dan akan jadi sosok yang lebih kuat dibandingkan sekarang. Mendengar ucapan Yamato itu, para samurai pun terenyuh dan memutuskan untuk membantu Yamato sekali lagi.
Mereka mengatakan perang 20 tahun mendatang terlalu lama bagi mereka, dan lebih baik menitipkan semua harapan mereka di tangan Yamato.
Dengan begitu mereka bisa terus berpartisipasi di perang tersebut melalui Yamato.
Ketiga samurai pun langsung menghunus pedang mereka, samurai yang mirip dengan Zoro tampak punya tato dua pedang di punggungnya, dan batu yang menghalangi penjara pun dihancurkan.
Mereka akhirnya mengorbankan nyawa mereka demi Yamato, dan daripada membusuk di penjara mereka lebih memilih untuk berhadapan dengan Kaido.
Kembali ke masa sekarang, Yamato pun teringat dengan momen di masa lalu tersebut. Dia mengatakan masih banyak orang yang percaya pada dia dan membebankan banyak harapan di pundaknya.
Dia mengatakan Kaido tak berhak merampas kebebasannya dan kebebasan Negeri Wano. Di panel terakhir, Yamato dan Kaido sama-sama mengeluarkan jurus Raimei Hakke dan akhirnya Yamato sukses menandingi kekuatan sang ayah.
Jakarta, CNN Indonesia --
Fokus utama di One Piece chapter 1.024 adalah adegan pertarungan antara ayah dan anak, yaitu Kaido dan Yamato.
Yamato yang masih menggunakan mode hybrid dari buah iblis yang dia konsumsi tampak kewalahan menghadapi sang ayah.
Jurus Narikabura yang dilancarkan Yamato tak membuat Kaido bertekuk lutut, tapi malah dibalas dengan jurus serupa yang jauh lebih kuat oleh kapten Beast Pirates tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaido melancarkan Kongo Kabura yang membuat Yamato terhempas hingga menabrak bebatuan. Di tengah pertarungan itu, Yamato membuka pembicaraan dengan sang ayah.
Dia menuding sejak dulu Kaido memang sudah berniat untuk membunuhnya.
Kata-kata Yamato itu diamini oleh Kaido yang menyebut bahwa alasan dia ingin sekali membunuh anaknya itu adalah karena Yamato sangat mengidolakan Kozuki Oden.
Di momen tersebut, adegan pun mundur ke puluhan tahun lalu, dan flashback singkat soal masa lalu Yamato diceritakan.
Yamato yang masih kecil tampak babak belur dihajar Kaido, tapi meski tangannya diborgol dia bisa membuat sejumlah anggota Beast Pirates pingsan tak berdaya.
Usut punya usut, Yamato ternyata punya Haoshoku Haki yang membuat dia bisa mengalahkan anak buah Kaido hanya dengan kekuatan ambisi.
Kaido muda pun mengatakan bahwa kemampuan Yamato itu sebenarnya bisa sangat berguna, tapi karena sejak kecil Yamato sudah mengidolakan Oden maka kaido tak punya pilihan lain selain membunuh anaknya sendiri.
Namun karena masih ada rasa sayang terhadap anaknya, Kaido malah memasukkan Yamato ke sebuah penjara dan memberi waktu sebulan untuk mengubah pikirannya.
Di penjara itu, Yamato disatukan dengan tiga samurai yang disebut Kaido sebagai para pendekar terkuat di Negeri Wano.
Dia pun berharap para samurai itu mau mengkhianati kesetiaan terhadap Oden dan membelot jadi anak buah Kaido.
Kaido mencoba menggoyahkan mental para samurai dengan tidak memberi mereka makan, dan baru kali ini dia mau memberi makan.
Hanya saja, Kaido hanya menyiapkan satu menu makanan dan beberapa pedang untuk digunakan para samurai.
Harapannya, para samurai akan saling bunuh demi makanan itu dan siapapun yang lolos dari kematian akan jadi anak buah Kaido.
