5 Tips Hindari Scam Penjualan Tiket Jalur 'WTS' di Medsos
CNN Indonesia
Sabtu, 19 Nov 2022 13:03 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi jual beli tiket konser. Penipuan atau scam penjualan tiket konser belakangan ini kerap terjadi, terutama di kalangan penikmat musik. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
3. Pastikan Identitas Penjual Valid
Selain itu, jangan ragu untuk menanyakan identitas penjual. Beberapa di antaranya seperti nama lengkap, nomor rekening, hingga foto KTP.
Identitas tersebut berfungsi untuk dicocokkan dengan identitas yang tercantum pada e-ticket. Selain itu, calon pembeli perlu melakukan verifikasi data identitas yang dikirim.
Bila perlu, calon pembeli juga bisa bertukar media sosial dengan penjual untuk mengetahui latar belakang dan riwayat penjual di internet.
Calon pembeli juga dapat meminta bukti ke penjual dengan permintaan khusus, seperti foto KTP dan kertas bertuliskan kalimat spesifik di sampingnya.
Cara ini dapat dilakukan demi mencegah penjual menggunakan identitas orang lain untuk melakukan penipuan.
"Aku minta screenshot, sama minta bukti KTP dia yang sesuai dengan identitas di tiket itu. Kemudian difoto, tapi sampingnya ada tulisan kertas yang kita request sendiri," tutur Alia.
"Dari kebanyakan yang aku minta, mereka pasti menghilang. Enggak ada yang berani kirimin aku KTP sekaligus request nama," lanjutnya.
Pembelian tiket melalui media sosial juga masih berisiko hingga hari H, sehingga jangan ragu untuk menyelesaikan transaksi dengan bertemu di venue konser.
"Kalau COD tuh untuk bisa melihat secara langsung kecocokan data (muka di KTP sama asli)," tutur Alia.
"Terus bukti secara fisik. Kalau udah jadi wristband, minta diantar sampai masuk venue," lanjutnya.
Penipuan atau scam penjualan tiket konser belakangan ini kerap terjadi, terutama di kalangan penikmat musik. Aksi kriminal itu telah memakan banyak korban dengan kerugian jutaan rupiah bagi penggemar.
Terbaru, sejumlah penggemar BLACKPINK alias BLINK mengalami kerugian setelah menjadi korban penipuan. Sebagian besar korban tertipu setelah membeli tiket melalui tangan kedua.
Tiket dijual oleh banyak individu di media sosial dengan menggunakan kata kunci 'want to sell' atau WTS. Motif penipuan di balik jual beli tiket via media sosial itu pun begitu beragam.
Salah satu BLINK bernama Alia menjadi penggemar yang menemui berbagai jenis penipuan ketika mencari tiket di Twitter.
Dia pun kini memiliki sejumlah cara agar terhindar dari scam penjualan tiket, meski harus tetap menanggung risiko kerugian yang tak sedikit.
Berikut 5 tips yang bisa diterapkan untuk menghindari scam penjualan tiket jalur WTS.
1. Minta Bukti Tiket dan Pembayaran
Langkah pertama yang harus dilakukan calon pembeli adalah dengan meminta bukti pembayaran dan tangkapan layar e-ticket. Bukti-bukti tersebut wajib diminta sejak awal, termasuk konfirmasi pembayaran yang dikirim melalui e-mail.
Setelah mendapat tiket dan bukti pembayaran, segera lakukan pemeriksaan secara teliti. E-Ticket biasanya menjadi celah untuk mengetahui adanya penipuan, terutama saat dibandingkan dengan e-ticket asli.
Beberapa kejanggalan biasanya terlihat dari perbedaan jenis font, besar kecil huruf, hingga detail layout seperti garis pembatas pada e-ticket.
"Mungkin secara sekilas itu terlihat sama, tapi kalau di-zoom itu font-nya beda. Hurufnya juga beda, harusnya besar jadi kecil, kecil malah besar," kata Alia.
"Sama juga kayak nomor telepon, harusnya +62 tapi ditulisnya 08," lanjutnya.
Lanjut ke sebelah...
Tips Hindari Scam Penjualan Tiket Jalur 'WTS' di Medsos
ilustrasi konser musik. Penipuan atau scam penjualan tiket konser belakangan ini kerap terjadi, terutama di kalangan penikmat musik. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
3. Pastikan Identitas Penjual Valid
Selain itu, jangan ragu untuk menanyakan identitas penjual. Beberapa di antaranya seperti nama lengkap, nomor rekening, hingga foto KTP.
Identitas tersebut berfungsi untuk dicocokkan dengan identitas yang tercantum pada e-ticket. Selain itu, calon pembeli perlu melakukan verifikasi data identitas yang dikirim.
Bila perlu, calon pembeli juga bisa bertukar media sosial dengan penjual untuk mengetahui latar belakang dan riwayat penjual di internet.
Calon pembeli juga dapat meminta bukti ke penjual dengan permintaan khusus, seperti foto KTP dan kertas bertuliskan kalimat spesifik di sampingnya.
Cara ini dapat dilakukan demi mencegah penjual menggunakan identitas orang lain untuk melakukan penipuan.
"Aku minta screenshot, sama minta bukti KTP dia yang sesuai dengan identitas di tiket itu. Kemudian difoto, tapi sampingnya ada tulisan kertas yang kita request sendiri," tutur Alia.
"Dari kebanyakan yang aku minta, mereka pasti menghilang. Enggak ada yang berani kirimin aku KTP sekaligus request nama," lanjutnya.
Pembelian tiket melalui media sosial juga masih berisiko hingga hari H, sehingga jangan ragu untuk menyelesaikan transaksi dengan bertemu di venue konser.
"Kalau COD tuh untuk bisa melihat secara langsung kecocokan data (muka di KTP sama asli)," tutur Alia.
"Terus bukti secara fisik. Kalau udah jadi wristband, minta diantar sampai masuk venue," lanjutnya.