SENIN ONE PIECE

Review Manga: One Piece 1.055

Aulia Bintang Pratama | CNN Indonesia
Senin, 01 Agu 2022 20:20 WIB
Review Manga: One Piece 1.055
Berikut review manga One Piece chapter 1.055 yang juga menampilkan Road Poneglyph dan Wano kuno. Foto: CNN Indonesia/Hanna Azarya

Sukiyaki mengaku belum pernah melihat Pluton dengan matanya sendiri, dan dia tak bisa menunjukkan itu pada Law dan Robin.

Namun, dia menegaskan jika Pluton hendak dibangkitkan maka dinding yang mengelilingi Wano harus dihancurkan. Itu mengindikasikan Pluton akan bangkit jika Wano dibuka ke dunia luar seperti dahulu kala.

Robin lantas mempertanyakan kenapa Kozuki Oden berhasrat membuka Wano jika itu artinya akan melepas Pluton ke dunia luar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sukiyaki tak bisa menjawab pertanyaan itu karena dia pun tak tahu informasi apa yang didapat Oden selama dia berlayar di lautan.

Shanks Unjuk Gigi

Kembali ke pertarungan Rokugyu vs Momo dkk, niat sang admiral untuk menyerang Momo terhenti saat aura Haoshoku Haki mendadak muncul dari lautan Wano.

Aura itu terasa sangat kuat sampai membuat Rokugyu tak bisa bergerak dan merasa sedikit intimidasi. Tak lama setelah itu, Rokugyu menyadari itu berasal dari kapal Bajak Laut Si Rambut Merah.

Lebih spesifik lagi, aura Haoshoku Haki itu dikeluarkan sang kapten yaitu Shanks. Entah bagaimana caranya Shanks bisa mengetahui keberadaan Rokugyu di Wano, tapi dia menyebut hal yang dilakukan admiral adalah tindakan pengecut.

Menurut Shanks, tindakan Angkatan Laut sebuah penghinaan karena mencoba menyerang para bajak laut muda yang masih kelelahan setelah mengubah sejarah bajak laut dengan mengalahkan dua Yonko sekaligus.

Shanks pun melontarkan kata-kata cukup ikonis yang membuat Rokugyu langsung memilih mundur karena tak ingin berhadapan dengan Shanks dkk:

"Apakah kaliah sebegitu takutnya akan datangnya Zaman Baru?"

Keduanya pun kaget saat melihat pemandangan Wano yang terendam air di balik lapisan kaca tebal. Sukiyaki menyebut itu adalah reruntuhan Wano dari 800 tahun lalu alias saat Wano masih membuka diri ke dunia luar.



Robin pun menyadari bangunan itu masih utuh. Sehingga, air di sana bukan berasal dari laut melainkan air tawar. Sukiyaki pun menjelaskan bahwa dulu Negeri Wano berdiri di kaki Gunung Fuji.

Namun, pada satu waktu muncul tembok yang mengelilingi Wano dan membuat air hujan tak bisa keluar ke lautan dan malah merendam area perkotaaan.

Penduduk Wano lantas mengungsi dan membangun kota baru di lereng Gung Fuji. Perkotaan baru itu yang kini dikenal sebagai area Wano oleh semua orang.

Ucapan Shanks itu pun memukul mundur Rokugyu sekaligus mengakhiri pertarungan melawan Momo dkk.

Gif banner Allo Bank

Momo tampak terharu karena dia berhasil melindungi Wano tanpa bantuan Luffy dkk, dan pesta di Flower Capital juga tidak terganggu oleh kehadiran Rokugyu.

Jauh dari lokasi pertarungan itu, ternyata Luffy, Zoro, Sanji, dan Jinbei menyaksikan semua peristiwa Momo dkk vs Rokugyu.

Mereka semua tampak memuji kekuatan Momo yang sukses menghalau seorang admiral dan mereka juga tertarik dengan haki yang tiba-tiba muncul dan memukul mundur Rokugyu.

Mereka semua tidak ada yang tahu siapa yang memunculkan haki itu, tapi Luffy menyebut bahwa dia langsung terbayang wajah yang sangat dia rindukan.

