Mantan Idol Kauan Okamoto Klaim Pernah Dilecehkan Johnny Kitagawa
CNN Indonesia
Kamis, 13 Apr 2023 06:05 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Mantan idol remaja Jepang, Kauan Okamoto, menyatakan jadi korban pelecehan Johnny Kitagawa, pendiri Johnny & Associates. (AFP/Kazuhiro Nogi)
Jakarta, CNN Indonesia --
Artikel berikut berisi keterangan yang mungkin bisa membuat Anda tidak nyaman karena memuat detail pelecehan seksual.
Mantan idol remaja Jepang, Kauan Okamoto, menyatakan jadi korban pelecehan Johnny Kitagawa, pendiri kerajaan boyband terbesar di Jepang selama ini, Johnny & Associates.
Hal tersebut Kauan Okamoto sampaikan dalam konferensi pers pada Rabu (12/4). Ia mengaku dilecehkan berulang dalam empat tahun saat bernaung di Johnny & Associates yang didirikan Kitagawa.
Okamoto merupakan bagian dari Johnny's Jr, grup trainee yang juga bekerja sebagai talent pool bagi perusahaan itu.
Seperti diberitakan AFP, dugaan pelecehan itu terjadi pada 2012 saat dirinya berusia 15 tahun dan berlangsung empat tahun hingga Okamoto hengkang dari Johnny & Associates.
Ia mengatakan pelecehan itu bermula di penthouse Kitagawa, Tokyo. Tempat itu disebut menjadi lokasi banyak laki-laki berkunjung dan bermalam.
Okamoto kemudian menceritakan dugaan pelecehan pertama yang ia terima dari Kitagawa.
"Dia awalnya memijat kaki saya dan tangannya naik, menyentuh alat kelamin saya lewat pakaian dalam," tutur Okamoto.
"Dia kemudian mencopot pakaian dalam saya dan melakukan oral sex. Saya pura-pura tidur. Sampai esok harinya saat di lift, dia memberikan saya 10 ribu yen tanpa menjelaskan maksud uang itu."
Kauan Okamoto menjadi satu yang secara terbuka membahas dugaan pelecehan seksual terhadap anak laki-laki yang dilakukan Kitagawa sejak lama.
Tuduhan pelecehan anak dan eksploitasi seksual telah menyeret nama Kitagawa bertahun-tahun, tetapi sebagian besar penuduhnya tetap anonim.
"Saya berharap korban lain juga buka suara, semuanya," kata Okamoto, yang meyakini sebagian besar dari "100 hingga 200" rekrutan muda yang bekerja dengannya di agensi tersebut juga alami pelecehan dari Kitagawa.
"Saya juga ingin manajemen puncak agensi, dan Johnny sendiri jika dia ada di sini hari ini, mengakui apa yang terjadi dan memastikan hal seperti itu tidak akan terjadi lagi."
Lanjut ke sebelah...
Pernyataan dari Kauan Okamoto hadir setelah film dokumenter BBC mengenai Johnny Kitagawa yang bertajuk Predator: The Secret Scandal of J-Pop tayang pada pertengahan Maret 2023.
Namun, Okamoto mengatakan tidak punya rencana untuk meminta polisi melakukan penyelidikan anumerta terhadap Kitagawa. Johnny Kitagawa telah meninggal dunia akibat stroke pada 2019 saat berusia 87 tahun.
Kitagawa tak pernah dituntut pidana atas sejumlah tuduhan pelecehan seksual yang muncul selama ini.
"Berkat Johnny, hidupku berubah," katanya.
"Tapi saya juga percaya apa yang Johnny lakukan -- melakukan tindakan seks pada saya ketika saya berusia 15 tahun -- dan kepada junior lainnya, adalah hal yang buruk."
Terpisah, Johnny & Associates memberikan pernyataan pada hari yang sama dengan konferensi pers Okamoto. Namun, mereka tidak menyinggung tuduhan pelecehan terbaru itu.
Dalam keterangan tertulis, Johnny & Associates mengatakan pihaknya berkomitmen untuk "memperkuat tata kelola perusahaan."
"Kami telah membuat prioritas utama untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berubah dengan membangun transparansi, untuk memenangkan kepercayaan sosial," pernyataan itu seperti diberitakan AFP.
