Adegan Squid Game yang Diduga Plagiat Disiapkan Sejak 2008
tim | CNN Indonesia
Senin, 27 Sep 2021 19:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Di tengah kejayaannya, serial Squid Game diterpa isu dugaan plagiat dari film Jepang berjudul As The Gods Will. (Foto: Arsip Netflix via Twitter @netflixkr)
Jakarta, CNN Indonesia --
Adegan dalam serial Netflix Squid Game dituduh meniru salah satu film Jepang berjudul As The Gods Will yang tayang pada 2014.
Sebelum tuduhan plagiat mengemuka di publik, sutradara Squid Game Hwang Dong-hyuk mengatakan bahwa serial tersebut telah dipersiapkan sejak 2008.
Ia juga mengatakan bahwa film dan serial dengan alur seperti Squid Game pun sudah pernah dibuat sebelumnya.
Dalam jumpa media virtual beberapa lalu, Hwang Dong-hyuk mengaku bahwa dirinya telah mempersiapkan cerita Squid Game sejak 2008. Ide tersebut muncul setelah ia sering datang ke toko komik dan ingin membuat serial seperti komik.
Namun naskah yang sejatinya sudah rampung pada 2009 silam itu tertunda pembuatannya karena banyak yang menganggap bahwa cerita Squid Game terlalu sadis.
Serial Squid Game sendiri mengisahkan 456 peserta yang mempertaruhkan nyawa demi memenangkan hadiah uang 45,6 miliar won.
Dalam merancang kompetisi tersebut, Hwang Dong-hyuk menyajikan permainan anak-anak Korea Selatan, salah satunya berjuluk 'Lampu Hijau, Lampu Merah' yang serupa dengan permainan Benteng.
Permainan dalam drama Korea Squid Game (Foto: Arsip Netflix)
Permainan tersebut sengaja dipilih karena ia ingin menampilkan sesuatu bernuansa Korea.
"Saya ingin membuat drama survival yang sangat (bersuasana) Korea," Hwang Dong-hyuk seperti dilansir YTN pada Senin (23/8).
Namun dalam serial Squid Game, Dong-hyuk memodifikasi permainan tersebut menjadi sebuah arena pertumpahan darah.
Dalam permainan ini, para peserta yang ketahuan bergerak ketika seharusnya diam akan ditembak. Cipratan darah dari berbagai tubuh peserta tak terelakkan.
"Saat itu (penonton) tidak familier dengan sesuatu yang berisikan kekerasan dan serial itu tidak komersial. Jadi, akhirnya saya mengistirahatkan serial ini," katanya.
Simak adegan yang disebut sebagai hasil plagiat di halaman berikutnya..
Kini tren serial semakin beragam dan pola konsumsi penonton berubah. Beberapa serial dengan adegan kekerasan pun berhasil laku di pasaran. Itu menjadi bukti bahwa Squid Game bisa menjadi barang komersial.
Dong-hyuk kemudian mengembangkan cerita Squid Game yang sempat 'tertidur' itu. Ia pun merasa kekerasan dan usaha peserta untuk bertahan hidup dalam serial itu serupa dengan kejadian nyata di bumi.
"Sekarang kondisi Bumi semakin buruk karena perubahan iklim dan lain-lain. Setiap hari rasanya orang-orang seperti penyintas," katanya.
Tak lama setelah serial ini tayang, muncul perdebatan di kalangan penonton serial Squid Game. Diberitakan oleh NME, beberapa menilai bagian tersebut mirip dengan film Jepang berjudul As The God Will yang tayang pada 2014.
Penonton menyadari ada kesamaan jalan cerita antara serial Squid Game dan film As The God Will yakni pertandingan bertahan hidup menggunakan permainan masa kecil.
Selain itu, mereka juga menyoroti teknik pengambilan gambar Squid Game yang dirasa mirip dengan As The Gods Will.
Netizen menyoroti pengambilan gambar close-up robot boneka raksasa dalam Squid Game yang sedang berjaga dalam gim itu. Kemudian, adegan perhitungan mundur jam di tengah permainan.
Bagian tersebut dinilai mirip dengan salah satu adegan di film As The Gods Will. Hanya saja bentuk dan jenis boneka yang digunakan diantara dua tayangan tersebut berbeda.
Jika pada serial Squid Game menggunakan boneka perempuan, sementara di film As The Gods Will menggunakan boneka Daruma.
Terlepas dari kesamaan tersebut, serial Squid Game saat ini menjadi drama Korea dengan skor tertinggi di Netflix, skornya bahkan mengalahkan serial Money Heist.
