REVIEW

Remuk Redam karena All Too Well dari Taylor Swift

Endro Priherdityo | CNN Indonesia
Sabtu, 13 Nov 2021 17:05 WIB
Dengan film pendek All Too Well, Taylor Swift memberikan sensasi baru dalam menikmati karya seni dan memudarkan batasan definisi film, musik, dan video klip. Dengan film pendek All Too Well, Taylor Swift memberikan sensasi baru dalam menikmati karya seni dan memudarkan batasan definisi film, musik, dan video klip. (dok. Taylor Swift via Twitter @taylorswift13 )
Jakarta, CNN Indonesia --

Siapa pun yang pernah merasakan sakitnya patah hati karena cinta rasanya akan bisa memahami lagu versi 10 menit dan film pendek All Too Well dari Taylor Swift secara utuh. Keduanya dirilis bertepatan dengan perilisan album rekam-ulang Red (Taylor's Version).

Lagu All Too Well sebelumnya telah dikenal oleh penggemar Taylor Swift sebagai lagu paling menyayat hati, sebelum kehadiran album folklore dan evermore pada 2020. Meskipun, lagu lima menitan itu tidak pernah dirilis sebagai single.

Namun ketika Taylor Swift memutuskan mendengar permohonan para Swifties untuk merilis versi lengkap dan asli dari All Too Well, lagu yang berdurasi 10 menit lebih ini sejatinya lebih mengiris hati dan menguras emosi dibanding versi yang dirilis nyaris sedekade lalu.

Melalui lirik yang metaforis, puitis, dan detail, Taylor Swift menggambarkan proses perpisahan dari cinta yang begitu menyakitkan. Ketika rasa cinta yang terbangun antara "twin flame" dan serasa seperti "masterpiece" malah berakhir remuk redam hingga membuat terpaku seolah waktu berhenti berjalan.

"You kept me like a secret, but I kept you like an oath,"

[Gambas:Youtube]



Detail tersebut sebenarnya sudah cukup untuk membuat pendengar, terutama penggemarnya, merasa nelangsa. Bagaimana tidak, dihempas oleh orang yang sempat dianggap sebagai 'jodoh' adalah mimpi buruk bagi seorang kekasih.

Mimpi buruk yang selama ini hanya menjadi bayangan pendengar itu kemudian diwujudkan oleh Taylor Swift dalam bentuk film pendek. Atau, sebenarnya bisa juga sebagai video musik untuk All Too Well versi asli yang berdurasi 10 menit lebih.

Namun Taylor Swift tidak mengeksekusinya sebagai video klip seperti pada umumnya. Unsur-unsur narasi film hingga sinematografi dan tampilan dari video ini dieksekusi juga dipikir secara matang.

Swift yang bertindak sebagai sutradara, penulis, juga pemeran dalam video ini memikirkan dengan detail apa yang akan muncul sebagai gambaran dari lagu ini.

Bahkan mungkin bisa saya bilang, penggambaran Taylor Swift ini jauh melebihi yang dibayangkan penggemarnya. Ini hal yang jarang terjadi, karena biasanya bayangan penggemar atas sesuatu yang sudah dikenal lalu dibuat lagi itu jauh lebih tinggi dibanding sang kreator.

lanjut ke sebelah..

Memudarkan Batasan Seni

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER