Personel Gabber Modus Operandi Minta Maaf Soal Kasus Dugaan Pelecehan

CNN Indonesia
Selasa, 06 Sep 2022 10:18 WIB
Personel Gabber Modus Operandi, Ican Harem, meminta maaf atas kasus kekerasan seksual yang ramai beberapa waktu lalu. Personel Gabber Modus Operandi, Ican Harem, meminta maaf atas kasus kekerasan seksual yang ramai beberapa waktu lalu. (Screenshot dari Instagram @icanharem )
Jakarta, CNN Indonesia --

Personel Gabber Modus Operandi (GMO), Ican Harem buka suara soal dugaan kasus kekerasan seksual yang menerpa dirinya dan ramai beberapa waktu lalu.

Dalam pernyataan di media sosial, Minggu (4/9), Ican meminta maaf kepada terduga korban dan sekaligus menjabarkan alasannya baru buka suara setelah kasus ini ramai.

"Pertama, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak yang terdampak atas perlakuan saya yang tidak berkenan kepada X," tulis Ican Harem dalam pernyataannya.

"Pada kejadian di tahun 2019 lalu yang saya pahami, terjadi tanpa unsur pemaksaan, tekanan, atau tindakan intimidatif, meskipun saya dan X tidak dalam kapasitas yang baik untuk memutuskan tindakan yang kami lakukan," lanjut Ican.

"Namun tidak ada niat saya untuk menyakiti orang lain dan menimbulkan dampak di kemudian hari. Secara tulus sekali lagi saya meminta maaf," terangnya.

Ican mengaku pada awal kasus ini muncul ke permukaan, ia merasa "bingung, khawatir, dan frustrasi" dan ia mencoba menghadapi itu semua sendirian.

[Gambas:Video CNN]



Namun ia kemudian sadar bahwa dirinya minim kapasitas terkait "isu gender" yang bisa membuat situasi malah makin memburuk "bagi siapapun yang terlibat atau terdampak dalam peristiwa itu".

"Setelah saya mencoba menghubungi dan tidak ada respons, akhirnya saya melakukan konsultasi dengan ahli yang profesional di bidangnya dan saya memutuskan untuk mundur dan mendengarkan," imbuh Ican Harem.

Lanjut ke sebelah...

Alasan Ican Harem Diam Sejak Kasus Muncul

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER