Konspirasi Skandal Marilyn Monroe-JFK, Versi Blonde vs Dunia Nyata
CNN Indonesia
Kamis, 06 Okt 2022 20:23 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Salah satu hal yang menuai kritikan dalam Blonde adalah kisah Marilyn Monroe dipaksa berhubungan seks dengan Presiden AS ke-35, John F Kennedy (JFK). (Netflix)
Teori lain juga mengatakan JFK dan Marilyn Monroe baru bertemu pada 1961 dalam sebuah pesta makan malam di Santa Monica. Namun, sebagian besar penulis biografi percaya bahwa perselingkuhan dimulai pada Maret 1962 di rumah Palm Springs milik Bing Crosby.
Dalam buku Marilyn Monroe: The Biography karya Donald Spoto, tukang pijat sekaligus teman Monroe bernama Ralph Roberts mengklaim bintang Hollywood itu pernah menghubunginya saat Monroe berada dalam pesta.
"Marilyn bilang ke saya bahwa malam di bulan Maret ini adalah satu-satunya momen dia 'berselingkuh' dengan JFK," kata Roberts dalam buku Marilyn Monroe: The Biography, seperti diberitakan Esquire.
"Tapi Marilyn memberi saya kesan bahwa itu bukan peristiwa besar bagi mereka berdua. Itu terjadi sekali, pada akhir pekan itu, dan hanya itu."
Kemudian pada 1962, Monroe diundang ke pesta ulang tahun dan penggalangan dana yang digelar JFK. Acara itu juga bertepatan dengan momen 'bom Hollywood' Marilyn Monroe yang fenomenal.
Monroe juga sempat tampil di panggung menyanyikan lagu Happy Birthday khusus untuk John F. Kennedy. Momen itu kemudian mendapat pujian dari JFK saat berbicara di atas panggung.
"Saya sekarang bisa pensiun dari politik setelah dinyanyikan lagu Happy Birthday dengan cara yang manis," kata JFK.
Blonde diangkat dari novel berjudul sama karya Joyce Carol Oates. Film ini mengambil latar dekade emas Monroe pada 1950-an dan 1960-an dengan perhatian khusus pada kehidupan batin dan perspektifnya tentang dunia.
Selain Ana de Armas sebagai Monroe, Blonde turut dibintangi oleh Bobby Cannavale, Adrien Brody, Julianne Nicholson, Xavier Samuel, dan Evan Williams.
Salah satu hal yang menuai kritikan dalam Blonde adalah kisah Marilyn Monroe dipaksa berhubungan seks dengan Presiden AS ke-35, John F Kennedy (JFK). Kisah itu membangkitkan kembali konspirasi dan gosip soal hubungan gelap keduanya.
Rumor hubungan gelap antara Monroe dan JFK telah santer beredar sejak puluhan tahun lalu. Berbagai teori konspirasi bermunculan, tapi tak ada satu pun yang bisa dipastikan kebenarannya.
Blonde kemudian menggambarkan hubungan itu lewat kacamata sutradara Andrew Dominik berdasarkan novel berjudul sama karya Joyce Carol Oates. Alih-alih mendapatkan pujian, interpretasi itu justru dihujat karena seolah mengeksploitasi kisah hidup Monroe.
Sutradara mengangkat rumor hubungan Monroe-JFK di bagian akhir Blonde. Dalam salah satu adegan, Monroe (Ana de Armas) tampak dibius dan dibawa ke karakter Presiden (Caspar Phillipson) yang memiliki kemiripan mencolok dengan JFK.
Di kamar itu, JFK tengah berbincang dengan seseorang dalam telepon dan menyangkal tudingan penyerangan seksual. Namun pada saat yang bersamaan, Monroe justru dipaksa berhubungan seks.
Kemudian adegan menampilkan Monroe berusaha melepaskan diri dari situasi tersebut, tapi ia hanya bisa mengatakan itu dalam batin.
Adegan tersebut dinilai sebagai salah satu alasan Blonde menuai kecaman. Sebagian besar menganggap sutradara telah melakukan pembunuhan karakter dan eksploitasi terhadap Marilyn Monroe.
Mereka juga khawatir penonton awam akan langsung percaya peristiwa itu benar-benar terjadi, meski tidak ada catatan mengenai insiden tersebut.
Sementara itu, konspirasi hubungan gelap Monroe dan JFK di dunia nyata masih menjadi perdebatan hingga sekarang. Berbagai teori menyebar di kalangan penggemar, salah satunya tentang pertemuan pertama dua figur ternama itu.
Penulis biografi James Spada mengatakan kepada People bahwa JFK pertama kali bertemu Monroe pada 1954. Saat itu, JFK dikenalkan oleh James Spada, aktor sekaligus adik ipar Kennedy.
Lanjut ke sebelah...
Momen Marilyn 'Berselingkuh' dengan JFK
Salah satu hal yang menuai kritikan dalam Blonde adalah kisah Marilyn Monroe dipaksa berhubungan seks dengan Presiden AS ke-35, John F Kennedy (JFK). (Pixabay/skeeze)
Teori lain juga mengatakan JFK dan Marilyn Monroe baru bertemu pada 1961 dalam sebuah pesta makan malam di Santa Monica. Namun, sebagian besar penulis biografi percaya bahwa perselingkuhan dimulai pada Maret 1962 di rumah Palm Springs milik Bing Crosby.
Dalam buku Marilyn Monroe: The Biography karya Donald Spoto, tukang pijat sekaligus teman Monroe bernama Ralph Roberts mengklaim bintang Hollywood itu pernah menghubunginya saat Monroe berada dalam pesta.
"Marilyn bilang ke saya bahwa malam di bulan Maret ini adalah satu-satunya momen dia 'berselingkuh' dengan JFK," kata Roberts dalam buku Marilyn Monroe: The Biography, seperti diberitakan Esquire.
"Tapi Marilyn memberi saya kesan bahwa itu bukan peristiwa besar bagi mereka berdua. Itu terjadi sekali, pada akhir pekan itu, dan hanya itu."
Kemudian pada 1962, Monroe diundang ke pesta ulang tahun dan penggalangan dana yang digelar JFK. Acara itu juga bertepatan dengan momen 'bom Hollywood' Marilyn Monroe yang fenomenal.
Monroe juga sempat tampil di panggung menyanyikan lagu Happy Birthday khusus untuk John F. Kennedy. Momen itu kemudian mendapat pujian dari JFK saat berbicara di atas panggung.
"Saya sekarang bisa pensiun dari politik setelah dinyanyikan lagu Happy Birthday dengan cara yang manis," kata JFK.
Blonde diangkat dari novel berjudul sama karya Joyce Carol Oates. Film ini mengambil latar dekade emas Monroe pada 1950-an dan 1960-an dengan perhatian khusus pada kehidupan batin dan perspektifnya tentang dunia.
Selain Ana de Armas sebagai Monroe, Blonde turut dibintangi oleh Bobby Cannavale, Adrien Brody, Julianne Nicholson, Xavier Samuel, dan Evan Williams.