Jakarta, CNN Indonesia -- Black Adam merupakan film terbaru dari semesta DC Extended Universe (DCEU) yang tayang di Indonesia mulai hari ini, Rabu (19/10). Film itu menampilkan Dwayne Johnson sebagai Teth-Adam alias Black Adam, antihero berkekuatan super dari Kahndaq.
Istilah antihero kerap disematkan untuk karakter fiksi dalam film maupun serial, termasuk waralaba DCEU hingga Marvel Cinematic Universe (MCU). Di dunia pahlawan super, antihero merupakan antitesis dari superhero.
Antihero secara umum merupakan karakter dalam cerita, film, hingga serial yang tidak memiliki nilai kepahlawanan. Beberapa sikap yang biasanya tidak dimiliki seorang antihero meliputi idealisme, moralitas, hingga nilai etis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dunia superhero, terdapat sejumlah karakter yang dikenal sebagai seorang antihero. Beberapa di antaranya yaitu Black Adam, Catwoman, Ghost Rider, Deadpool, Venom, hingga Blade.
Karakter antihero dan superhero juga memiliki sejumlah perbedaan pada aspek lain, mulai dari yang mendasar seperti motivasi diri hingga kecenderungan mereka saat berhadapan dengan musuh.
Berikut perbedaan antihero dan superhero yang jamak ditemui, terutama di semesta superhero.
[Gambas:Video CNN]
1. Tujuan
Seorang superhero umumnya memiliki tujuan untuk membuat dunia menjadi lebih baik dan melindungi umat manusia. Sebut saja The Avengers hingga Justice League yang memiliki kesamaan tujuan, yakni melindungi Bumi dari berbagai ancaman musuh.
Sementara, antihero cenderung memiliki tujuan yang berbeda dari idealisme superhero. Mereka memiliki prinsip yang kompleks atau hanya mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompoknya.
Salah satunya Black Adam yang memiliki tujuan untuk menjaga Kahndaq dari siapa pun yang ingin ikut campur. Begitu pula dengan Venom yang memiliki motivasi kompleks karena hubungan rumit dengan inangnya, Eddie Brock.
Lanjut ke sebelah...
Antihero dan Superhero, Apa Sih Perbedaannya?
Di dunia pahlawan super, antihero merupakan antitesis dari superhero. Sebenarnya, apa sih perbedaan keduanya? (Foto: Warner Bros. Pictures)
2. Kecenderungan Membunuh Musuh
Dalam berbagai cerita, superhero cenderung enggan membunuh musuh dan hanya melakukan serangan itu sebagai upaya terakhir menumpas kejahatan.
Dalam film Black Adam, hal itu ditunjukkan oleh Justice Society yang memiliki prinsip menjaga stabilitas dunia tanpa membunuh lawan.
Sementara itu, antihero cenderung tidak pandang bulu ketika berhadapan dengan musuh. Sebagian dari mereka bahkan lebih suka menumpas kejahatan dengan cara membunuh penjahat secara langsung.
Salah satu buktinya adalah cara Wade Wilson alias Deadpool yang kerap membunuh musuh-musuhnya sesuka hati, bahkan dengan cara yang keji.
3. Moralitas
Dari sisi moralitas, para superhero umumnya menjaga nilai-nilai moral yang konvensional. Superhero cenderung patuh pada hukum, sehingga lawan-lawan yang dihadapi adalah penjahat atau kriminal.
Sedangkan, antihero cenderung tidak memiliki moral kompas yang jelas. Mereka bisa saja berpihak kepada hukum, tapi tidak jarang juga menjadi kriminal yang diburon penegak hukum.
Para antihero bahkan tak segan untuk melakukan kejahatan demi mencapai tujuan mereka. Hal tersebut juga membuat superhero lebih identik sebagai seorang penjaga perdamaian.
Sementara, antihero kerap dianggap sebagai karakter pemberontak.
[Gambas:Youtube]