Ilustrasi. Review One Piece Chapter 1.037 menilai pembaca kali ini disajikan pertarungan sengit Luffy dan Kaido. (Foto: Toei Animation via Imdb)
Jakarta, CNN Indonesia --
One Piece Chapter 1.037 dibuka dengan penampakan warga di Flower Capital jelang berakhirnya festival api. Banyak warga yang masih mabuk, ada juga yang mempersiapkan perahu langit alias lampion.
Mereka ingin memaksimalkan momen kebebasan melakukan apa saja sebelum dibelenggu kekuasaan Orochi dan Kaido.
Anak-anak dan para ibu menuliskan harapan di atas perahu langit. Sebagian besar dari mereka berharap esok akan jadi hari yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
One Piece Chapter 1.037 kemudian menampilkan situasi di atas tengkorak Onigashima. Kaido yang sedang bertarung sengit melawan Luffy tiba-tiba mengeluarkan gentong berisi sake dan meminumnya hingga habis.
Luffy merasa tindakan itu merupakan penghinaan. Sedangkan Kaido mengklaim itu dilakukan karena merasa senang dengan pertarungan melawan Luffy.
Namun, kondisi Kaido yang mabuk membuat Luffy semakin kesal dan langsung mengarahkan serangan ke lawannya itu. Luffy menganggap Kaido sudah lemah dan membuat dirinya berpeluang memenangkan pertarungan.
Bukannya di atas angin, Luffy malah harus dihadapkan dengan fase berbahaya dari Kaido. Ternyata, kondisi mabuk malah membuat Kaido lebih bertenaga dibandingkan sadar 100 persen.
Serangan Luffy berhasil dihindari dan Kaido sukses melayangkan jurus Shuron Hakke Warai Jogo - Ragnarok yang langsung menghantam tubuh Luffy dan membuatnya terhempas ke tanah.
Serangan Kaido bahkan membuat tengkorak Onigashima semakin hancur.
Kaido kemudian berubah menjadi naga dan memasuki fase murung sang pemabuk. Dia kembali sukses menggagalkan serangan Luffy dan melancarkan serangan balik menggunakan jurus Tatsumaki Kaifu.
Tak berhenti di sana, Kaido berubah ke fase menangis sang pemabuk dan siap mengeluarkan jurus Raimei Hakke ke arah Luffy. Namun, Luffy berhasil menghindari ayunan palu gada Kaido, lalu menendang dagu Kaido.
Kaido tampak terhuyung tapi masih bisa mengendalikan diri dan melilit kaki Luffy menggunakan buntut naganya.
Keduanya saling membenturkan dahi tapi karena aura Haoshoku Haki keduanya yang sangat besar benturan itu sampai memunculkan petir hitam di sekeliling mereka.
Lanjut ke sebelah...
Melihat Luffy yang terus menerus menyerang, Kaido marah dan mengatakan kini tak mabuk lagi walau sebenarnya sedang memasuki fase murka sang pemabuk.
Di momen itu, Luffy dan Kaido kembali beradu jurus, Luffy dengan Gomu Gomu Roc Gatling dan Kaido dengan Gundari Ryuseigun. Pukulan Luffy menghantam wajah Kaido dan ayunan palu gada Kaido melukai Luffy.
Keduanya masih terus beradu kekuatan sampai ada momen di mana Luffy berhasil menangkis palu gada Kaido dan tendangan Luffy masuk ke perut sang makhluk terkuat itu.
Saat pertarungan Kaido vs Luffy sedang seru-serunya, One Piece chapter 1037 juga membawa pembaca ke adegan lain di Mariejoa.
Gorosei sedang berkumpul dan membicarakan kekacauan yang sedang terjadi di Wano. Mereka berlima mengatakan saat seperti ini adalah waktu paling tepat menjalankan misi menangkap Nico Robin.
Kembali ke Mariejoa, Gorosei tiba-tiba membicarakan buah iblis yang dianggap sebagai mitos karena sudah tidak 'bangkit' selama ratusan tahun.
Mereka kemudian curiga dengan keputusan Pemerintah Dunia yang mengubah nama asli dari buah iblis misterius dan menganggap perubahan nama dilakukan dengan tujuan menghapus keberadaan buah iblis itu dari sejarah.
Buah iblis yang dibicarakan Gorosei itu belum jelas. Namun, semua berubah menjadi jelas ketika sosok bayangan penghalang kapal Pemerintah Dunia mengungkapkan hal itu.
Chapter 1037 kemudian ditutup dengan sosok Zunisha yang tampak menjulang tinggi menghalangi kapal Pemerintah Dunia.
Sejumlah pertanyaan juga muncul, seperti kenapa Zou berada di dekat Wano? Serta hubungan hubungannya dengan buah iblis yang dibicarakan Gorosei.
