Annie Ernaux, Pembelot Kelas Pekerja Prancis Peraih Nobel Sastra 2022
CNN Indonesia
Jumat, 07 Okt 2022 06:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Meraih Nobel Sastra 2022, Annie Ernaux adalah pelopor bagi generasi penulis Prancis dari latar belakang yang keras dan imigran. (AFP/JULIEN DE ROSA)
Setelah itu, ada banyak topik yang ia telusuri dalam pembuatan karya. Misalnya saja perkembangan sosial kedua orang tuanya (La Place, La Honte), masa remajanya (Ce qu'ils disent ou rien).
Kemudian ada pengalamannya berumah tangga (La femme gelée), hubungan gelap dirinya dengan seorang pria yang penuh gairah (Passion simple), pengalaman aborsi (L'événement), menghadapi Alzheimer (Je ne suis pas sortie de ma nuit).
Lalu ada pengalaman dirinya kehilangan ibunda (Une femme) dan menerima kenyataan sebagai penyintas kanker payudara (L'usage de la photo).
Namun sebuah karya memoar sejarah yang ia rilis pada 2008 bertajuk Les Années (The Years) dianggap sebagai pencapaian terbaik dari Annie Ernaux.
Dalam buku tersebut, ia menulis dari sudut pandang orang ketiga untuk pertama kalinya. Buku itu menggambarkan dengan jelas masyarakat Prancis setelah Perang Dunia II hingga awal 2000.
Novel itu pula yang membuat Ernaux memenangkan banyak penghargaan, seperti Françoise-Mauriac Prize of the Académie française, Marguerite Duras Prize, French Language Prize 2008, Télégramme Readers Prize 2009, dan Premio Strega Europeo Prize 2016.
Buku itu pula yang membuat dirinya mendapatkan nominasi International Booker Prize 2019.
Kini, Annie Ernaux dinobatkan sebagai peraih Nobel Sastra 2022 oleh the Swedish Academy. Namanya diumumkan di Stockholm, Kamis (6/10).
Penulis 82 tahun tersebut diberi penghormatan itu atas "keberanian dan ketajaman klinis yang dengan itu, ia mengungkap akar, keterasingan, dan pengekangan kolektif dari ingatan pribadi," tulis pihak the Swedish Academy.
Dengan hadiah Nobel Sastra ini, Annie Ernaux berhak atas medali dan hadiah sejumlah 10 juta krona Swedia atau setara dengan Rp13,7 miliar.
Annie Ernaux berhasil memenangkan Nobel Sastra 2022 setelah berkarier sejak 1974. Penulis asal Prancis ini dikenal dengan karya-karya novelnya yang berisi pengalaman pribadi atas kelas sosial dan gender.
Menurut AFP, Ernaux adalah pelopor bagi generasi penulis Prancis dari latar belakang yang keras dan imigran. Ia tercatat telah merilis lebih dari 20 buku, yang banyak di antaranya menjadi referensi sekolah di Prancis selama puluhan tahun.
Ernaux juga dikenal tanpa henti membahas topik kelas sosial yang terbilang tabu di Prancis. Ia membahas topik sensitif tersebut dari pengalamannya sendiri.
Lahir pada 1 September 1940 di Lillebonne, Seine-Maritime, Prancis, Annie Ernaux menempuh studi di University of Rouen dan kemudian melanjutkan pendidikan di University of Bordeaux.
Ia sempat mengambil sertifikasi mengajar untuk menjadi guru sekolah. Namun Ernaux juga menempuh pendidikan yang lebih tinggi dalam bidang sastra.
AFP menyebut, Ernaux dibesarkan di rumah yang terletak di atas sebuah toko kafe yang dijalankan oleh orang tuanya. Ia pun menyebut dirinya sebagai "pembelot kelas pekerja".
Annie Ernaux memulai kariernya dalam dunia sastra pada 1974 dengan membuat sebuah novel autobiografi bertajuk Les Armoires vides (Cleaned Out).
Ia lanjut membuat karya serupa yang diberi tajuk La Place (A Man's Place). Berkat karya tersebut, Ernaux berhasil memenangkan Renaudot Prize pada 1984.
La Place (A Man's Place) berfokus pada hubungan dirinya dengan sang ayah dan pengalaman Ernaux tumbuh di sebuah kota kecil di Prancis, serta keinginannya untuk pergi jauh dari tempat dia dibesarkan.
"Menulis adalah hal terbaik yang bisa saya lakukan, sebagai pembelot, tindakan politik, dan sebagai hadiah," kata Ernaux yang meninggalkan rumah untuk kuliah pada usia 18 tahun.
Lanjut ke sebelah..
Dari Masa Remaja hingga Kanker Payudara
Meraih Nobel Sastra 2022, Annie Ernaux adalah pelopor bagi generasi penulis Prancis dari latar belakang yang keras dan imigran. (AFP/JULIEN DE ROSA)
Setelah itu, ada banyak topik yang ia telusuri dalam pembuatan karya. Misalnya saja perkembangan sosial kedua orang tuanya (La Place, La Honte), masa remajanya (Ce qu'ils disent ou rien).
Kemudian ada pengalamannya berumah tangga (La femme gelée), hubungan gelap dirinya dengan seorang pria yang penuh gairah (Passion simple), pengalaman aborsi (L'événement), menghadapi Alzheimer (Je ne suis pas sortie de ma nuit).
Lalu ada pengalaman dirinya kehilangan ibunda (Une femme) dan menerima kenyataan sebagai penyintas kanker payudara (L'usage de la photo).
Namun sebuah karya memoar sejarah yang ia rilis pada 2008 bertajuk Les Années (The Years) dianggap sebagai pencapaian terbaik dari Annie Ernaux.
Dalam buku tersebut, ia menulis dari sudut pandang orang ketiga untuk pertama kalinya. Buku itu menggambarkan dengan jelas masyarakat Prancis setelah Perang Dunia II hingga awal 2000.
Novel itu pula yang membuat Ernaux memenangkan banyak penghargaan, seperti Françoise-Mauriac Prize of the Académie française, Marguerite Duras Prize, French Language Prize 2008, Télégramme Readers Prize 2009, dan Premio Strega Europeo Prize 2016.
Buku itu pula yang membuat dirinya mendapatkan nominasi International Booker Prize 2019.
Kini, Annie Ernaux dinobatkan sebagai peraih Nobel Sastra 2022 oleh the Swedish Academy. Namanya diumumkan di Stockholm, Kamis (6/10).
Penulis 82 tahun tersebut diberi penghormatan itu atas "keberanian dan ketajaman klinis yang dengan itu, ia mengungkap akar, keterasingan, dan pengekangan kolektif dari ingatan pribadi," tulis pihak the Swedish Academy.
Dengan hadiah Nobel Sastra ini, Annie Ernaux berhak atas medali dan hadiah sejumlah 10 juta krona Swedia atau setara dengan Rp13,7 miliar.