Lizzo Bantah Tudingan Mantan Penari Soal Pelecehan dan Intimidasi
CNN Indonesia
Kamis, 03 Agu 2023 22:56 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Foto: (AFP/Oli Scarff)
"Saya di sini tidak ingin dilihat sebagai korban, tetapi saya juga tahu bahwa saya bukan penjahat seperti yang telah digambarkan orang-orang dan media selama beberapa hari terakhir," ungkap Lizzo.
"Saya terluka, tetapi saya tidak akan membiarkan upaya baik yang telah lakukan di dunia dibayangi oleh ini. Saya berterima kasih kepada semua yang telah menghubungi dan mendukung selama masa sulit," pungkasnya.
Tiga mantan penari menggugat Lizzo dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual, pelecehan berat badan, dan membuat lingkungan kerja yang tak ramah.
Menurut laporan Variety pada Selasa (1/8), gugatan itu didaftarkan ke Pengadilan Tinggi Los Angeles County terhadap Lizzo yang bernama asli Melissa Viviane Jefferson, perusahaannya Big Grrrl Big Touring Inc. (BGBT), dan kapten penari Lizzo yang bernama Shirlene Quigley.
Ketiganya menuding Lizzo dan tergugat dengan tudingan pelecehan seksual, rasial, dan agama, diskriminasi disabilitas, penyerangan dan pemenjaraan palsu, serta serentet tudingan lainnya.
Salah satu tudingan di gugatan tersebut adalah saat para mantan penari itu dipaksa untuk menyentuh penari bugil saat sex show di kawasan prostitusi Red Light District Amsterdam, Belanda.
Ketiganya terpaksa mengikuti perintah memalukan tersebut karena mengaku takut kehilangan pekerjaan mereka.
Bukan cuma itu, Lizzo juga dituding memecat salah satu dari mereka karena dianggap bertambah berat badan dan karenanya dinilai tidak berkomitmen dalam menjalani tur.
(frl/end)
Jakarta, CNN Indonesia --
Lizzo merilis tanggapan resmi atas gugatan tiga mantan penarinya baru-baru ini. Solois itu digugat atas dugaan pelecehan seksual, pelecehan berat badan, dan intimidasi yang memicu lingkungan kerja tak ramah.
Dalam keterangan resmi, Lizzo membantah tudingan itu dengan menyebut gugatan itu sebagai "tuduhan palsu". Ia juga mengaku buka suara karena tudingan yang muncul di publik disebut terlalu keterlaluan.
"Biasanya saya memilih untuk tidak menanggapi tuduhan palsu, tetapi ini benar-benar tidak bisa dipercaya serta terlalu keterlaluan untuk tidak ditanggapi," ujar Lizzo di media sosialnya, Kamis (3/8).
"Cerita sensasional ini datang dari mantan kru yang telah secara terbuka mengaku bahwa mereka telah diberi tahu bahwa perilaku mereka selama tur tak pantas dan tidak profesional," lanjutnya.
Pelantun About Damn Time itu menjelaskan dirinya memiliki semangat yang tinggi ketika mengerjakan musik. Ia juga mengaku selalu bekerja secara serius jika harus berurusan dengan musik atau pertunjukan.
Hal itu akhirnya memicu sikap Lizzo yang penuh kerja keras dan kerap menuntut standar tinggi. Ia mengaku kerap harus membuat keputusan sulit, tetapi mengklaim tidak pernah berniat membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Lizzo juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah mengkritik hingga memecat kru karena berat badan. Klaim itu berkaitan dengan salah satu tudingan dari tiga mantan penari yang diajukan ke pengadilan pada Selasa (1/8) lalu.
"Saya tahu bagaimana rasanya dipermalukan setiap hari dan sama sekali tidak akan pernah mengkritik atau memberhentikan karyawan karena berat badan mereka," ungkap Lizzo.
Pelantun About Damn Time itu pun mengaku enggan menempatkan dirinya sebagai korban dalam kasus ini. Namun, ia juga tidak mau dicap sebagai penjahat atau pelaku pelecehan seperti yang dibicarakan publik.
Lizzo mengakhiri pernyataan itu dengan mengungkapkan bahwa dia sakit hati dengan tuduhan tersebut. Namun, ia menegaskan akan fokus dengan kariernya dan tidak larut dalam bayang-bayang kasus itu.
Lizzo mengaku buka suara karena tudingan yang muncul di publik disebut terlalu keterlaluan. (AFP/Oli Scarff)
"Saya di sini tidak ingin dilihat sebagai korban, tetapi saya juga tahu bahwa saya bukan penjahat seperti yang telah digambarkan orang-orang dan media selama beberapa hari terakhir," ungkap Lizzo.
"Saya terluka, tetapi saya tidak akan membiarkan upaya baik yang telah lakukan di dunia dibayangi oleh ini. Saya berterima kasih kepada semua yang telah menghubungi dan mendukung selama masa sulit," pungkasnya.
Tiga mantan penari menggugat Lizzo dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual, pelecehan berat badan, dan membuat lingkungan kerja yang tak ramah.
Menurut laporan Variety pada Selasa (1/8), gugatan itu didaftarkan ke Pengadilan Tinggi Los Angeles County terhadap Lizzo yang bernama asli Melissa Viviane Jefferson, perusahaannya Big Grrrl Big Touring Inc. (BGBT), dan kapten penari Lizzo yang bernama Shirlene Quigley.
Ketiganya menuding Lizzo dan tergugat dengan tudingan pelecehan seksual, rasial, dan agama, diskriminasi disabilitas, penyerangan dan pemenjaraan palsu, serta serentet tudingan lainnya.
Salah satu tudingan di gugatan tersebut adalah saat para mantan penari itu dipaksa untuk menyentuh penari bugil saat sex show di kawasan prostitusi Red Light District Amsterdam, Belanda.
Ketiganya terpaksa mengikuti perintah memalukan tersebut karena mengaku takut kehilangan pekerjaan mereka.
Bukan cuma itu, Lizzo juga dituding memecat salah satu dari mereka karena dianggap bertambah berat badan dan karenanya dinilai tidak berkomitmen dalam menjalani tur.