Review Layangan Putus menilai penampilan pemeran menjadi kekuatan serial ini walau memiliki jalan cerita sederhana dan tidak berbeda dari serial lainnya. Foto: (dok. MD Entertainment/WeTV via YouTube)
Salah satu hal yang turut disoroti Layangan Putus adalah kondisi anak di tengah perseteruan kedua orang tuanya. Raya dan Brandon menjadi contoh dalam serial tersebut.
Percekcokan di antara Aris dan Kinan jelas berdampak kepada Raya. Hal itu terlihat dalam adegan ketika anak perempuan tersebut mengirimkan surat kepada bapaknya.
Beda lagi dengan Brandon yang merupakan anak Miranda (Frederika Cull). Hubungan orang tua yang tak harmonis berdampak jelas pada kondisi psikologisnya yang tak bisa mengontrol emosi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tak banyak dikupas, rumah tangga Miranda juga memberikan pelajaran bahwasanya memendam masalah terlalu lama tidak baik bagi rumah tangga. Hal itu malah memicu dampak yang lebih parah.
Selain akting kurang maksimal Anya di beberapa adegan, rumah tangga Miranda yang tidak begitu dieksplorasi, Layangan Putus juga masih memiliki catatan lainnya, yakni penampilan dari Marthino Lio.
Karakter Andre Layangan Putus yang diperankan Marthino Lio terasa hanya dihadirkan sebagai hiasan dalam serial tersebut.
Catatan-catatan kecil itu pada akhirnya tidak terlalu mengganggu kenikmatan menonton Layangan Putus. Penonton tetap emosi karena larut dalam penyampaian kisah dari para pemainnya.
Ketika jalan cerita yang sederhana itu dibawakan dengan apik oleh para pemain, serial garapan Benni Setiawan itu terasa begitu dekat dengan realitas.
Apalagi, Layangan Putus juga hasil adaptasi tulisan curhat yang diunggah pemilik akun Facebook bernama Mommy ASF pada 2019.
Sehingga, tidak mengherankan apabila penonton Layangan Putus berpikir ulang mengenai pernikahan usai menyaksikan serial ini.
Jangankan penonton, Anya Geraldine bahkan mengakui takut untuk masuk ke jenjang pernikahan setelah melihat perilaku Aris Layangan Putus.
Namun, secara garis besar, serial ini pada akhirnya menekankan pentingnya untuk bisa melepaskan sesuatu yang tidak bisa dimiliki. Layangan Putus menjadi pengingat bahwa yang sebaiknya dijaga adalah diri sendiri.
Layangan Putus berhasil menyulut emosi penonton meski tak menyajikan sesuatu yang baru dibandingkan drama atau film perselingkuhan dalam rumah tangga yang telah tayang. Penampilan pemeran utama menjadi kekuatan serial ini.
Putri Marino menjadi magnet utama serial ini dalam menampilkan emosinya sebagai Kinan. Penonton dibuat larut dalam pengembangan karakternya dari episode awal hingga akhir.
Penyampaian pesan melalui dialog dan emosi yang tepat membuat Putri Marino mendapatkan banyak pujian dan perhatian dalam memerankan Kinan. Tak mengherankan ketika banyak adegan Kinan Layangan Putus viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pelajaran yang kerap ditekankan Kinan, terutama bagi perempuan, melalui Layangan Putus adalah harga diri. Penting bagi setiap perempuan mempertahankan nilai dan harga diri di situasi apa pun.
Tak hanya itu, perempuan juga perlu berani bersuara bahkan mengambil langkah keluar dari hubungan yang tidak sehat.
Namun, Putri Marino bukan satu-satunya yang menarik perhatian banyak penonton serial ini. Reza Rahadian kembali menampilkan kualitas akting yang benar-benar bisa membuat hati penonton, terutama kaum hawa, mendidih.
Di satu sisi, Reza menampilkan sosok Aris sebagai family man. Di sisi yang lain, ia juga dengan sukses menghidupkan Aris sebagai sosok yang sangat lihai dalam menyembunyikan hubungan gelapnya.
Gestur kecil penuh detail ditampilkan dengan piawai acap kali Aris hampir ketahuan selingkuh. Itu membuat tensi penonton terjaga bahkan terus naik hingga akhir episode Layangan Putus.
Foto: (Arsip WeTV Indonesia via Twitter) Review Layangan Putus menilai Reza Rahadian menghidupkan karakter Aris dengan amat baik hingga menyulut emosi penonton.
Sosok Anya Geraldine sebagai Lydia juga memberi bumbu permasalahan rumah tangga Aris dan Kinan semakin gurih. Sayangnya, ada adegan-adegan yang memperlihatkan penampilan kurang maksimal Anya sebagai orang ketiga.
Namun tetap saja, tingkah Aris di balik Kinan, ditambah dengan kelakuan Lydia menjadi kombo sempurna dalam mengaduk-aduk emosi penonton.
Lanjut ke sebelah...
Review Serial: Layangan Putus
Review Layangan Putus menilai penampilan pemeran menjadi kekuatan serial ini walau memiliki jalan cerita sederhana dan tidak berbeda dari serial lainnya. Foto: (Arsip WeTV Indonesia via Twitter)
Salah satu hal yang turut disoroti Layangan Putus adalah kondisi anak di tengah perseteruan kedua orang tuanya. Raya dan Brandon menjadi contoh dalam serial tersebut.
Percekcokan di antara Aris dan Kinan jelas berdampak kepada Raya. Hal itu terlihat dalam adegan ketika anak perempuan tersebut mengirimkan surat kepada bapaknya.
Beda lagi dengan Brandon yang merupakan anak Miranda (Frederika Cull). Hubungan orang tua yang tak harmonis berdampak jelas pada kondisi psikologisnya yang tak bisa mengontrol emosi.
Meski tak banyak dikupas, rumah tangga Miranda juga memberikan pelajaran bahwasanya memendam masalah terlalu lama tidak baik bagi rumah tangga. Hal itu malah memicu dampak yang lebih parah.
Selain akting kurang maksimal Anya di beberapa adegan, rumah tangga Miranda yang tidak begitu dieksplorasi, Layangan Putus juga masih memiliki catatan lainnya, yakni penampilan dari Marthino Lio.
Karakter Andre Layangan Putus yang diperankan Marthino Lio terasa hanya dihadirkan sebagai hiasan dalam serial tersebut.
Catatan-catatan kecil itu pada akhirnya tidak terlalu mengganggu kenikmatan menonton Layangan Putus. Penonton tetap emosi karena larut dalam penyampaian kisah dari para pemainnya.
Ketika jalan cerita yang sederhana itu dibawakan dengan apik oleh para pemain, serial garapan Benni Setiawan itu terasa begitu dekat dengan realitas.
Apalagi, Layangan Putus juga hasil adaptasi tulisan curhat yang diunggah pemilik akun Facebook bernama Mommy ASF pada 2019.
Sehingga, tidak mengherankan apabila penonton Layangan Putus berpikir ulang mengenai pernikahan usai menyaksikan serial ini.
Jangankan penonton, Anya Geraldine bahkan mengakui takut untuk masuk ke jenjang pernikahan setelah melihat perilaku Aris Layangan Putus.
Namun, secara garis besar, serial ini pada akhirnya menekankan pentingnya untuk bisa melepaskan sesuatu yang tidak bisa dimiliki. Layangan Putus menjadi pengingat bahwa yang sebaiknya dijaga adalah diri sendiri.