Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat dan pelaku pertunjukan musik Wendi Putranto merasa heran dengan sikap promotor konser Dewa 19 yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (4/2) lalu.
Menurut Wendi, sudah sepatutnya Redline Kreasindo selaku promotor memberikan tanggapan maupun permintaan maaf atas keluhan soal membludaknya penonton hingga menimbulkan kemacetan pascakonser.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang saya heran, saya enggak baca promotornya minta maaf kemarin. Malah yang punya venue-nya yang minta maaf, itu si JakPro," kata Wendi Putranto kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon, Senin (6/2).
"Nah, pas lihat si Redline ini kok enggak ada pernyataan? Malah sibuk mengunggah ulang megahnya konser kemarin yang seakan itu baik-baik saja," sambungnya.
Hal tersebut sangat disayangkan oleh Wendi, mengingat di sisi lain, konser tersebut juga disebut berhasil memecahkan rekor sebagai konser di Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak.
Belum lagi, lanjutnya, sosok Dewa 19 sebagai grup musik sudah melekat dengan jutaan masyarakat Indonesia.
"Keluhan-keluhan itu kan yang pertama merespons (seharusnya) ya promotor. Dan, seharusnya promotor sudah memikirkan kalau kejadian kayak kemarin itu bakal terjadi," tegas Wendi.
"Enggak mungkin mereka enggak mikir kalau 75 ribu orang itu enggak bakal terlantar dan kececeran. Kalau dia enggak mikir gitu, ya naif banget," tukasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, CNNIndonesia.com sudah mencoba untuk menghubungi Redline Kreasindo selaku promotor konser terkait, namun tak kunjung mendaptkan respons.
Di sisi lain, PT Jakarta Propertindo (JakPro) sebagai perusahaan pengembang JIS telah angkat bicara perihal keluhan terkait.
"Evaluasi secara menyeluruh atas penyelenggaraan konser Dewa segera kami lakukan, termasuk keluhan-keluhan yang timbul," kata VP Corporate Secretary JakPro Syachrial Syarif, Minggu (5/2), dilansir via detikHot.detikHot
Lanjut ke sebelah...
Janji JakPro
Pengamat musik Wendi Putranto merasa heran dengan sikap promotor konser Dewa 19 yang tidak maaf soal banyaknya keluhan dari pentonton. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Pihak JakPro tetap menerima segala saran beserta kritik dari masyarakat terkait minimnya fasilitas parkir hingga trotoar yang disebut tak memadai. Mereka berjanji hal-hal tersebut bakal dibenahi.
"Hal ini menjadi catatan kami untuk perbaikan," kata Syachrial.
Namun, Syachrial belum bisa memastikan bakal melakukan penambahan kantong parkir di JIS atau tetap mempertahankan konsep JIS sebagai stadion yang mengutamakan akses transportasi umum.
"Masih kami evaluasi," ujar Syachrial.
Sejumlah keluhan datang dari penonton yang datang ke konser 30 tahun Dewa 19 di JIS, Jakarta Utara, pada Sabtu (4/2) lalu.
Selain tempat parkir yang terbatas, kebanyakan keluhan penonton mempermasalahkan akses menuju JIS yang sulit dijangkau transportasi umum.
Salah satu netizen Twitter dengan akun @adriansyahyasin, mengkritisi soal akses penonton menuju dan dari JIS lewat sebuah utas di Twitter.
"Menyelenggarakan acara besar di JIS ini bencana besar. 75.000 penonton bubaran dari stadion tanpa akses transportasi umum massal, tanpa parkir yang layak, bahkan tanpa akses trotoar yang layak," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
"Keluar dari stadion langsung disambut jalan tak bertrotoar, akses bus shuttle yang enggak jelas. Buat apa stadion bagus tapi infrastruktur pendukungnya enggak ada sama sekali," tambahnya.
Utas tersebut pun viral dan menuai banyak tanggapan senada. Bahkan, ada penonton yang mengaku trauma usai menonton Dewa 19 karena ia kelelahan berjalan kaki dan mencari kendaraan untuk pulang dari JIS.