Jakarta, CNN Indonesia -- Aktris senior Christine Hakim menceritakan pengalaman baru yang didapat ketika membintangi Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Dalam film tersebut, karakternya melakukan adegan oral adegan oral terhadap salah satu karakter lainnya.
Christine Hakim mengatakan telah bermain film sejak 1973. Namun, ia mengaku tidak pernah melakukan adegan intim dengan lawan mainnya.
"48 tahun aku di film, adegan ciuman saja tidak pernah, dikasih orang seganteng apa, Slamet Rahardjo, Roy Marten, tidak pernah aku mau dicium," tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SEPERTI DENDAM RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS TAYANG 2 DESEMBER |
"Ini ada 'perkutut' suruh dicium," ujar Christine Hakim sambil tertawa dalam konferensi pers, Kamis (17/11).
Dalam film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, Christine Hakim berperan sebagai Mak Jerot yang berusaha menyembuhkan impotensi yang diderita Ajo Kawir (Marthino Lio).
Oleh sebab itu, ia mengaku sangat terkejut ketika pertama kali membaca naskah. Namun, ia tetap melakukan adegan tersebut karena menganggapnya sebagai sebuah tantangan. Ia juga merasa umurnya yang sudah 64 tahun tidak akan membuat adegan itu menjadi sebuah sensasi.
"Jujur saja, ekspektasi aku ya tidak seperti itu. Waktu baca naskahnya, aku bilang "Wah mas aku mak Erot nih'. Tapi aku juga pikir 'Gila juga nih sutradara muda' ya," ujar Christine Hakim dalam Konferensi Pers, Rabu (17/11).
"Saya pikir kalau masih muda dan mengambil peran ini, pasti jadinya sensasi. Tapi, karena saya sudah seumur KTP seumur hidup, tidak mungkin jadi sensasi," tuturnya.
Lanjut ke sebelah...
Christine Hakim Pilihan Utama Sutradara Seperti Dendam
Christine Hakim menceritakan pengalaman harus mencium 'perkutut' ketika membintangi Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. (Foto: Palari Films via YouTube)
Sementara itu, Sutradara Edwin mengaku telah lama menginginkan Christine Hakim berperan dalam filmnya. Ia juga mengungkapkan tidak memiliki pilihan pemain lain untuk memerankan Mak Jerot selain Christine Hakim.
Ia merasa adegan Christine Hakim dan Marthino Lio tersebut penting untuk menggambarkan trauma yang dirasakan Ajo Kawir.
"Saya tidak ada pilihan lain. Kalau ditolak, mendingan saya ganti aja ceritanya," ujar Edwin sambil tertawa.
SEPERTI DENDAM RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS TAYANG 2 DESEMBER |
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas merupakan adaptasi dari novel bertajuk sama karya Eka Kurniawan yang terbit pada 2014. Film ini disutradarai Edwin yang sebelumnya menyutradarai Posesif (2017).
Sama seperti novel, film ini mengisahkan lelaki bernama Ajo Kawir (Marthino Lio) yang tidak pernah takut berkelahi. Keberaniannya muncul lantaran ia memiliki masalah impoten.
Ajo beruntung ketika Iteung (Ladya Cheryl) menerima kondisinya apa adanya dan keduanya pun menikah. Sayangnya, kondisi Ajo Kawir nantinya menghadirkan permasalahan dalam rumah tangga mereka.
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas telah menjelajahi beberapa negara terlebih dahulu sebelum tayang di Indonesia.
Film tersebut juga menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Golden Leopard kategori kompetisi internasional (Concorso Internazionale) dalam Festival Film Internasional Locarno 2021.
Penggemar nantinya bisa menyaksikan film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Desember 2021.
[Gambas:Youtube]