Jakarta, CNN Indonesia --
One Piece Chapter 1.037 dibuka dengan penampakan warga di Flower Capital jelang berakhirnya festival api. Banyak warga yang masih mabuk, ada juga yang mempersiapkan perahu langit alias lampion.
Mereka ingin memaksimalkan momen kebebasan melakukan apa saja sebelum dibelenggu kekuasaan Orochi dan Kaido.
Anak-anak dan para ibu menuliskan harapan di atas perahu langit. Sebagian besar dari mereka berharap esok akan jadi hari yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
One Piece Chapter 1.037 kemudian menampilkan situasi di atas tengkorak Onigashima. Kaido yang sedang bertarung sengit melawan Luffy tiba-tiba mengeluarkan gentong berisi sake dan meminumnya hingga habis.
Luffy merasa tindakan itu merupakan penghinaan. Sedangkan Kaido mengklaim itu dilakukan karena merasa senang dengan pertarungan melawan Luffy.
Namun, kondisi Kaido yang mabuk membuat Luffy semakin kesal dan langsung mengarahkan serangan ke lawannya itu. Luffy menganggap Kaido sudah lemah dan membuat dirinya berpeluang memenangkan pertarungan.
Bukannya di atas angin, Luffy malah harus dihadapkan dengan fase berbahaya dari Kaido. Ternyata, kondisi mabuk malah membuat Kaido lebih bertenaga dibandingkan sadar 100 persen.
Serangan Luffy berhasil dihindari dan Kaido sukses melayangkan jurus Shuron Hakke Warai Jogo - Ragnarok yang langsung menghantam tubuh Luffy dan membuatnya terhempas ke tanah.
Serangan Kaido bahkan membuat tengkorak Onigashima semakin hancur.
Kaido kemudian berubah menjadi naga dan memasuki fase murung sang pemabuk. Dia kembali sukses menggagalkan serangan Luffy dan melancarkan serangan balik menggunakan jurus Tatsumaki Kaifu.
Tak berhenti di sana, Kaido berubah ke fase menangis sang pemabuk dan siap mengeluarkan jurus Raimei Hakke ke arah Luffy. Namun, Luffy berhasil menghindari ayunan palu gada Kaido, lalu menendang dagu Kaido.
Kaido tampak terhuyung tapi masih bisa mengendalikan diri dan melilit kaki Luffy menggunakan buntut naganya.
Keduanya saling membenturkan dahi tapi karena aura Haoshoku Haki keduanya yang sangat besar benturan itu sampai memunculkan petir hitam di sekeliling mereka.
Lanjut ke sebelah...
Review Manga: One Piece 1.037
Ilustrasi. Review One Piece Chapter 1.037 menilai pembaca kali ini disajikan pertarungan sengit Luffy dan Kaido. (Foto: Arsip IMDB)
Melihat Luffy yang terus menerus menyerang, Kaido marah dan mengatakan kini tak mabuk lagi walau sebenarnya sedang memasuki fase murka sang pemabuk.
Di momen itu, Luffy dan Kaido kembali beradu jurus, Luffy dengan Gomu Gomu Roc Gatling dan Kaido dengan Gundari Ryuseigun. Pukulan Luffy menghantam wajah Kaido dan ayunan palu gada Kaido melukai Luffy.
Keduanya masih terus beradu kekuatan sampai ada momen di mana Luffy berhasil menangkis palu gada Kaido dan tendangan Luffy masuk ke perut sang makhluk terkuat itu.
Saat pertarungan Kaido vs Luffy sedang seru-serunya, One Piece chapter 1037 juga membawa pembaca ke adegan lain di Mariejoa.
Gorosei sedang berkumpul dan membicarakan kekacauan yang sedang terjadi di Wano. Mereka berlima mengatakan saat seperti ini adalah waktu paling tepat menjalankan misi menangkap Nico Robin.
Kembali ke Mariejoa, Gorosei tiba-tiba membicarakan buah iblis yang dianggap sebagai mitos karena sudah tidak 'bangkit' selama ratusan tahun.
Mereka kemudian curiga dengan keputusan Pemerintah Dunia yang mengubah nama asli dari buah iblis misterius dan menganggap perubahan nama dilakukan dengan tujuan menghapus keberadaan buah iblis itu dari sejarah.
Buah iblis yang dibicarakan Gorosei itu belum jelas. Namun, semua berubah menjadi jelas ketika sosok bayangan penghalang kapal Pemerintah Dunia mengungkapkan hal itu.
Chapter 1037 kemudian ditutup dengan sosok Zunisha yang tampak menjulang tinggi menghalangi kapal Pemerintah Dunia.
Sejumlah pertanyaan juga muncul, seperti kenapa Zou berada di dekat Wano? Serta hubungan hubungannya dengan buah iblis yang dibicarakan Gorosei.