Curhat Luna Maya Bangkit Lagi Usai Hadapi Masalah Mental dan Sepi Job
CNN Indonesia
Selasa, 31 Mei 2022 16:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Luna Maya mengisahkan perjuangan dirinya menghadapi masalah kesehatan mental, terutama mengalami
Luna Maya mengaku caranya untuk berproses menghadapi kesehatan mentalnya adalah dengan mengobservasi segala hal, dari dirinya sendiri hingga ke teman-temannya.
Ia pun berusaha untuk lebih memaknai hidup lebih dari sekadar naik-turun kehidupan, melainkan sebuah siklus yang kadang menempatkan seseorang berada di atas, tapi bisa kemudian berada di bawah.
Posisi kehidupan Luna Maya pun berubah. Perlahan tapi pasti, tawaran kerja mulai berdatangan. Ia pun menyambut hal itu dengan positif dan menganggap sebagai "kesempatan kedua".
"Ya sudah mungkin tadinya harga lo 10 ditawar jadi 5, ya sudah gue terima," kata Luna Maya. "Cancel culture juga dapet, seluruh iklan gue hilang. Jadi itu gue mulai dari nol lagi, terus berlanjut sampai titik sekarang ini," lanjutnya.
"Alhamdulillah gue enggak sangka sudah di posisi ini. Ini kayak kesempatan kedua sih menurut gue," katanya.
Luna Maya pun menerangkan bahwa kini dirinya masih terus belajar untuk menjalani hidup dengan positif agar terlepas dari segala kekhawatiran tersebut.
Termasuk, saat menghadapi gosip dan kabar tak sedap ataupun menghadapi media. Luna Maya mengaku kini dirinya hanya "tertawa" kala mendengar selentingan gosip soal dirinya.
Luna Maya mengaku kini berbeda dari dirinya yang dulu. Dulu, kata Luna, dirinya masih "anak-anak" dan tak paham ketika "digosipin sama infotainment". Kini, ia menganggap semua kabar itu sebagai publisitas untuk namanya.
"Thank God, banyak peristiwa dalam hidup gue," kata Luna Maya.
"Iya makanya, gue tuh senang, begitu. Mungkin banyak orang yang melihat gue tuh hina banget, banyak hal negatif atau perundungan yang datang ke gue. Tapi somehow, I really love my life." katanya.
Luna Maya telah mengizinkan CNNIndonesia.com untuk mengutip kisah tersebut.
Luna Maya mengisahkan perjuangan dirinya menghadapi masalah kesehatan mental, terutama saat dirinya mengaku mengalami "jatuh" hingga tawaran kerja yang minim.
Hal itu diungkap Luna kepada Denny Sumargo dalam wawancara yang ditayangkan pada Senin (30/5) di kanal YouTube aktor tersebut.
Luna mengaku kepada Denny momen itu terjadi setelah dirinya mendapat banyak masalah di dunia hiburan yang membuat tawaran kerja menurun dan berdampak pada pemasukannya.
"Gue sempat mengalami namanya post power syndrome. Itu kayak lo punya power terus tiba-tiba enggak ada, tapi lo merasa kayak 'gila gue kan seseorang tadinya, terus sekarang bukan siapa-siapa' begitu," curhat Luna.
"Itu perjuangan banget, itu kan gangguan mental juga. Kena banget, orang memuja-muja lo terus tiba-tiba berhenti dan jadinya menghujat, kan bingung ya?" katanya.
Luna mengaku sempat menganggur selama setahun, sama sekali tanpa pekerjaan. Padahal waktu itu Luna berusia 20-an dan namanya sedang menanjak.
Luna pun memutuskan untuk berbisnis. Bahkan ia sempat merasa tak akan bisa lagi bertahan di dunia hiburan mengingat popularitasnya kala itu anjlok.
Namun saat menjalani bisnis pun, Luna Maya berjuang bukan hanya sekadar memastikan pekerjaannya itu berjalan, tetapi juga menghadapi sifat perfeksionis yang ia miliki.
"Gue tadinya tidak toleran dengan ketidaksempurnaan, gue enggak suka apa pun yang enggak sempurna. Karena gue kebiasaan mengerjakan sendiri, 'kalo gue bisa, lo harusnya bisa'," kata Luna.
"Itu yang gue lagi belajar, pola pikir bahwa ternyata semua orang tuh enggak punya kapasitas seperti kita. Jadi gue mulai belajar untuk enggak emosi, yang enggak mengganggu pikiran gue kalau ada sesuatu yang enggak memenuhi standar kita," lanjutnya.
"We have to lower our ego, our expectations." kata Luna Maya.
Lanjut ke sebelah...
Kesempatan Kedua
Luna Maya mengaku caranya untuk berproses menghadapi kesehatan mentalnya adalah dengan mengobservasi segala hal, dari dirinya sendiri hingga ke teman-temannya. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Luna Maya mengaku caranya untuk berproses menghadapi kesehatan mentalnya adalah dengan mengobservasi segala hal, dari dirinya sendiri hingga ke teman-temannya.
Ia pun berusaha untuk lebih memaknai hidup lebih dari sekadar naik-turun kehidupan, melainkan sebuah siklus yang kadang menempatkan seseorang berada di atas, tapi bisa kemudian berada di bawah.
Posisi kehidupan Luna Maya pun berubah. Perlahan tapi pasti, tawaran kerja mulai berdatangan. Ia pun menyambut hal itu dengan positif dan menganggap sebagai "kesempatan kedua".
"Ya sudah mungkin tadinya harga lo 10 ditawar jadi 5, ya sudah gue terima," kata Luna Maya. "Cancel culture juga dapet, seluruh iklan gue hilang. Jadi itu gue mulai dari nol lagi, terus berlanjut sampai titik sekarang ini," lanjutnya.
"Alhamdulillah gue enggak sangka sudah di posisi ini. Ini kayak kesempatan kedua sih menurut gue," katanya.
Luna Maya pun menerangkan bahwa kini dirinya masih terus belajar untuk menjalani hidup dengan positif agar terlepas dari segala kekhawatiran tersebut.
Termasuk, saat menghadapi gosip dan kabar tak sedap ataupun menghadapi media. Luna Maya mengaku kini dirinya hanya "tertawa" kala mendengar selentingan gosip soal dirinya.
Luna Maya mengaku kini berbeda dari dirinya yang dulu. Dulu, kata Luna, dirinya masih "anak-anak" dan tak paham ketika "digosipin sama infotainment". Kini, ia menganggap semua kabar itu sebagai publisitas untuk namanya.
"Thank God, banyak peristiwa dalam hidup gue," kata Luna Maya.
"Iya makanya, gue tuh senang, begitu. Mungkin banyak orang yang melihat gue tuh hina banget, banyak hal negatif atau perundungan yang datang ke gue. Tapi somehow, I really love my life." katanya.
Luna Maya telah mengizinkan CNNIndonesia.com untuk mengutip kisah tersebut.