(chri)


[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

One Piece chapter 1.055 melanjutkan pertarungan antara Rokugyu dan Momonosuke dkk. Momo yang masih dalam bentuk naga terus memohon agar Yamato tidak ikut campur dalam pertempuran melawan Rokugyu.

Di sela-sela itu, para anggota Nine Red Scabbards mencoba memukul mundur Rokugyu dengan berbagai macam cara, seperti Raizo menghembuskan api yang tidak berefek apapun pada Rokugyu.

Rokugyu lantas menghina lawannya itu dengan mengatakan mereka tak akan bisa menang melawan sosok berpangkat Admiral Angkatan Laut seperti dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rokugyu kemudian menancapkan ranting pohon ke tubuh Raizo dan menyerap sari dalam tubuh sang ninja. Tak hanya itu, Denjiro, Kawamatsu, dan Nekomamushi juga tak berdaya karena tubuh mereka dililit ranting Rokugyu.

Kondisi tersebut membuat Rokugyu terus menerus membahas ketimpangan kekuatan antara dia dan Nine Red Scabbards. Dia juga menyinggung Kaido yang menurutnya punya andil dalam mempertahankan Wano Kuni.

Menurut Rokugyu, warga Wano harus bersyukur meski sengsara di bawah kepemimpinan Kaido karena sang pemimpin bisa menghalau musuh yang hendak mendekati mereka.

Di momen itu, Yamato kembali mempertanyakan alasan tak boleh ikut bertarung. Momo akhirnya jujur dan menyebut mereka tak boleh bergantung pada orang-orang yang nantinya pergi meninggalkan Wano.

Saat ini, Wano sedang dalam kondisi suka cita dan semua orang percaya bahwa Momo dkk bisa melindungi mereka semua.

[Gambas:Video CNN]



Dengan pertimbangan itu, Momo tak hanya enggan mendapat bantuan dari Yamato tapi juga dia tak mau meminta pertolongan dari Luffy dkk.

Momo ingin ia dan anak buahnya bisa melindungi Wano tanpa bantuan orang lain dan membuktikan mereka bisa melindungi Wano dan mengusir siapapun yang hendak menguasai Wano.

Di momen itu, Momo tanpa terduga berhasil menyemburkan Bolo Breath seperti yang biasa dilakukan oleh Kaido.

Serangan itu menghantam tubuh Rokugyu dan tampaknya berhasil membuat dia kesakitan.

Momo yang merasa sudah berhasil menemukan cara melancarkan jurus itu, terus menerus menembakkan Bolo Breath ke arah Rokugyu.

Rokugyu yang tampak sudah terdesak kembali bangkit dan tampak siap untuk mengakhiri hidup Momo dengan satu jurus.

Namun saat hendak melancarkan serangan, Rokugyu dikagetkan dengan kemunculan aura Haoshoku Haki dari arah perairan Wano.

Gif banner Allo Bank

 

Road Poneglyph, Pluton, dan Wano Zaman Dulu

Sebelum melanjutkan kisah pertarungan Momo vs Rokugyu, ada satu cerita penting yang disisipkan Eiichiro Oda dalam chapter kali ini, yakni keberadaan Road Poneglyph di Wano Kuno.

Dalam chapter 1.053, Nico Robin tampak berbincang dengan Kozuki Sukiyaki alias Tenguyama Hitetsu terkait keberadaan Poneglyph di Wano.

Perbincangan itu kemudian baru dilanjutkan dalam One Piece chapter 1.055.

Uniknya, Trafalgar Law tiba-tiba muncul dalam chapter ini dan mengikuti Sukiyaki-Robin untuk melihat Poneglyph. Ketiganya lantas menuruni tangga ke bagian bawah Kastil.

Di tengah-tengah perjalanan, Robin menyadari ada cahaya yang muncul dari balik bebatuan. Dia dan Law lantas memasuki sebuah lorong kecil untuk melihat asal dari cahaya itu.


Setelah menjelaskan masa lalu Wano, Sukiyaki-Robin-Law akhirnya tiba di lokasi Road Poneglyph.

Robin pun mengonfirmasi itu poneglyph asli dan artinya Bajak Laut Topi Jerami tinggal membutuhkan satu Road Poneglyph lagi untuk bisa sampai ke Laugh Tale.

