Jakarta, CNN Indonesia -- Ferry Irawan disebut membantah telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ke Venna Melinda. Bantahan itu disampaikan kepada Elma Theana, selaku rekan sesama artis sekaligus sahabatnya.
Di sisi lain, Ferry Irawan sama sekali belum pernah membantah atau buka suara secara langsung kepada publik mengenai kasus yang menyeretnya sebagai tersangka KDRT itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu aku dengan kabar (KDRT), 'Bagaimana nih, benar enggak KDRT?' Aku bilang kalau tindakan itu salah," kata Elma Theana di FYP Trans 7, Jumat (13/1).
"Ma, aku bukan orang jahat, enggak seperti itu beritanya. Tapi enggak ada yang percaya sama aku," kata Elma Theana mengutip omongan Ferry Irawan.
Kendati demikian, Elma Theana mengatakan Ferry Irawan tidak mendetailkan hal tersebut. Bintang film Hantu Jeruk Purut dan Leak itu hanya mengaku kurang sehat.
Hal itu disampaikan ketika Ferry Irawan sudah kembali ke Jakarta setelah dimintai keterangan di Polda Jatim dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan KDRT.
"Dia agak kurang sehat, mungkin stres ya," kata Elma Theana.
"Terus pulang pulang rada sakit, rada kurang sehat, mungkin karena dia memang enggak boleh terlalu stres ya. Begitu stres kan pasti kena lambung, kena kepalanya," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
Verrel Bramasta dengar dua versi KDRT Ferry Irawan ke Venna Melinda
Terpisah, Verrell Bramasta mengatakan mendapatkan kisah dugaan KDRT yang berbeda dari Ferry Irawan, dan sang ibu Venna Melinda. Namun, ia mengaku belum mau fokus ke hal tersebut, melainkan kondisi Venna.
"Pasti (dapat cerita berbeda) cuma itu wilayahnya hukum, ada polisi, penyidik, dan mereka yang berhak mengetahui yang sebenarnya seperti apa," kata Verrell Bramasta.
"Jadi yang ada di pikiran aku bukan siapa salah dan siapa benar, melihat kondisi ibu aku, perempuan, dan sendirian di luar kota. Jadi harus segera ketemu," Verrell menegaskan.
Lanjut ke sebelah...
Dugaan KDRT Versi Venna Melinda hingga Ferry Irawan Jadi Tersangka
Kepada Elma Theana, Ferry Irawan bantah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ke Venna Melinda. Namun, ia pasrah tak ada yang percaya. (Tangkapan layar instagram @bramastavrl)
Venna Melinda melaporkan Ferry Irawan ke polisi pada Senin (9/1), setelah menjadi korban KDRT hingga hidungnya mengeluarkan darah di Kediri pada Minggu (8/1). Setelah melaporkan Ferry, Venna sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Ia baru bisa menghadiri panggilan pemeriksaan sebagai pelapor di Polda Jawa Timur pada Kamis (12/1). Kala itu, Venna blak-blakan mengenai penyebab bahkan cara Ferry melakukan kekerasan, terutama tiga bulan terakhir.
Ferry disebut menekan dahinya ke hidung Venna hingga amat keras dan mematahkan tulang hidung perempuan itu.
"Saya dikunci pakai dahinya, sampai keras, sampai saya bilang 'tolong-tolong, hidung saya patah' karena terlalu keras," kata Venna.
"Jadi saya bilang 'tolong-tolong, patah hidung saya!' Ketika saya bilang patah, dia lepasin."
Saat dia bangkit dari desakan Ferry, hidungnya langsung mengucurkan darah. Dia pun panik, berteriak, dan berusaha menyelamatkan diri.
"Saya berdiri darah itu ngocor seperti air," kata Venna.
Saksi dari petugas hotel sebelumnya mengatakan ke polisi ia melihat Venna Melinda keluar dari kamar dengan teriak dan bercucuran darah dari hidungnya.
Venna disebut meminta bantuan petugas hotel untuk memanggil polisi tanpa menjelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Venna juga membawa baju berlumuran darah yang ia kenakan.
[Gambas:Video CNN]
Beberapa hari setelah itu, polisi melakukan olah TKP sekaligus mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi lain, sebelum meningkatkan kasus itu ke tahap penyidikan dengan Ferry sebagai tersangkanya.
Di sisi lain, Venna Melinda juga menyatakan bakal menggugat cerai Ferry Irawan ketika sudah berada di Jakarta.