Kisah Pulang ke Rumah dari Van Ness Wu dalam Album Take a Ride
CNN Indonesia
Minggu, 24 Jul 2022 12:37 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Dalam wawancara eksklusif bersama CNNIndonesia.com, Van Ness Wu cerita proses pembuatan Take a Ride yang membuatnya seperti pulang ke rumah. Foto: (Universal Music Taiwan/Virgin Music via ĐẶC BIỆT)
Los Angeles bukan satu-satunya kota yang disambangi Van Ness Wu dalam menyiapkan album ini. Ia juga mengunjungi Malibu, Thailand, Kyoto, dan London, sambil membawa semua perlengkapan rekaman.
"Tidak memiliki tekanan mengenai durasi atau waktu berada di studio rekaman. Saya ingin benar-benar merasa nyaman. Seandainya lelah setelah beberapa jam rekaman, tinggal keluar dan langsung bisa melihat pantai," ungkapnya.
"Jadi semua prosesnya sangat organik, tidak ada yang dipaksakan. Saya rasa itu yang membuat saya sangat menikmati pembuatan album ini."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Take a Ride, kata Van Ness Wu, menjadi manuver baru dalam bermusik. Album itu juga kembali menjadi sarana dalam mengekspresikan emosi serta membuat fan dan para pendengar bisa ikut merasakan gairahnya bermusik.
Ia pun memastikan Take a Ride berbeda dari semua album yang telah rilis.
"Ini akan benar-benar berbeda. Saya rasa setiap saya merilis album, saya bertemu kolaborator berbeda, dan selera musik saya berbeda, arah yang ingin saya coba dan hasilkan berjalan terus ke seluruh spektrum," kata bintang Meteor Garden tersebut.
"Tapi itu semua punya satu kesamaan, nilai inti di dalamnya yang merupakan hasrat saya untuk bermusik."
Take a Ride berisikan 10 lagu, yakni Take a Ride, Mad Love, Meaningless, Miss Us, Here With Me, Media, Worship, Vibes, dan dua lagu yang telah dirilis sebelumnya sebagai single, yakni Chill dan It's On.
Dari 10 lagu yang rilis dalam album terbarunya, Van Ness Wu merekomendasikan Meaningless dan Miss Us. Namun, ia memilih Worship sebagai soundtrack kehidupannya.
Album Take a Ride beserta semua lagunya sudah bisa dinikmati di platform pemutar musik sejak rilis Jumat (22/7).
Wawancara eksklusif bersama Van Ness Wu tentang kehidupannya bisa ditonton di sini.
(chri)
Jakarta, CNN Indonesia --
Take a Ride menjadi album terbaru Van Ness Wu yang dirilis dalam enam tahun terakhir. Bagi Van Ness Wu, album teranyarnya kini terasa seperti perjalanan ke rumah.
Karya ini menjadi momentum comeback musisi dan aktor tersebut dalam bentuk sebuah album penuh berbahasa Inggris yang pertama kali dirilis setelah lebih dari dua dekade berkarier.
"Rasanya seperti membawanya kembali ke rumah untuk teman, keluarga, dan orang-orang yang berbahasa Inggris, karena ini adalah bahasa pertama saya," kata Van Ness Wu dalam wawancara eksklusif bersama CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia kemudian bercerita sekaligus mengaku Take a Ride sesungguhnya bukan album yang sejak awal akan dirilis dalam bahasa Inggris. Album tersebut sesungguhnya sudah dipersiapkan sejak tiga tahun lalu.
Namun, dalam prosesnya, ia menceritakan rencana tersebut perlahan berubah akibat pandemi yang terjadi beberapa tahun terakhir hingga kondisi kesehatan yang ia alami.
Titik terang pun semakin terlihat ketika ia berkomunikasi dengan label musiknya. Universal Music Taiwan mengusulkan untuk menggabungkan demo dengan lagu yang dibuat bersama produser musik menjadi satu album penuh berbahasa Inggris.
Tak hanya itu, labelnya pun terhubung dengan Virgin Music Label & Artist Services yang ingin mendistribusikan album tersebut di AS.
"Jadi, saya merasa benar-benar bahagia dan diberkati, percaya dengan perjalanan ini, percaya pada proses, tetap percaya, dan terus berjalan maju, dan hal baik akan terjadi," ungkap Van Ness Wu.
Lanjut ke sebelah...
Rekaman Tanpa Tekanan dan Paksaan
Dalam wawancara eksklusif bersama CNNIndonesia.com, Van Ness Wu cerita proses pembuatan Take a Ride yang membuatnya seperti pulang ke rumah. Foto: (Universal Music Taiwan/Virgin Music via ĐẶC BIỆT)
Los Angeles bukan satu-satunya kota yang disambangi Van Ness Wu dalam menyiapkan album ini. Ia juga mengunjungi Malibu, Thailand, Kyoto, dan London, sambil membawa semua perlengkapan rekaman.
"Tidak memiliki tekanan mengenai durasi atau waktu berada di studio rekaman. Saya ingin benar-benar merasa nyaman. Seandainya lelah setelah beberapa jam rekaman, tinggal keluar dan langsung bisa melihat pantai," ungkapnya.
"Jadi semua prosesnya sangat organik, tidak ada yang dipaksakan. Saya rasa itu yang membuat saya sangat menikmati pembuatan album ini."
Take a Ride, kata Van Ness Wu, menjadi manuver baru dalam bermusik. Album itu juga kembali menjadi sarana dalam mengekspresikan emosi serta membuat fan dan para pendengar bisa ikut merasakan gairahnya bermusik.
Ia pun memastikan Take a Ride berbeda dari semua album yang telah rilis.
"Ini akan benar-benar berbeda. Saya rasa setiap saya merilis album, saya bertemu kolaborator berbeda, dan selera musik saya berbeda, arah yang ingin saya coba dan hasilkan berjalan terus ke seluruh spektrum," kata bintang Meteor Garden tersebut.
"Tapi itu semua punya satu kesamaan, nilai inti di dalamnya yang merupakan hasrat saya untuk bermusik."
Take a Ride berisikan 10 lagu, yakni Take a Ride, Mad Love, Meaningless, Miss Us, Here With Me, Media, Worship, Vibes, dan dua lagu yang telah dirilis sebelumnya sebagai single, yakni Chill dan It's On.
Dari 10 lagu yang rilis dalam album terbarunya, Van Ness Wu merekomendasikan Meaningless dan Miss Us. Namun, ia memilih Worship sebagai soundtrack kehidupannya.
Album Take a Ride beserta semua lagunya sudah bisa dinikmati di platform pemutar musik sejak rilis Jumat (22/7).
Wawancara eksklusif bersama Van Ness Wu tentang kehidupannya bisa ditonton di sini.