Promotor Buka Suara Soal Keriuhan Bubaran Konser Dewa 19 di JIS
CNN Indonesia
Rabu, 08 Feb 2023 18:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Promotor konser Dewa 19 di JIS buka suara soal keriuhan yang terjadi saat bubaran konser pada Sabtu (4/2) lalu. (CNN Indonesia/Farras Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia --
Promotor konser Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19, Redline Kreasindo, buka suara soal keriuhan yang terjadi saat bubaran konser di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (4/2) lalu.
Menurut CEO Redline Kreasindo Rionaldo Liputo, hal terpenting dalam pelaksanaan konser berskala besar di stadion adalah tidak adanya korban jiwa atau zero accident.
"Event-nya telah berjalan lancar dengan zero accident atau tidak ada korban jiwa, hal terpenting yang kita jaga bahwa keselamatan semua yang terlibat, baik untuk semua penonton dan seluruh tim yang bertugas," kata Rionaldo Liputo dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (8/2).
"Ini menjadi faktor yang terpenting dan utama bagi kami selaku penyelenggara acara," lengkapnya.
Bagi Rionaldo, menyelenggarakan konser berskala stadion di Jakarta akan mendulang berbagai tantangan dan terlepas dari kata sempurna. Oleh karena itu, ia berjanji akan melakukan evaluasi secara komprehensif sebagai bahan pembelajaran ke depannya.
Rionaldo juga menanggapi persoalan kantong parkir di JIS yang dikeluhkan penonton. Ia mengklaim bahwa informasi kantong parkir untuk mobil dan motor yang tersebar di beberapa titik telah dibagikan.
Ia telah mengimbau penonton untuk menggunakan shuttle bus yang disiapkan agar tidak terjadi penumpukkan kendaraan di lokasi acara. Namun, menurutnya, biang kerok keriuhan pengunjung adalah praktik parkir liar di luar area JIS.
"Namun masih terdapat banyak parkir liar di sekitar lokasi acara sehingga menyebabkan arus keluar dari stadion menjadi tersendat," sambung Rionaldo.
"Hal ini pula yang menjadikan shuttle bus yang seharusnya membawa para penonton kembali ke kantong parkir ikut tersendat," lengkapnya.
Mewakili Jakarta Propertindo (JakPro) sebagai penyedia venue, Redline Kreasindo juga meminta maaf dan memahami kepadatan yang dialami oleh penonton. Terlebih, hal ini merupakan konser berskala besar pertama yang diselenggarakan di JIS.
Menurut keterangan resmi, kondisi tersebut merupakan hal yang wajar terjadi karena secara bersamaan penonton keluar menuju area parkir ataupun shuttle bus yang telah disiapkan untuk para penonton.
"Sebagai pihak penyelenggara dan penyedia venue kami mohon maaf atas kejadian yang terjadi saat arus kepulangan setelah selesai acara," kata Redline Kreasindo dalam keterangan tertulis yang sama.
"Kedua belah pihak baik dari pihak Redline Kreasindo dan Jakpro akan mengevaluasi secara keseluruhan agar ke depannya penyelenggaraan event serupa bisa berlangsung lebih baik lagi," lengkapnya.
Sebelum promotor memberikan pernyataan resmi, JakPro sebagai perusahaan pengembang JIS telah angkat bicara perihal keluhan terkait.
"Evaluasi secara menyeluruh atas penyelenggaraan konser Dewa segera kami lakukan, termasuk keluhan-keluhan yang timbul," kata VP Corporate Secretary JakPro Syachrial Syarif, Minggu (5/2), dilansir via detikHot.
Pihak JakPro tetap menerima segala saran beserta kritik dari masyarakat terkait minimnya fasilitas parkir hingga trotoar yang disebut tak memadai. Mereka berjanji hal-hal tersebut bakal dibenahi.
Namun, Syachrial belum bisa memastikan bakal melakukan penambahan kantong parkir di JIS atau tetap mempertahankan konsep JIS sebagai stadion yang mengutamakan akses transportasi umum.
Sebelumnya, sejumlah keluhan datang dari penonton yang datang ke konser 30 tahun Dewa 19 di JIS, Jakarta Utara, pada Sabtu (4/2) lalu.
