Makna Topeng Hahoe, Pembeda Money Heist Korea dari La Casa de Papel
CNN Indonesia
Sabtu, 25 Jun 2022 18:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Para pemeran membeberkan makna topeng Hahoe dalam Money Heist Korea, pembeda dari La Casa de Papel. Foto: (Arsip Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia --
Money Heist Korea memiliki beberapa perbedaan dari versi aslinya, La Casa de Papel. Salah satu yang paling mencolok adalah topeng yang dikenakan para perampok hasil inisiasi Professor.
Jika topeng Dali melambangkan kebebasan, topeng Hahoe di Korea melambangkan kritik terhadap yang berkuasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Park Hae-soo selaku pemeran karakter Berlin membahas lebih lanjut topeng Hahoe, wujud budaya Korea yang disorot dalam serial adaptasi garapan Netflix tersebut.
"Topeng ini mempunyai pesan yang sangat banyak. Ketika kami melihat Topeng Dali yang digunakan versi Spanyol, itu mungkin memiliki pesan kebebasan," kata Park Hae-soo saat dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
"Tapi di Korea, kami menggunakan topeng Hahoe dari Andong yang menggambarkan kritik kepada otoritarianisme, yang di satu sisi juga memiliki sisi humor," ungkapnya.
Topeng Hahoe berasal dari daerah Andong, Korea Selatan. Topeng tersebut merupakan warisan budaya tradisional Korea yang telah ada sejak abad ke-12.
Keberadaan topeng Hahoe sudah menjadi bagian dari budaya Korea bahkan sebelum terpecahnya Korea menjadi dua negara, Selatan dan Utara.
Para perampok ketika beraksi mengenakan topeng Hahoe dalam Money Heist: Korea - Joint Economic Area. Foto: (dok. Jung Jaegu/Netflix).
Park Hae-soo mengaku mendapatkan kekuatan luar biasa dari topeng Hahoe ketika pertama kali mengenakannya. Ia mengatakan hal tersebut turut dirasakan para pemeran lainnya.
Jun Jong-seo mengonfirmasi hal itu. Pemeran karakter Tokyo itu mengatakan tampilan topeng Hahoe begitu misterius.
"Saya begitu terkejut karena topeng itu tidak terlihat biasa. Topeng itu memiliki senyum yang mengindikasikan selera humor, tapi memiliki misteri di saat yang sama," kata Jun Jong-seo.
Bagi Jeong-seo, kehadiran topeng Hahoe akan membuat penonton tertarik menilik lebih lanjut aspek budaya Korea yang begitu kentara dalam Money Heist: Korea - Joint Economic Area.
"Jadi menurutku topeng Hahoe akan menarik perhatian banyak orang dari seluruh dunia. Terutama, ketika kesan dan budaya Korea tampil begitu kentara di serial ini," cetus Jeong-seo.
Lanjut ke sebelah...
Sementara itu, topeng berwajah Salvador Dalí menjadi salah satu bagian ikonis yang tak dapat dilewatkan penggemar La Casa de Papel, bersama lagu anti-fasis Bella Ciao, dan setelan merah para perampok.
Menurut sang kreator Álex Pina topeng berwajah Dali merupakan simbol untuk menggambarkan budaya Spanyol yang berusaha ditonjolkan dalam La Casa de Papel.
Ia juga menjelaskan bahwa sosok Dali sebagai artis surealis merupakan penggambaran dari sebuah kekuatan.
"Wajah dari Dalí digunakan karena itu hampir menjadi hal paling ikonis yang dimiliki oleh Spanyol dan itu nyaris menjadi bentuk dari budaya pop," ujar Álex Pina, sang kreator.
"Serial ini juga memiliki imej pop, selain itu, topeng itu juga memiliki kesan humor, dan juga memiliki warna primer merah yang menggambarkan identitas sebuah kekuatan," sambungnya.
Pina awalnya sempat berpikir untuk menggunakan sosok penyair klasik Don Quixote dalam topengnya; namun karakter Dalí yang kuat akhirnya dirancang di topeng yang kemudian menjadi ikon dalam serial La Casa de Papel (Money Heist).
"Kami tidak memiliki banyak opsi sebelumnya. Kami telah merancang Don Quixote, tapi kemudian karakter Dalí, sosok genius dengan sentuhan kegilaannya, terpilih untuk gambarkan identitas tersebut," tukas Pina.
Seluruh musim La Casa de Papel, serta Money Heist Korea bisa disaksikan di Netflix.