Belum selesai dengan fakta keberadaan Road Poneglyph, Robin dan Law diberi tahu bahwa di area lebih bawah dari tempat mereka berdiri ada senjata kuno Pluton yang "tertidur".

Lanjut ke sebelah...

Review Manga: One Piece 1.055

Berikut review manga One Piece chapter 1.055 yang juga menampilkan Road Poneglyph dan Wano kuno. Foto: CNN Indonesia/Hanna Azarya

Sukiyaki mengaku belum pernah melihat Pluton dengan matanya sendiri, dan dia tak bisa menunjukkan itu pada Law dan Robin.

Namun, dia menegaskan jika Pluton hendak dibangkitkan maka dinding yang mengelilingi Wano harus dihancurkan. Itu mengindikasikan Pluton akan bangkit jika Wano dibuka ke dunia luar seperti dahulu kala.

Robin lantas mempertanyakan kenapa Kozuki Oden berhasrat membuka Wano jika itu artinya akan melepas Pluton ke dunia luar.

Sukiyaki tak bisa menjawab pertanyaan itu karena dia pun tak tahu informasi apa yang didapat Oden selama dia berlayar di lautan.

Shanks Unjuk Gigi

Kembali ke pertarungan Rokugyu vs Momo dkk, niat sang admiral untuk menyerang Momo terhenti saat aura Haoshoku Haki mendadak muncul dari lautan Wano.

Aura itu terasa sangat kuat sampai membuat Rokugyu tak bisa bergerak dan merasa sedikit intimidasi. Tak lama setelah itu, Rokugyu menyadari itu berasal dari kapal Bajak Laut Si Rambut Merah.

Lebih spesifik lagi, aura Haoshoku Haki itu dikeluarkan sang kapten yaitu Shanks. Entah bagaimana caranya Shanks bisa mengetahui keberadaan Rokugyu di Wano, tapi dia menyebut hal yang dilakukan admiral adalah tindakan pengecut.

Menurut Shanks, tindakan Angkatan Laut sebuah penghinaan karena mencoba menyerang para bajak laut muda yang masih kelelahan setelah mengubah sejarah bajak laut dengan mengalahkan dua Yonko sekaligus.

Shanks pun melontarkan kata-kata cukup ikonis yang membuat Rokugyu langsung memilih mundur karena tak ingin berhadapan dengan Shanks dkk:

"Apakah kaliah sebegitu takutnya akan datangnya Zaman Baru?"

Keduanya pun kaget saat melihat pemandangan Wano yang terendam air di balik lapisan kaca tebal. Sukiyaki menyebut itu adalah reruntuhan Wano dari 800 tahun lalu alias saat Wano masih membuka diri ke dunia luar.

[Gambas:Video CNN]



Robin pun menyadari bangunan itu masih utuh. Sehingga, air di sana bukan berasal dari laut melainkan air tawar. Sukiyaki pun menjelaskan bahwa dulu Negeri Wano berdiri di kaki Gunung Fuji.

Namun, pada satu waktu muncul tembok yang mengelilingi Wano dan membuat air hujan tak bisa keluar ke lautan dan malah merendam area perkotaaan.

Penduduk Wano lantas mengungsi dan membangun kota baru di lereng Gung Fuji. Perkotaan baru itu yang kini dikenal sebagai area Wano oleh semua orang.

Ucapan Shanks itu pun memukul mundur Rokugyu sekaligus mengakhiri pertarungan melawan Momo dkk.

Gif banner Allo Bank

Momo tampak terharu karena dia berhasil melindungi Wano tanpa bantuan Luffy dkk, dan pesta di Flower Capital juga tidak terganggu oleh kehadiran Rokugyu.

Jauh dari lokasi pertarungan itu, ternyata Luffy, Zoro, Sanji, dan Jinbei menyaksikan semua peristiwa Momo dkk vs Rokugyu.

Mereka semua tampak memuji kekuatan Momo yang sukses menghalau seorang admiral dan mereka juga tertarik dengan haki yang tiba-tiba muncul dan memukul mundur Rokugyu.

Mereka semua tidak ada yang tahu siapa yang memunculkan haki itu, tapi Luffy menyebut bahwa dia langsung terbayang wajah yang sangat dia rindukan.


HALAMAN:
1 2