Alasan Juri Amber Heard Kalah dari Johnny Depp: Air Mata Buaya
CNN Indonesia
Jumat, 17 Jun 2022 15:40 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Juri menilai kesaksian emosional Amber Heard di sidang tidak realistis. Beberapa dari juri bahkan menyebutnya dengan
Jakarta, CNN Indonesia --
Salah satu juri persidangan pencemaran nama baik Amber Heard atas Johnny Depp buka suara tentang putusan persidangan. Ia mengungkapkan alasan di balik kekalahan Amber Heard atas mantan suaminya itu.
Menurut juri, kesaksian emosional sang aktris selama persidangan tidak realistis. Amber Heard juga disebut menampilkan ekspresi wajah yang membuat tak nyaman hingga kerap mengeluarkan "air mata buaya."
"Tangisan, ekspresi wajah yang diperlihatkan, tatapan kepada juri. Kami semua sangat tidak nyaman," kata juri dalam wawancara eksklusif bersama Good Morning America, seperti diberitakan Variety pada Kamis (16/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia akan menjawab satu pertanyaan lalu menangis, dan dua detik kemudian ekspresinya berubah menjadi sedingin es. Beberapa dari kami menggunakan ungkapan 'air mata buaya,'" lanjutnya.
Sebaliknya, para juri menilai sederet kesaksian Johnny Depp selama persidangan lebih bisa dipercaya. Keadaan emosionalnya juga sangat stabil selama menjawab pertanyaan.
"Banyak juri merasa apa yang [Depp] katakan, pada akhirnya, lebih dapat dipercaya," tutur juri.
"Dia terlihat sedikit lebih riil ketika menanggapi pertanyaan. Keadaan emosionalnya sangat stabil selama ini."
Pihak Amber Heard sebelumnya telah berulang kali mengklaim media sosial turut mempengaruhi juri untuk mendukung Depp. Selama persidangan, Heard diketahui kerap mendapat kritik di berbagai platform media sosial.
Situasi itu juga dibenarkan Amber Heard dalam wawancara eksklusif bersama NBC News dengan mengatakan, "Saya pikir bahkan juri yang paling berniat baik ... tidak mungkin menghindari ini."
Bantahan juri di sebelah...
Sang juri menyangkal tuduhan mereka terpengaruh media sosial. Sejumlah juri bahkan disebut tidak memiliki akun Twitter maupun Facebook, sementara beberapa lainnya memilih untuk tidak membahas apa yang terjadi di media sosial.
"Kami mengikuti bukti [persidangan]. Saya dan beberapa juri tidak memakai Twitter atau Facebook. Juri lain yang memiliki, memutuskan untuk tidak membicarakannya," kata juri.
Juri yang tidak disebutkan namanya itu akhirnya menyimpulkan mantan pasangan itu semuanya bersifat abusif. Masing-masing dari mereka juga tidak bisa dianggap benar atau salah.
Hanya saja, tidak ada cukup bukti yang mendukung klaim Amber Heard sehingga putusan sidang cenderung menguntungkan Johnny Depp.
Salah satu klaim yang memberatkan Heard selama persidangan adalah pengakuan dia belum menyumbangkan US$7 juta penyelesaian perceraiannya untuk amal. Padahal, sebelumnya ia mengklaim sudah menyumbangkan uang itu.
"Dia menghadiri acara talkshow di Inggris dan video menunjukkan dia di sana, memberi tahu pembawa acara bahwa dia menyumbangkan semua uang itu," kata juri.
"Kalimat yang diucapkan dalam video tersebut adalah, 'Saya memberikan uang itu, saya sumbangkan, itu hilang.' Namun, nyatanya dia tidak menyumbangkannya sama sekali," lanjut juri.
Juri memutuskan Amber Heard bersalah atas tiga tuduhan pencemaran nama baik terhadap Johnny Depp. Ia harus memberikan kompensasi sebesar US$10,35 juta sesuai batasan ganti rugi yang berlaku di Virginia.
