Hugh Hefner Disebut Punya Buku Koleksi Foto Bugil Para Bunny Playboy
CNN Indonesia
Jumat, 02 Sep 2022 00:53 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Mendiang Hugh Hefner memiliki sebuah
Sehingga, akan sulit bagi mereka itu untuk mendapatkan akses kebebasan seperti seharusnya.
"Ketika aku telah keluar dari rumah itu - yang mana sangat aku inginkan, tapi aku tidak memiliki aksesnya - kalau saja aku bisa menyentuh lemari dia dan membakar buku itu, maka itu akan aku lakukan," cetus Madison mengenang masa lalunya.
"Karena aku sangat jijik dengan bagaimana ia terus mencatat dengan siapa saja ia berhubungan badan setiap malamnya," imbuh Madison.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan juga ia mengambil gambar telanjang dari setiap perempuan ketika berada di limusin dalam keadaan mabuk, lalu mencetak gambar itu, memberikan gambarnya kepada setiap perempuan yang ada di limusin, lalu menaruhnya pada sebuah scrapbook," tukasnya.
Keadaan itu pula yang membuat Madison merasa ragu dan takut untuk keluar dari zona itu, pada awalnya.
"Itu juga yang membuatku merasa aneh dan takut untuk meninggalkannya, menurutku itu bakal menjadi sebuah rangkaian revenge porn yang akan dilihat orang suatu saat nanti," imbuh Madison.
"Jadi aku memutuskan untuk sembunyi saja di sana - itu sangatlah menjijikkan," terangnya.
Tak ragu, Madison bahkan mengungkap kebiasaan lain dari mendiang Hefner. Menurut Madison, Hefner akan berpura-pura menangis di depan orang ketika situasi di dalam mansion sedang tidak kondusif.
"Ketika kami sedang merasa emosional terhadap sesuatu atau kami sedang meminta sesuatu, dia mulai berpura-pura menangis," ujarnya.
"Sangat jelas, itu adalah akting yang begitu buruk," pungkas Madison.
Dua mantan 'kelinci' Playboy, Holly Madison dan Bridget Marquardt, mengungkap kebiasaan buruk yang menjadi rahasia mendiang Hugh Hefner semasa hidupnya.
Keduanya menerangkan bahwa Hefner memiliki sebuah "buku hitam" yang digunakan untuk mencatat perilaku para perempuan 'kelinci' Playboy di mansion.
Menurut kedua perempuan ini, buku itulah yang dijadikan pegangan dari Hefner untuk mengikat para model yang kemudian dikenal sebagai "Playboy Bunny" tersebut.
"Buku hitam itu mencatat beberapa hal yang berbeda. Pelacakan itu hadir setiap para perempuan itu meminta bayaran mereka," ungkap Marquardt melalui siniar terbaru mereka seperti diberitakan oleh New York Post, Selasa (30/8).
"Dia akan mencatatnya sehingga kamu tidak akan bisa memintanya dua kali. Itu juga mencatat kapan dan dengan siapa saja sosok yang telah tidur dengannya," lanjutnya.
Menurut klaim Marquardt dan Madison, salah satu di antara perempuan tersebut adalah Kendra Wilkinson, yang menjadi pacar utama Hefner semasa hidup.
Sementara itu, baik Marquardt dan Madison mengaku bahwa mereka tidak pernah terlibat dalam "buku hitam" milik Hefner tersebut. Mereka mengklaim bahwa informasi ini didapatkan dari para sesama 'kelinci' Playboy.
"Dia bisa mengetahui dan berkata, 'Oh, kamu telah mengalami menstruasi selama tiga minggu'," lanjut Marquardt menirukan ucapan Hefner kala itu.
Bagi Madison, keberadaan buku itulah yang membuatnya termotivasi untuk meninggalkan mansion Playboy serta mengakhiri hubungannya dengan Hefner pada 2008.
Menurutnya, buku ini menyimpan begitu banyak rahasia pribadi dari masing-masing simpanan Hefner.
Lanjut ke sebelah...
Hugh Hefner Catat Riwayat Bersetubuh
Mendiang Hugh Hefner memiliki sebuah
Sehingga, akan sulit bagi mereka itu untuk mendapatkan akses kebebasan seperti seharusnya.
"Ketika aku telah keluar dari rumah itu - yang mana sangat aku inginkan, tapi aku tidak memiliki aksesnya - kalau saja aku bisa menyentuh lemari dia dan membakar buku itu, maka itu akan aku lakukan," cetus Madison mengenang masa lalunya.
"Karena aku sangat jijik dengan bagaimana ia terus mencatat dengan siapa saja ia berhubungan badan setiap malamnya," imbuh Madison.
"Dan juga ia mengambil gambar telanjang dari setiap perempuan ketika berada di limusin dalam keadaan mabuk, lalu mencetak gambar itu, memberikan gambarnya kepada setiap perempuan yang ada di limusin, lalu menaruhnya pada sebuah scrapbook," tukasnya.
Keadaan itu pula yang membuat Madison merasa ragu dan takut untuk keluar dari zona itu, pada awalnya.
"Itu juga yang membuatku merasa aneh dan takut untuk meninggalkannya, menurutku itu bakal menjadi sebuah rangkaian revenge porn yang akan dilihat orang suatu saat nanti," imbuh Madison.
"Jadi aku memutuskan untuk sembunyi saja di sana - itu sangatlah menjijikkan," terangnya.
Tak ragu, Madison bahkan mengungkap kebiasaan lain dari mendiang Hefner. Menurut Madison, Hefner akan berpura-pura menangis di depan orang ketika situasi di dalam mansion sedang tidak kondusif.
"Ketika kami sedang merasa emosional terhadap sesuatu atau kami sedang meminta sesuatu, dia mulai berpura-pura menangis," ujarnya.
"Sangat jelas, itu adalah akting yang begitu buruk," pungkas Madison.