Jakarta, CNN Indonesia -- Tarzan Srimulat kembali buka suara mengenai pembayaran denda dari PLN yang awalnya Rp90 juta untuk rumah yang ditempati sang anak sejak 15 tahun lalu.
Dalam video terbaru yang diunggah Maman Suherman alias Kang Maman di Twitter pada Selasa (7/3), Tarzan terlihat berada di PLN Kramat Jati dan mengungkapkan telah mendapatkan penjelasan mengenai denda tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin anak saya sudah ketemu dengan tim Keberatan dari Dirjen Ketenagalistrikan ESDM. Dan ya memang kejadian seperti itu, dan sudah dijelaskan juga sama tim Keberatan tentang pelanggarannya," kata Tarzan.
"Saya dan anak saya menerima dan memang sudah dilakukan pembayaran," ia menegaskan.
Hal itu disampaikan menegaskan pernyataan Tarzan sebelumnya bahwa ia dan anak perempuannya, Galuh, telah membayar denda.
Jumlah yang dibayarkan berbeda. Mereka membayar Rp72 juta setelah Tarzan mendatangi PLN Kramat Jati untuk mengaku keberatan. Selain diberi potongan, Tarzan juga harus memasang aliran listrik yang baru.
"Ya dengan adanya kasus kemarin, saya dan masyarakat semua jadi semakin tercerahkan bagaimana tugas PLN itu memang berat, selain melistrik juga memastikan listriknya aman," kata Tarzan dalam video terbaru.
Ia kembali memberikan saran serta pelajaran yang ia dapat kepada semua orang supaya kejadian serupa tidak menimpa mereka atau terjadi lagi.
[Gambas:Video CNN]
"Pembelajaran adalah kalau kita mau jual beli atau sewa rumah sebaiknya cek dulu meteran listriknya, ada tunggakan atau tidak, bermasalah atau mboten," tuturnya.
CNNIndonesia.com telah meminta izin kepada Kang Maman untuk mengutip video tersebut.
Lanjut ke sebelah...
Respons PLN Soal Denda Rp90 Juta Tarzan Srimulat
Tarzan Srimulat ngaku bertemu tim Keberatan Dirjen Ketenagalistrikan ESDM untuk mendapat penjelasan denda Rp90 juta dari PLN. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Sebelumnya, Tarzan mengaku keberatan dengan denda tersebut. Sebab, denda itu baru diinformasikan kepadanya 15 tahun setelah rumah itu dibeli.
"Listrik diganti atas nama Galuh. Setelah 15 tahun, jadi Februari kemarin (6/2) PLN sama petugasnya datang ke rumah itu," cerita Tarzan dalam video yang diunggah pada Senin (6/3).
"Kalau ada kesalahan, nyuri listrik, nyuri aliran, kenapa enggak tahun itu? Setidak-tidaknya... ini sudah 15 tahun loh, baru datang (dan bilang) tiga hari tidak dibayar, dilepas diblokir," kata Tarzan.
Terpisah, Manager PLN UP3 Kramat Jati Aditya Yoga Nugraha buka suara mengenai hal itu. Ia mengatakan timnya secara rutin melaksanakan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kWh meter berfungsi baik sebagai pengukur dan pembatas listrik ke setiap rumah pelanggan. Hal ini dilakukan demi keselamatan pelanggan.
"Jadi P2TL semata-mata adalah upaya preventif dari PLN untuk menjaga keselamatan pelanggannya," kata Yoga melalui keterangan resmi seperti dikutip pada Selasa (7/3).
Yoga menambahkan sebelum transaksi sewa menyewa atau jual beli aset rumah, masyarakat diharapkan memastikan kondisi kelistrikan rumah tersebut aman dan sesuai peruntukannya.
"Masyarakat bisa menghubungi PLN untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kelistrikan di rumah tersebut melalui fitur aplikasi PLN Mobile, sangat mudah dan gratis" kata Yoga.