Jakarta, CNN Indonesia --
Artikel berikut berisi keterangan yang mungkin bisa membuat Anda tidak nyaman karena memuat detail pelecehan seksual.
Mantan idol remaja Jepang, Kauan Okamoto, menyatakan jadi korban pelecehan Johnny Kitagawa, pendiri kerajaan boyband terbesar di Jepang selama ini, Johnny & Associates.
Hal tersebut Kauan Okamoto sampaikan dalam konferensi pers pada Rabu (12/4). Ia mengaku dilecehkan berulang dalam empat tahun saat bernaung di Johnny & Associates yang didirikan Kitagawa.
Okamoto merupakan bagian dari Johnny's Jr, grup trainee yang juga bekerja sebagai talent pool bagi perusahaan itu.
Seperti diberitakan AFP, dugaan pelecehan itu terjadi pada 2012 saat dirinya berusia 15 tahun dan berlangsung empat tahun hingga Okamoto hengkang dari Johnny & Associates.
Ia mengatakan pelecehan itu bermula di penthouse Kitagawa, Tokyo. Tempat itu disebut menjadi lokasi banyak laki-laki berkunjung dan bermalam.
Okamoto kemudian menceritakan dugaan pelecehan pertama yang ia terima dari Kitagawa.
"Dia awalnya memijat kaki saya dan tangannya naik, menyentuh alat kelamin saya lewat pakaian dalam," tutur Okamoto.
"Dia kemudian mencopot pakaian dalam saya dan melakukan oral sex. Saya pura-pura tidur. Sampai esok harinya saat di lift, dia memberikan saya 10 ribu yen tanpa menjelaskan maksud uang itu."
Kauan Okamoto menjadi satu yang secara terbuka membahas dugaan pelecehan seksual terhadap anak laki-laki yang dilakukan Kitagawa sejak lama.
Tuduhan pelecehan anak dan eksploitasi seksual telah menyeret nama Kitagawa bertahun-tahun, tetapi sebagian besar penuduhnya tetap anonim.
"Saya berharap korban lain juga buka suara, semuanya," kata Okamoto, yang meyakini sebagian besar dari "100 hingga 200" rekrutan muda yang bekerja dengannya di agensi tersebut juga alami pelecehan dari Kitagawa.
"Saya juga ingin manajemen puncak agensi, dan Johnny sendiri jika dia ada di sini hari ini, mengakui apa yang terjadi dan memastikan hal seperti itu tidak akan terjadi lagi."
Lanjut ke sebelah...
Mantan Idol Kauan Okamoto Klaim Pernah Dilecehkan Johnny Kitagawa
Mantan idol remaja Jepang, Kauan Okamoto, menyatakan jadi korban pelecehan Johnny Kitagawa, pendiri Johnny & Associates. (AFP/Kazuhiro Nogi)
Pernyataan dari Kauan Okamoto hadir setelah film dokumenter BBC mengenai Johnny Kitagawa yang bertajuk Predator: The Secret Scandal of J-Pop tayang pada pertengahan Maret 2023.
Namun, Okamoto mengatakan tidak punya rencana untuk meminta polisi melakukan penyelidikan anumerta terhadap Kitagawa. Johnny Kitagawa telah meninggal dunia akibat stroke pada 2019 saat berusia 87 tahun.
Kitagawa tak pernah dituntut pidana atas sejumlah tuduhan pelecehan seksual yang muncul selama ini.
"Berkat Johnny, hidupku berubah," katanya.
"Tapi saya juga percaya apa yang Johnny lakukan -- melakukan tindakan seks pada saya ketika saya berusia 15 tahun -- dan kepada junior lainnya, adalah hal yang buruk."
Terpisah, Johnny & Associates memberikan pernyataan pada hari yang sama dengan konferensi pers Okamoto. Namun, mereka tidak menyinggung tuduhan pelecehan terbaru itu.
Dalam keterangan tertulis, Johnny & Associates mengatakan pihaknya berkomitmen untuk "memperkuat tata kelola perusahaan."
"Kami telah membuat prioritas utama untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berubah dengan membangun transparansi, untuk memenangkan kepercayaan sosial," pernyataan itu seperti diberitakan AFP.