Jirisan Dikritik Netizen Soal Penempatan Produk Iklan
CNN Indonesia
Selasa, 02 Nov 2021 12:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Drama Jirisan kembali tuai kritik netizen. Kali ini dikarenakan penempatan produk iklan yang dinilai berlebihan di setiap episode. (Foto: Arsip tvN via Twitter @CJnDrama)
Terpisah, produser drama menyadari kritik tersebt. Namun, mereka sulit untuk menemukan solusi karena biaya produksi yang terus melonjak di tengah keterbatasan anggaran. Sekitar 20-30 persen biaya produksi diperoleh dari penempatan produk.
Ini kali kedua Jirisan tuai kritik usai tayang perdana beberapa pekan lalu. Sebelumnya, drama terbaru penulis Kim Eun-hee ini dikritik karena efek CGI yang dinilai amatir.
Padahal, drama itu diarahkan Sutradara Lee Eung-bok yang sudah familiar dengan penggunaan efek dan layar hijau seperti dalam Goblin hingga Sweet Home.
Selain netizen, Sutradara film Beauty Inside, Baek Jong-yeol, bahkan turut mengkritik efek dan CGI episode pertama Jirisan lewat unggahan potongan adegan ke media sosialnya.
"Pada poin ini, saya rasa ada yang salah dalam pengarahannya. Saya rasa ada alasan di balik Jirisan," tulis Sutradara Baek Jong-yeol seperti dilansir Ilgan Sports, Minggu (24/10).
"Sungguh ajaib hal itu bahkan bisa membuat para aktor terlihat tidak bisa berakting dengan baik. Mohon maaf jika ini dilakukan dengan sengaja," tulisnya.
Namun, rating Jirisan hampir terus menanjak tiap pekan. Berdasarkan Nielsen Korea, episode pertama drama itu mendapatkan rating 9,1 persen dan membuat Jirisan menjadi menjadi drama akhir pekan dengan rating premier tertinggi di sepanjang sejarah tvN.
Capaian tersebut juga membuatnya menyalip Mr. Sunshine (8,9 persen), Mr. Queen (8 persen), dan Vincenzo (7.7 persen).
Episode 2 kemudian melonjak hingga 10,7 persen. Sayangnya, episode 3 drama itu turun ke 7,9 persen dan kembali menanjak ke 9,4 persen untuk episode keempatnya.
Penonton di Indonesia bisa menonton Jirisan setiap Sabtu dan Minggu pukul 19.00 WIB di iQIYI.
Di tengah rating yang terus menanjak, Jirisan juga mulai dihujani kritik karena penggunaan barang iklan yang dinilai berlebihan. Beberapa penonton mengatakan promosi barang endorsement terlihat mulai mengganggu.
Drama terbaru Jun Ji-hyun dan Ju Ji-hoon itu mengisahkan para ranger atau penjaga taman nasional Gunung Jiri. Para ranger tersebut menguasai jalur pendakian hingga seluk beluk gunung tertinggi kedua di Korea Selatan tersebut.
Awalnya, penonton terpikat dengan pemandangan Taman Nasional Jirisan yang memang menjadi salah satu keunggulan drama ini, termasuk cerita yang berkembang di antara para penjaganya.
Namun, mereka kemudian mengeluhkan drama tersebut mulai terlihat seperti iklan untuk pakaian outdoor. Salah satu brand outdoor clothing memang menjadi sponsor utama drama Jirisan.
"Bahkan jika Nepa jadi sponsor, bagaimana para ranger bisa terus mengenakan jaket gunung dan bulu domba yang baru setiap kali mereka muncul?" kata netizen seperti dilansir Korea Times, Selasa (2/11).
"Apakah mereka membuang pakaian mereka begitu kotor dan membeli yang baru?" tutur netizen.
Penonton yang lain juga kesal ketika melihat adegan Seo Yi-gang (Jun Ji-hyun) ditawari sandwich oleh sesama ranger ketika berada di kantor penampungan taman. Kala itu, logo waralaba sandwich di bungkusnya disorot dari dekat.
Waralaba tersebut sejatinya sudah menjadi sponsor di beberapa drama lainnya, seperti Hospital Playlist, dan penonton tidak mempermasalahkan hal itu.
Kali ini, netizen mengkritik penampilan sandwich tersebut karena terlihat tidak realistis untuk para ranger yang berada di tengah hutan belantara.
Beberapa penonton bahkan mencari toko sandwich tersebut di peta yang terdekat dengan gunung itu. Mereka mengklaim posisi terdemat berada di Kota Jinju, Provinsi Gyeongsang Selatan, atau sekitar 72 kilometer dari Gunung Jiri.
Selain itu, mereka juga mengkritik adegan ketika salah satu ranger sempat menawarkan suplemen kesehatan kolagen kepada anggota yang lain.
Tanggapan produser di sebelah...
Jirisan Dikritik Netizen Soal Penempatan Produk Iklan
Drama Jirisan kembali tuai kritik netizen. Kali ini dikarenakan penempatan produk iklan yang dinilai berlebihan di setiap episode. (Foto: Arsip tvN via Twitter @CJnDrama)
Terpisah, produser drama menyadari kritik tersebt. Namun, mereka sulit untuk menemukan solusi karena biaya produksi yang terus melonjak di tengah keterbatasan anggaran. Sekitar 20-30 persen biaya produksi diperoleh dari penempatan produk.
Ini kali kedua Jirisan tuai kritik usai tayang perdana beberapa pekan lalu. Sebelumnya, drama terbaru penulis Kim Eun-hee ini dikritik karena efek CGI yang dinilai amatir.
Padahal, drama itu diarahkan Sutradara Lee Eung-bok yang sudah familiar dengan penggunaan efek dan layar hijau seperti dalam Goblin hingga Sweet Home.
Selain netizen, Sutradara film Beauty Inside, Baek Jong-yeol, bahkan turut mengkritik efek dan CGI episode pertama Jirisan lewat unggahan potongan adegan ke media sosialnya.
"Pada poin ini, saya rasa ada yang salah dalam pengarahannya. Saya rasa ada alasan di balik Jirisan," tulis Sutradara Baek Jong-yeol seperti dilansir Ilgan Sports, Minggu (24/10).
"Sungguh ajaib hal itu bahkan bisa membuat para aktor terlihat tidak bisa berakting dengan baik. Mohon maaf jika ini dilakukan dengan sengaja," tulisnya.
Namun, rating Jirisan hampir terus menanjak tiap pekan. Berdasarkan Nielsen Korea, episode pertama drama itu mendapatkan rating 9,1 persen dan membuat Jirisan menjadi menjadi drama akhir pekan dengan rating premier tertinggi di sepanjang sejarah tvN.
Capaian tersebut juga membuatnya menyalip Mr. Sunshine (8,9 persen), Mr. Queen (8 persen), dan Vincenzo (7.7 persen).
Episode 2 kemudian melonjak hingga 10,7 persen. Sayangnya, episode 3 drama itu turun ke 7,9 persen dan kembali menanjak ke 9,4 persen untuk episode keempatnya.
Penonton di Indonesia bisa menonton Jirisan setiap Sabtu dan Minggu pukul 19.00 WIB di iQIYI.