Sementara untuk gugatan balik Amber Heard, juri meminta Johnny Depp membayar ganti rugi kepada mantan istri sebesar US$2 juta.
Salah satu juri persidangan pencemaran nama baik Amber Heard atas Johnny Depp buka suara tentang putusan persidangan. Ia mengungkapkan alasan di balik kekalahan Amber Heard atas mantan suaminya itu.
Menurut juri, kesaksian emosional sang aktris selama persidangan tidak realistis. Amber Heard juga disebut menampilkan ekspresi wajah yang membuat tak nyaman hingga kerap mengeluarkan "air mata buaya."
"Tangisan, ekspresi wajah yang diperlihatkan, tatapan kepada juri. Kami semua sangat tidak nyaman," kata juri dalam wawancara eksklusif bersama Good Morning America, seperti diberitakan Variety pada Kamis (16/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia akan menjawab satu pertanyaan lalu menangis, dan dua detik kemudian ekspresinya berubah menjadi sedingin es. Beberapa dari kami menggunakan ungkapan 'air mata buaya,'" lanjutnya.
Sebaliknya, para juri menilai sederet kesaksian Johnny Depp selama persidangan lebih bisa dipercaya. Keadaan emosionalnya juga sangat stabil selama menjawab pertanyaan.
"Banyak juri merasa apa yang [Depp] katakan, pada akhirnya, lebih dapat dipercaya," tutur juri.
"Dia terlihat sedikit lebih riil ketika menanggapi pertanyaan. Keadaan emosionalnya sangat stabil selama ini."
Pihak Amber Heard sebelumnya telah berulang kali mengklaim media sosial turut mempengaruhi juri untuk mendukung Depp. Selama persidangan, Heard diketahui kerap mendapat kritik di berbagai platform media sosial.
Situasi itu juga dibenarkan Amber Heard dalam wawancara eksklusif bersama NBC News dengan mengatakan, "Saya pikir bahkan juri yang paling berniat baik ... tidak mungkin menghindari ini."
Bantahan juri di sebelah...
Juri Bantah Tuduhan Amber Heard
Juri menilai kesaksian emosional Amber Heard di sidang tidak realistis. Beberapa dari juri bahkan menyebutnya dengan
Sang juri menyangkal tuduhan mereka terpengaruh media sosial. Sejumlah juri bahkan disebut tidak memiliki akun Twitter maupun Facebook, sementara beberapa lainnya memilih untuk tidak membahas apa yang terjadi di media sosial.
"Kami mengikuti bukti [persidangan]. Saya dan beberapa juri tidak memakai Twitter atau Facebook. Juri lain yang memiliki, memutuskan untuk tidak membicarakannya," kata juri.
Juri yang tidak disebutkan namanya itu akhirnya menyimpulkan mantan pasangan itu semuanya bersifat abusif. Masing-masing dari mereka juga tidak bisa dianggap benar atau salah.
Hanya saja, tidak ada cukup bukti yang mendukung klaim Amber Heard sehingga putusan sidang cenderung menguntungkan Johnny Depp.
Salah satu klaim yang memberatkan Heard selama persidangan adalah pengakuan dia belum menyumbangkan US$7 juta penyelesaian perceraiannya untuk amal. Padahal, sebelumnya ia mengklaim sudah menyumbangkan uang itu.
"Dia menghadiri acara talkshow di Inggris dan video menunjukkan dia di sana, memberi tahu pembawa acara bahwa dia menyumbangkan semua uang itu," kata juri.
"Kalimat yang diucapkan dalam video tersebut adalah, 'Saya memberikan uang itu, saya sumbangkan, itu hilang.' Namun, nyatanya dia tidak menyumbangkannya sama sekali," lanjut juri.
Juri memutuskan Amber Heard bersalah atas tiga tuduhan pencemaran nama baik terhadap Johnny Depp. Ia harus memberikan kompensasi sebesar US$10,35 juta sesuai batasan ganti rugi yang berlaku di Virginia.
Sementara untuk gugatan balik Amber Heard, juri meminta Johnny Depp membayar ganti rugi kepada mantan istri sebesar US$2 juta.