Alec Baldwin Bantah Tarik Pelatuk Pistol Saat Insiden Syuting Rust
CNN Indonesia
Kamis, 02 Des 2021 17:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Alec Baldwin mengaku tidak menarik pelatuk pistol yang menewaskan sinematografer Halyna Hutchins dan melukai sutradara Joel Souza di lokasi syuting Rust. (Foto: REUTERS/Carlo Allegri)
Jakarta, CNN Indonesia --
Alec Baldwin buka suara terkait insiden penembakan fatal di lokasi syuting Rust. Baldwin mengaku tidak menarik pelatuk pistol yang menewaskan sinematografer Halyna Hutchins dan melukai sutradara Joel Souza di lokasi syuting Rust.
"Pelatuknya tidak ditarik. Saya tidak menarik pelatuknya," kata Alec Baldwin dikutip dari CNN dalam wawancara bersama stasiun berita ABC News pada Rabu (1/12) waktu AS.
Itu menjadi kesempatan pertamanya untuk duduk dan buka suara secara langsung bersama media sejak insiden penembakan terjadi pada Oktober 2021.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, sang aktor juga ditanya alasan menodongkan pistol tersebut padahal tidak ada adegan yang memerlukan senjata di naskah saat itu. Alec Baldwin sekali lagi menegaskan tidak pernah menodongkan pistol kepada siapapun.
"Saya tidak akan pernah mengarahkan pistol kepada siapapun dan menarik pelatuknya, tidak pernah," ucapnya.
Selain itu, aktor kelahiran 1958 tersebut juga mengaku tidak tahu pistol jenis Colt kaliber .45 yang dipakai saat syuting film Rust memiliki peluru aktif.
"Seseorang menaruh peluru aktif di pistol, peluru yang seharusnya tidak ada di [pistol] properti itu," kata Alec Baldwin.
Dalam wawancara tersebut, aktor yang juga menjadi pengisi suara dalam film animasi The Boss Baby (2017) dan sekuelnya, The Boss Baby: Family Business (2021) ini, langsung emosional saat membahas tentang sinematografer Halyna Hutchins.
Di mata Baldwin, Halyna Hutchins adalah sosok yang dikagumi dan dicintai banyak orang, terutama orang-orang yang pernah bekerja dalam proyek yang sama. Ia pun mengaku masih belum bisa menerima kenyataan atas kematian sinematografer tersebut.
Baldwin bahkan menganggap kematian sinematografer Halyna Hutchins dalam insiden itu adalah hal terburuk dalam hidupnya.
"Karena kejadian itu, aku terus-menerus berpikir, apa yang telah aku lakukan," kata Alec Baldwin.
Sebelumnya, insiden penembakan fatal di lokasi syuting film terbaru Alec Baldwin membunuh sinematografer Halyna Hutchins dan melukai sutradara Joel Souza.
Insiden itu berawal ketika Alec Baldwin dan kru produksi melakukan proses pengambilan gambar untuk film Rust yang berlangsung di Bonanza Creek Ranch, Santa Fe, Kamis (21/10) waktu Amerika Serikat.
Syuting tersebut melibatkan pistol sebagai alat peraga adegan. Nahas, senjata properti yang digunakan Baldwin dalam syuting tersebut mencelakai dua orang di lokasi syuting.
Polisi mengatakan Hutchins sempat dilarikan ke University of New Mexico Hospital dengan helikopter. Namun, aa meninggal ketika tiba di rumah sakit.
Sementara Souza yang berusia 48 tahun dibawa ambulans ke Christus St. Vincent Regional Medical Center, Santa Fe. Saat ini, dia telah pulang.
Insiden ini juga mendorong seruan pembaharuan praktik keselamatan yang lebih baik di lokasi syuting terkait dengan penggunaan senjata.
Alec Baldwin juga meminta polisi ikut dilibatkan dalam proses syuting yang menggunakan senjata properti. Baldwin mengatakan langkah itu bertujuan agar polisi dapat memantau keamanan senjata properti di lokasi syuting.
Permintaan tersebut disampaikan Baldwin lewat unggahan di akun media sosialnya pada Senin (8/11) waktu AS.
"Setiap film/set TV yang menggunakan senjata api, palsu atau lainnya, harus memiliki petugas polisi di lokasi syuting, yang disewa produksi, untuk secara khusus memantau keamanan senjata," tulis Baldwin dalam unggahannya.