Dan bukan hanya para samurai, survival game yang dilakukan Kaido itu juga melibatkan Yamato.
Yamato yang merasa lapar sangat ingin memakan makanan yang disiapkan oleh Kaido, tapi dia pun takut akan dibunuh oleh para samurai karena dia adalah anak dari Kaido, orang yang telah membunuh Oden.
Namun ternyata pikiran buruk Yamato tak terbukti. Para samurai yang kelaparan menghunus pedang bukan untuk membunuh Yamato melainkan untuk memotong rantai yang mengikat tangan Yamato dan mempersilakan anak kecil itu untuk makan.
Simak lanjutan review One Piece 1.024 di halaman berikutnya..
Review Manga: One Piece 1.024 (Bagian 2)
Ilustrasi. Review One Piece 1.024 (Foto: (dok. Toei Animation via IMDb))
Salah satu samurai mengatakan bahwa seorang samurai tak pernah merasa lapar dan Yamato dipersilakan untuk memakan makanan yang disiapkan oleh Kaido.
Mendengar itu, Yamato senang bukan kepalang dan langsung menghabiskan makanan itu. Dia pun jadi akrab dengan ketiga samurai yang enggan menyebutkan namanya tersebut.
Hanya saja, salah satu dari samura itu tampak sangat mirip dengan Zoro. Apakah dia Shimotsuki Ushimaru yang di chapter 1.023 disebut sangat mirip dengan Zoro? Atau dia adalah samura biasa?
Terlepas dari itu, setelah selesai makan, Yamato meminta tolong kepada para samurai untuk membaca sebuah buku yang dia bawa.
Buku itu tidak lain dan tidak bukan adalah catatan perjalanan Oden selama dia berlayar di lautan bersama Shirohige dan Gol D. Roger.
Para samurai yang kaget Yamato memiliki buku itu dengan senantiasa membantu dia membaca buku itu. Mata Yamato dan para samurai pun berbinar saat melihat apa yang ditulis Oden di jurnal tersebut.
Sepuluh hari berlalu, Yamato tampak sudah sangat lemah karena sudah lama dia tak makan.
Para samurai pun mulai mengkhawatirkan kondisi Yamato, mereka takut Yamato akan mati dan dia tak bisa melihat perang yang disebut Oden akan terjadi 20 tahun dari saat itu.
Di tengah rasa lapar, Yamato mengatakan bahwa dia akan terus hidup dan akan bertarung untuk negeri Wano di perang 20 tahun mendatang tersebut.
Dia pun punya impian untuk mengarungi lautan dan akan jadi sosok yang lebih kuat dibandingkan sekarang. Mendengar ucapan Yamato itu, para samurai pun terenyuh dan memutuskan untuk membantu Yamato sekali lagi.
Mereka mengatakan perang 20 tahun mendatang terlalu lama bagi mereka, dan lebih baik menitipkan semua harapan mereka di tangan Yamato.
Dengan begitu mereka bisa terus berpartisipasi di perang tersebut melalui Yamato.
Ketiga samurai pun langsung menghunus pedang mereka, samurai yang mirip dengan Zoro tampak punya tato dua pedang di punggungnya, dan batu yang menghalangi penjara pun dihancurkan.
Mereka akhirnya mengorbankan nyawa mereka demi Yamato, dan daripada membusuk di penjara mereka lebih memilih untuk berhadapan dengan Kaido.
Kembali ke masa sekarang, Yamato pun teringat dengan momen di masa lalu tersebut. Dia mengatakan masih banyak orang yang percaya pada dia dan membebankan banyak harapan di pundaknya.
Dia mengatakan Kaido tak berhak merampas kebebasannya dan kebebasan Negeri Wano. Di panel terakhir, Yamato dan Kaido sama-sama mengeluarkan jurus Raimei Hakke dan akhirnya Yamato sukses menandingi kekuatan sang ayah.