Selain tempat parkir yang terbatas, kebanyakan keluhan penonton mempermasalahkan akses menuju JIS yang sulit dijangkau transportasi umum.
Promotor konser Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19, Redline Kreasindo, buka suara soal keriuhan yang terjadi saat bubaran konser di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (4/2) lalu.
Menurut CEO Redline Kreasindo Rionaldo Liputo, hal terpenting dalam pelaksanaan konser berskala besar di stadion adalah tidak adanya korban jiwa atau zero accident.
"Event-nya telah berjalan lancar dengan zero accident atau tidak ada korban jiwa, hal terpenting yang kita jaga bahwa keselamatan semua yang terlibat, baik untuk semua penonton dan seluruh tim yang bertugas," kata Rionaldo Liputo dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (8/2).
"Ini menjadi faktor yang terpenting dan utama bagi kami selaku penyelenggara acara," lengkapnya.
Bagi Rionaldo, menyelenggarakan konser berskala stadion di Jakarta akan mendulang berbagai tantangan dan terlepas dari kata sempurna. Oleh karena itu, ia berjanji akan melakukan evaluasi secara komprehensif sebagai bahan pembelajaran ke depannya.
Rionaldo juga menanggapi persoalan kantong parkir di JIS yang dikeluhkan penonton. Ia mengklaim bahwa informasi kantong parkir untuk mobil dan motor yang tersebar di beberapa titik telah dibagikan.
Ia telah mengimbau penonton untuk menggunakan shuttle bus yang disiapkan agar tidak terjadi penumpukkan kendaraan di lokasi acara. Namun, menurutnya, biang kerok keriuhan pengunjung adalah praktik parkir liar di luar area JIS.
"Namun masih terdapat banyak parkir liar di sekitar lokasi acara sehingga menyebabkan arus keluar dari stadion menjadi tersendat," sambung Rionaldo.
"Hal ini pula yang menjadikan shuttle bus yang seharusnya membawa para penonton kembali ke kantong parkir ikut tersendat," lengkapnya.
Mewakili Jakarta Propertindo (JakPro) sebagai penyedia venue, Redline Kreasindo juga meminta maaf dan memahami kepadatan yang dialami oleh penonton. Terlebih, hal ini merupakan konser berskala besar pertama yang diselenggarakan di JIS.
Promotor konser Dewa 19 di JIS buka suara soal keriuhan yang terjadi saat bubaran konser pada Sabtu (4/2) lalu. (CNN Indonesia/Farras Fauzi)
Menurut keterangan resmi, kondisi tersebut merupakan hal yang wajar terjadi karena secara bersamaan penonton keluar menuju area parkir ataupun shuttle bus yang telah disiapkan untuk para penonton.
"Sebagai pihak penyelenggara dan penyedia venue kami mohon maaf atas kejadian yang terjadi saat arus kepulangan setelah selesai acara," kata Redline Kreasindo dalam keterangan tertulis yang sama.
"Kedua belah pihak baik dari pihak Redline Kreasindo dan Jakpro akan mengevaluasi secara keseluruhan agar ke depannya penyelenggaraan event serupa bisa berlangsung lebih baik lagi," lengkapnya.
Sebelum promotor memberikan pernyataan resmi, JakPro sebagai perusahaan pengembang JIS telah angkat bicara perihal keluhan terkait.
"Evaluasi secara menyeluruh atas penyelenggaraan konser Dewa segera kami lakukan, termasuk keluhan-keluhan yang timbul," kata VP Corporate Secretary JakPro Syachrial Syarif, Minggu (5/2), dilansir via detikHot.
Pihak JakPro tetap menerima segala saran beserta kritik dari masyarakat terkait minimnya fasilitas parkir hingga trotoar yang disebut tak memadai. Mereka berjanji hal-hal tersebut bakal dibenahi.
Namun, Syachrial belum bisa memastikan bakal melakukan penambahan kantong parkir di JIS atau tetap mempertahankan konsep JIS sebagai stadion yang mengutamakan akses transportasi umum.
Sebelumnya, sejumlah keluhan datang dari penonton yang datang ke konser 30 tahun Dewa 19 di JIS, Jakarta Utara, pada Sabtu (4/2) lalu.
Selain tempat parkir yang terbatas, kebanyakan keluhan penonton mempermasalahkan akses menuju JIS yang sulit dijangkau transportasi umum.