Jakarta, CNN Indonesia --
Adegan dalam serial Netflix Squid Game dituduh meniru salah satu film Jepang berjudul As The Gods Will yang tayang pada 2014.
Sebelum tuduhan plagiat mengemuka di publik, sutradara Squid Game Hwang Dong-hyuk mengatakan bahwa serial tersebut telah dipersiapkan sejak 2008.
Ia juga mengatakan bahwa film dan serial dengan alur seperti Squid Game pun sudah pernah dibuat sebelumnya.
Dalam jumpa media virtual beberapa lalu, Hwang Dong-hyuk mengaku bahwa dirinya telah mempersiapkan cerita Squid Game sejak 2008. Ide tersebut muncul setelah ia sering datang ke toko komik dan ingin membuat serial seperti komik.
Namun naskah yang sejatinya sudah rampung pada 2009 silam itu tertunda pembuatannya karena banyak yang menganggap bahwa cerita Squid Game terlalu sadis.
Serial Squid Game sendiri mengisahkan 456 peserta yang mempertaruhkan nyawa demi memenangkan hadiah uang 45,6 miliar won.
Dalam merancang kompetisi tersebut, Hwang Dong-hyuk menyajikan permainan anak-anak Korea Selatan, salah satunya berjuluk 'Lampu Hijau, Lampu Merah' yang serupa dengan permainan Benteng.
Permainan dalam drama Korea Squid Game (Foto: Arsip Netflix)
Permainan tersebut sengaja dipilih karena ia ingin menampilkan sesuatu bernuansa Korea.
"Saya ingin membuat drama survival yang sangat (bersuasana) Korea," Hwang Dong-hyuk seperti dilansir YTN pada Senin (23/8).
Namun dalam serial Squid Game, Dong-hyuk memodifikasi permainan tersebut menjadi sebuah arena pertumpahan darah.
Dalam permainan ini, para peserta yang ketahuan bergerak ketika seharusnya diam akan ditembak. Cipratan darah dari berbagai tubuh peserta tak terelakkan.
"Saat itu (penonton) tidak familier dengan sesuatu yang berisikan kekerasan dan serial itu tidak komersial. Jadi, akhirnya saya mengistirahatkan serial ini," katanya.
Simak adegan yang disebut sebagai hasil plagiat di halaman berikutnya..
Adegan yang Disebut Plagiat dari Film As the Gods Will
Di tengah kejayaannya, serial Squid Game diterpa isu dugaan plagiat dari film Jepang berjudul As The Gods Will. (Foto: (dok. Netflix))
Kini tren serial semakin beragam dan pola konsumsi penonton berubah. Beberapa serial dengan adegan kekerasan pun berhasil laku di pasaran. Itu menjadi bukti bahwa Squid Game bisa menjadi barang komersial.
Dong-hyuk kemudian mengembangkan cerita Squid Game yang sempat 'tertidur' itu. Ia pun merasa kekerasan dan usaha peserta untuk bertahan hidup dalam serial itu serupa dengan kejadian nyata di bumi.
"Sekarang kondisi Bumi semakin buruk karena perubahan iklim dan lain-lain. Setiap hari rasanya orang-orang seperti penyintas," katanya.
Tak lama setelah serial ini tayang, muncul perdebatan di kalangan penonton serial Squid Game. Diberitakan oleh NME, beberapa menilai bagian tersebut mirip dengan film Jepang berjudul As The God Will yang tayang pada 2014.
Penonton menyadari ada kesamaan jalan cerita antara serial Squid Game dan film As The God Will yakni pertandingan bertahan hidup menggunakan permainan masa kecil.
Selain itu, mereka juga menyoroti teknik pengambilan gambar Squid Game yang dirasa mirip dengan As The Gods Will.
Netizen menyoroti pengambilan gambar close-up robot boneka raksasa dalam Squid Game yang sedang berjaga dalam gim itu. Kemudian, adegan perhitungan mundur jam di tengah permainan.
Bagian tersebut dinilai mirip dengan salah satu adegan di film As The Gods Will. Hanya saja bentuk dan jenis boneka yang digunakan diantara dua tayangan tersebut berbeda.
Jika pada serial Squid Game menggunakan boneka perempuan, sementara di film As The Gods Will menggunakan boneka Daruma.
Terlepas dari kesamaan tersebut, serial Squid Game saat ini menjadi drama Korea dengan skor tertinggi di Netflix, skornya bahkan mengalahkan serial Money Heist.