Alec Baldwin buka suara terkait insiden penembakan fatal di lokasi syuting Rust. Baldwin mengaku tidak menarik pelatuk pistol yang menewaskan sinematografer Halyna Hutchins dan melukai sutradara Joel Souza di lokasi syuting Rust.
"Pelatuknya tidak ditarik. Saya tidak menarik pelatuknya," kata Alec Baldwin dikutip dari CNN dalam wawancara bersama stasiun berita ABC News pada Rabu (1/12) waktu AS.
Itu menjadi kesempatan pertamanya untuk duduk dan buka suara secara langsung bersama media sejak insiden penembakan terjadi pada Oktober 2021.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, sang aktor juga ditanya alasan menodongkan pistol tersebut padahal tidak ada adegan yang memerlukan senjata di naskah saat itu. Alec Baldwin sekali lagi menegaskan tidak pernah menodongkan pistol kepada siapapun.
"Saya tidak akan pernah mengarahkan pistol kepada siapapun dan menarik pelatuknya, tidak pernah," ucapnya.
Selain itu, aktor kelahiran 1958 tersebut juga mengaku tidak tahu pistol jenis Colt kaliber .45 yang dipakai saat syuting film Rust memiliki peluru aktif.
"Seseorang menaruh peluru aktif di pistol, peluru yang seharusnya tidak ada di [pistol] properti itu," kata Alec Baldwin.
Dalam wawancara tersebut, aktor yang juga menjadi pengisi suara dalam film animasi The Boss Baby (2017) dan sekuelnya, The Boss Baby: Family Business (2021) ini, langsung emosional saat membahas tentang sinematografer Halyna Hutchins.
Di mata Baldwin, Halyna Hutchins adalah sosok yang dikagumi dan dicintai banyak orang, terutama orang-orang yang pernah bekerja dalam proyek yang sama. Ia pun mengaku masih belum bisa menerima kenyataan atas kematian sinematografer tersebut.
Baldwin bahkan menganggap kematian sinematografer Halyna Hutchins dalam insiden itu adalah hal terburuk dalam hidupnya.
"Karena kejadian itu, aku terus-menerus berpikir, apa yang telah aku lakukan," kata Alec Baldwin.
Alec Baldwin mengaku tidak menarik pelatuk pistol yang menewaskan sinematografer Halyna Hutchins dan melukai sutradara Joel Souza di lokasi syuting Rust. (Foto: AP/Jim Weber)
Sebelumnya, insiden penembakan fatal di lokasi syuting film terbaru Alec Baldwin membunuh sinematografer Halyna Hutchins dan melukai sutradara Joel Souza.
Insiden itu berawal ketika Alec Baldwin dan kru produksi melakukan proses pengambilan gambar untuk film Rust yang berlangsung di Bonanza Creek Ranch, Santa Fe, Kamis (21/10) waktu Amerika Serikat.
Syuting tersebut melibatkan pistol sebagai alat peraga adegan. Nahas, senjata properti yang digunakan Baldwin dalam syuting tersebut mencelakai dua orang di lokasi syuting.
Polisi mengatakan Hutchins sempat dilarikan ke University of New Mexico Hospital dengan helikopter. Namun, aa meninggal ketika tiba di rumah sakit.
Sementara Souza yang berusia 48 tahun dibawa ambulans ke Christus St. Vincent Regional Medical Center, Santa Fe. Saat ini, dia telah pulang.
Insiden ini juga mendorong seruan pembaharuan praktik keselamatan yang lebih baik di lokasi syuting terkait dengan penggunaan senjata.
Alec Baldwin juga meminta polisi ikut dilibatkan dalam proses syuting yang menggunakan senjata properti. Baldwin mengatakan langkah itu bertujuan agar polisi dapat memantau keamanan senjata properti di lokasi syuting.
Permintaan tersebut disampaikan Baldwin lewat unggahan di akun media sosialnya pada Senin (8/11) waktu AS.
"Setiap film/set TV yang menggunakan senjata api, palsu atau lainnya, harus memiliki petugas polisi di lokasi syuting, yang disewa produksi, untuk secara khusus memantau keamanan senjata," tulis Baldwin dalam unggahannya.