Jakarta, CNN Indonesia --
Money Heist Korea memiliki beberapa perbedaan dari versi aslinya, La Casa de Papel. Salah satu yang paling mencolok adalah topeng yang dikenakan para perampok hasil inisiasi Professor.
Jika topeng Dali melambangkan kebebasan, topeng Hahoe di Korea melambangkan kritik terhadap yang berkuasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Park Hae-soo selaku pemeran karakter Berlin membahas lebih lanjut topeng Hahoe, wujud budaya Korea yang disorot dalam serial adaptasi garapan Netflix tersebut.
"Topeng ini mempunyai pesan yang sangat banyak. Ketika kami melihat Topeng Dali yang digunakan versi Spanyol, itu mungkin memiliki pesan kebebasan," kata Park Hae-soo saat dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
"Tapi di Korea, kami menggunakan topeng Hahoe dari Andong yang menggambarkan kritik kepada otoritarianisme, yang di satu sisi juga memiliki sisi humor," ungkapnya.
Topeng Hahoe berasal dari daerah Andong, Korea Selatan. Topeng tersebut merupakan warisan budaya tradisional Korea yang telah ada sejak abad ke-12.
Keberadaan topeng Hahoe sudah menjadi bagian dari budaya Korea bahkan sebelum terpecahnya Korea menjadi dua negara, Selatan dan Utara.
Para perampok ketika beraksi mengenakan topeng Hahoe dalam Money Heist: Korea - Joint Economic Area. Foto: (dok. Jung Jaegu/Netflix).
Park Hae-soo mengaku mendapatkan kekuatan luar biasa dari topeng Hahoe ketika pertama kali mengenakannya. Ia mengatakan hal tersebut turut dirasakan para pemeran lainnya.
Jun Jong-seo mengonfirmasi hal itu. Pemeran karakter Tokyo itu mengatakan tampilan topeng Hahoe begitu misterius.
"Saya begitu terkejut karena topeng itu tidak terlihat biasa. Topeng itu memiliki senyum yang mengindikasikan selera humor, tapi memiliki misteri di saat yang sama," kata Jun Jong-seo.
Bagi Jeong-seo, kehadiran topeng Hahoe akan membuat penonton tertarik menilik lebih lanjut aspek budaya Korea yang begitu kentara dalam Money Heist: Korea - Joint Economic Area.
"Jadi menurutku topeng Hahoe akan menarik perhatian banyak orang dari seluruh dunia. Terutama, ketika kesan dan budaya Korea tampil begitu kentara di serial ini," cetus Jeong-seo.
Lanjut ke sebelah...
Perbandingan dengan Topeng Dali La Casa de Papel
Para pemeran membeberkan makna topeng Hahoe dalam Money Heist Korea, pembeda dari La Casa de Papel. Foto: (dok. Netflix via IMDb)
Sementara itu, topeng berwajah Salvador Dalí menjadi salah satu bagian ikonis yang tak dapat dilewatkan penggemar La Casa de Papel, bersama lagu anti-fasis Bella Ciao, dan setelan merah para perampok.
Menurut sang kreator Álex Pina topeng berwajah Dali merupakan simbol untuk menggambarkan budaya Spanyol yang berusaha ditonjolkan dalam La Casa de Papel.
Ia juga menjelaskan bahwa sosok Dali sebagai artis surealis merupakan penggambaran dari sebuah kekuatan.
"Wajah dari Dalí digunakan karena itu hampir menjadi hal paling ikonis yang dimiliki oleh Spanyol dan itu nyaris menjadi bentuk dari budaya pop," ujar Álex Pina, sang kreator.
"Serial ini juga memiliki imej pop, selain itu, topeng itu juga memiliki kesan humor, dan juga memiliki warna primer merah yang menggambarkan identitas sebuah kekuatan," sambungnya.
Pina awalnya sempat berpikir untuk menggunakan sosok penyair klasik Don Quixote dalam topengnya; namun karakter Dalí yang kuat akhirnya dirancang di topeng yang kemudian menjadi ikon dalam serial La Casa de Papel (Money Heist).
"Kami tidak memiliki banyak opsi sebelumnya. Kami telah merancang Don Quixote, tapi kemudian karakter Dalí, sosok genius dengan sentuhan kegilaannya, terpilih untuk gambarkan identitas tersebut," tukas Pina.
Seluruh musim La Casa de Papel, serta Money Heist Korea bisa disaksikan di Netflix.