Uya Kuya Tak Akan Mundur Meski Sudah Dipolisikan karena Konten
CNN Indonesia
Kamis, 29 Des 2022 12:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Bagi Uya Kuya, ia sudah menduga konten apa yang akan membuahkan ancaman, intimidasi atau dilaporkan ke polisi. (Detikcom/Veynindia E. Pardede)
Jakarta, CNN Indonesia --
Uya Kuya mengaku tak akan berhenti untuk membuat konten yang bersifat 'serius' macam diskusi politik dan berbagai isu sosial lainnya lewat podcast atau siniar, atau seperti saat mengundang Kamaruddin Simanjuntak.
Bagi Uya, ancaman dan intimidasi atau dilaporkan ke polisi karena kontennya sudah ia perkirakan sebelumnya, apalagi ketika mengundang nama seperti Kamaruddin Simanjuntak.
"Karena kalau dipikir-pikir kalau saya mau main aman, nyaman, kayaknya saya enggak usah deh podcast-podcast-an, balik lagi ke zaman dulu," kata Uya dalam jumpa media yang kemudian ditayangkan di akun YouTube miliknya, Rabu (28/12) malam.
"Cuman itu yang membuat saya penasaran, akhirnya 'kenapa ya?' Tapi saya enggak mau, enggak mau kembali ke zona nyaman tapi hati saya tidak tenteram begitu," lanjutnya.
Uya mengaku konten siniar yang bermateri serius memang berbeda jauh dari citranya sebagai pakar prank seperti dulu kala. Perubahan ini pun disebut Uya karena kepalang "tercebur".
Menurut Uya, semua bermula ketika dirinya memiliki konflik dengan pengacara Rasman Nasution beberapa bulan lalu. Ia pun mengundang Rasman ke kanal YouTube miliknya pada Agustus 2022, dan mereka berargumen di sana. Dari situ, Uya merasa ada tantangan tersendiri soal konten podcast 'serius' ini.
Apalagi, diakui Uya, dirinya merasa ada beban moril tersendiri sebagai lulusan politik UI tapi belum memiliki pengalaman dalam dunia tersebut.
Dorongan untuk tetap membuat konten podcast 'serius' ini juga disebut Uya "terinspirasi" dari Kamaruddin Simanjuntak yang terkenal kerap memberikan kritik terhadap berbagai institusi.
"Kayak jadi ada jadi inspirasi buat saya, jadi merasa bahwa 'Oh iya juga ya kita ini hidup di dunia ini tidak selamanya, nanti anak cucu kita yang akan meneruskan'," kata Uya.
"Saya enggak mau dosa-dosa oknum-oknum dari beberapa institusi pemerintahan sekarang ini nanti menjadi tanggung jawab anak cucu kita di masa mendatang," lanjutnya.
Uya Kuya mengaku memang dirinya mendapatkan banyak tantangan semenjak membuat konten podcast, salah satunya adalah batal bekerja sama dengan sejumlah pihak karena dianggap sudah "berpolitik".
Lanjut ke sebelah..
Belum lagi dari berbagai saran dan omongan yang diterima Uya untuk tidak menghadirkan sejumlah pihak di acara yang akan ia garap, atau permintaan untuk menurunkan konten yang sudah ia unggah.
"Itu hanya satu bukti.. jadi satu aksi dari sebuah reaksi," kata Uya.
"Cuman itu yang membuat saya penasaran akhirnya... saya enggak mau kembali zona nyaman tapi hati saya jadi tidak tentram," kata Uya. "Kalau ditanya saya apakah akan mundur? Enggak. Malu saya sama bapak-bapak di sebelah ini," katanya.
CNNIndonesia.com telah meminta izin kepada Uya Kuya untuk mengutip video tersebut.
Pada Jumat (23/12), pengacara Kamaruddin Simanjuntak dan Selebriti Uya Kuya resmi dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan buntut konten yang menyebut "polisi pengabdi mafia".
Laporan terhadap keduanya teregistrasi dengan nomor laporan LP/5020/XII/2022/RJS tertanggal 22 Desember 2022.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi membenarkan adanya laporan tersebut. Nurma mengatakan laporan tersebut dilakukan oleh Julian dari Gerakan Rakyat Anti Hoaks (GERAH).
Dalam cuplikan LP yang dibagikan, Kamaruddin dan Uya Kuya dinilai melakukan tindak pidana penyebaran berita bohong atau hoaks. Keduanya diduga melanggar pasal 28 (2) jo pasal 45 (2) UU ITE, Pasal 14, 15 UU No 1 Tahun 1946 jo 207 KUHP.
Koordinator GERAH Julliana mengatakan pelaporan tersebut dilakukan pihaknya lantaran Kamaruddin dinilai telah menyebarkan berita bohong terkait 'Polisi sebagai pengabdi mafia' di channel Youtube milik Uya Kuya.
"Iya (buat laporan), terkait perkataannya bahwa polisi itu rata-rata mengabdi kepada negara cuma satu minggu, tiga minggunya mengabdi kepada mafia," jelasnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Uya Kuya mengaku tak akan berhenti untuk membuat konten yang bersifat 'serius' macam diskusi politik dan berbagai isu sosial lainnya lewat podcast atau siniar, atau seperti saat mengundang Kamaruddin Simanjuntak.
Bagi Uya, ancaman dan intimidasi atau dilaporkan ke polisi karena kontennya sudah ia perkirakan sebelumnya, apalagi ketika mengundang nama seperti Kamaruddin Simanjuntak.
"Karena kalau dipikir-pikir kalau saya mau main aman, nyaman, kayaknya saya enggak usah deh podcast-podcast-an, balik lagi ke zaman dulu," kata Uya dalam jumpa media yang kemudian ditayangkan di akun YouTube miliknya, Rabu (28/12) malam.
"Cuman itu yang membuat saya penasaran, akhirnya 'kenapa ya?' Tapi saya enggak mau, enggak mau kembali ke zona nyaman tapi hati saya tidak tenteram begitu," lanjutnya.
Uya mengaku konten siniar yang bermateri serius memang berbeda jauh dari citranya sebagai pakar prank seperti dulu kala. Perubahan ini pun disebut Uya karena kepalang "tercebur".
Menurut Uya, semua bermula ketika dirinya memiliki konflik dengan pengacara Rasman Nasution beberapa bulan lalu. Ia pun mengundang Rasman ke kanal YouTube miliknya pada Agustus 2022, dan mereka berargumen di sana. Dari situ, Uya merasa ada tantangan tersendiri soal konten podcast 'serius' ini.
Apalagi, diakui Uya, dirinya merasa ada beban moril tersendiri sebagai lulusan politik UI tapi belum memiliki pengalaman dalam dunia tersebut.
Dorongan untuk tetap membuat konten podcast 'serius' ini juga disebut Uya "terinspirasi" dari Kamaruddin Simanjuntak yang terkenal kerap memberikan kritik terhadap berbagai institusi.
"Kayak jadi ada jadi inspirasi buat saya, jadi merasa bahwa 'Oh iya juga ya kita ini hidup di dunia ini tidak selamanya, nanti anak cucu kita yang akan meneruskan'," kata Uya.
"Saya enggak mau dosa-dosa oknum-oknum dari beberapa institusi pemerintahan sekarang ini nanti menjadi tanggung jawab anak cucu kita di masa mendatang," lanjutnya.
Uya Kuya mengaku memang dirinya mendapatkan banyak tantangan semenjak membuat konten podcast, salah satunya adalah batal bekerja sama dengan sejumlah pihak karena dianggap sudah "berpolitik".
Lanjut ke sebelah..
Uya Kuya Soal Peluang Mundur dari 'Konten Berisiko': Enggak
Bagi Uya Kuya, ia sudah menduga konten apa yang akan membuahkan ancaman, intimidasi atau dilaporkan ke polisi. (Detikcom/Desi)
Belum lagi dari berbagai saran dan omongan yang diterima Uya untuk tidak menghadirkan sejumlah pihak di acara yang akan ia garap, atau permintaan untuk menurunkan konten yang sudah ia unggah.
"Itu hanya satu bukti.. jadi satu aksi dari sebuah reaksi," kata Uya.
"Cuman itu yang membuat saya penasaran akhirnya... saya enggak mau kembali zona nyaman tapi hati saya jadi tidak tentram," kata Uya. "Kalau ditanya saya apakah akan mundur? Enggak. Malu saya sama bapak-bapak di sebelah ini," katanya.
CNNIndonesia.com telah meminta izin kepada Uya Kuya untuk mengutip video tersebut.
Pada Jumat (23/12), pengacara Kamaruddin Simanjuntak dan Selebriti Uya Kuya resmi dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan buntut konten yang menyebut "polisi pengabdi mafia".
Laporan terhadap keduanya teregistrasi dengan nomor laporan LP/5020/XII/2022/RJS tertanggal 22 Desember 2022.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi membenarkan adanya laporan tersebut. Nurma mengatakan laporan tersebut dilakukan oleh Julian dari Gerakan Rakyat Anti Hoaks (GERAH).
Dalam cuplikan LP yang dibagikan, Kamaruddin dan Uya Kuya dinilai melakukan tindak pidana penyebaran berita bohong atau hoaks. Keduanya diduga melanggar pasal 28 (2) jo pasal 45 (2) UU ITE, Pasal 14, 15 UU No 1 Tahun 1946 jo 207 KUHP.
Koordinator GERAH Julliana mengatakan pelaporan tersebut dilakukan pihaknya lantaran Kamaruddin dinilai telah menyebarkan berita bohong terkait 'Polisi sebagai pengabdi mafia' di channel Youtube milik Uya Kuya.
"Iya (buat laporan), terkait perkataannya bahwa polisi itu rata-rata mengabdi kepada negara cuma satu minggu, tiga minggunya mengabdi kepada mafia," jelasnya.